Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Penjualan rumah baru di AS turun sebesar 10,9% YoY menjadi 603 ribu unit pada September 2022, di atas perkiraan konsensus sebesar 585 ribu unit namun lebih rendah dari 677 ribu unit penjualan rumah pada Agustus 2022. Permintaan rumah baru di AS telah turun secara signifikan karena Fed secara agresif menaikkan suku bunga untuk menurunkan kenaikan inflasi.

*   Bank of Canada menaikkan suku bunga acuannya sebesar 50 bps menjadi 3,75% pada rapat Oktober 2022, di bawah estimasi konsensus yang ekspektasikan kenaikan sebesar 75 bp. Namun, ini merupakan kenaikan suku bunga keenam secara berturut-turut mendorong suku bunga ke level tertingginya sejak 2008.

*   Defisit fiskal China mencapai level all-time-high pada 9M22 karena pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dan krisis pasar perumahan yang terus mengikis pendapatan Pemerintah. Defisit anggaran pemerintah China mencapai 7,16 triliun Yuan atau sekitar USD980 miliar, padahal di sisi lain ada tuntutan pada Pemerintah China untuk investasi pada sektor infrastruktur lebih agresif untuk memacu pertumbuhan ekonomi ke depan.

*   Baru-baru ini, Rusia melakukan latihan senjata nuklir pertamanya sejak invasi ke Ukraina karena ketegangan dengan NATO yang terus meningkat. Selain itu, Rusia telah memperingatkan konsekuensi yang sangat besar jika pasukan AS berani untuk memasuki wilayah Ukraina dan hal tersebut akan menyebabkan situasi konflik semakin memburuk ke depan.

*   Pada Januari-September 2022, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sekitar USD39,9 miliar. Lebih lanjut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Pak Airlangga Hartanto optimis surplus perdagangan Indonesia diperkirakan akan mencapai sekitar USD60 miliar pada 2022, lebih tinggi dari surplus perdagangan sekitar USD25 miliar pada 2010-2011 ketika harga komoditas sedang booming.

*   IHSG ditutup menguat 0,68% atau 48bps ke level 7.091,76.

*   Rupiah ditutup stabil cenderung menguat 0,01% atau 2bps ke level Rp15.568/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.570/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP