Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   US Treasury yield tenor 10-tahun turun ke bawah level 4,0%, melanjutkan tren penurunan dari level tertingginya selama 14-tahun terakhir pada level 4,3% karena investor mencoba menghitung dampak data PDB AS yang dirilis terhadap kebijakan suku bunga Fed ke depan. Sementara itu, meningkatnya harapan investor akan sikap dovish oleh Fed ke depan menopang tren penurunan US Treasury yield dalam jangka pendek.

*   Ekonomi AS tumbuh 2,6% YoY pada 3Q22, di atas ekspektasi konsensus sebesar 2,4% YoY dan rebound dari kontraksi pada 1H22. Impor yang menurun dan ekspor melonjak, surplus neraca perdagangan tersebut mendorong pertumbuhan PDB AS. Investasi bisnis naik namun belanja konsumen melambat karena situasi inflasi yang tinggi.

*   ECB menaikkan suku bunga sebesar 75 bp menjadi 2,00% pada Oktober 2022, mendorong suku bunga ke level tertingginya sejak 2009 untuk mengatasi inflasi yang tinggi. Keputusan tersebut sejalan dengan perkiraan konsensus. ECB berencana untuk menaikkan suku bunganya lebih lanjut tergantung pada tingkat inflasi dan situasi ekonomi ke depan.

*   Baru-baru ini, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia tidak perlu menggunakan senjata nuklir untuk perang di Ukraina dan membantah negaranya pernah membahas penggunaan senjata bom atom untuk perang. Di sisi lain, Rusia baru-baru ini menuduh bahwa Ukraina berniat meluncurkan bom atom, yang akan menyebarkan bahan radioaktif berbahaya dalam sebuah ledakan.

*   Menurut Kementerian Keuangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,5% YoY pada 3Q22. Beberapa indikator antara lain mobilitas masyarakat, indeks penjualan ritel, dan indeks belanja, semuanya masih menunjukkan angka yang positif dan ekspansif. Demikian pula dari sisi pasokan, penguatan yang tercermin dari indeks PMI Indonesia yang masih dalam kondisi ekspansif selama 13 bulan berturut-turut.

*   IHSG ditutup melemah 0,50% atau 36bps ke level 7.056,04.

*   Rupiah ditutup menguat 0,10% atau 16bps ke level Rp15.552/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.568/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP