Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun turun ke sekitar level 4,10% di tengah harapan
investor bahwa Fed akan memperlambat laju kenaikan suku bunganya pada akhir
tahun ini. Baru-baru ini, Presiden Fed San Francisco Mary Daly menyatakan bahwa
saat ini Fed mulai membahas potensi kenaikan suku bunga dengan besaran lebih
kecil pada rapat Desember.
Indeks
dolar melemah ke bawah level 111 karena spekulasi bahwa Fed akan memperlambat
laju kenaikan suku bunga akhir tahun ini mendorong investor untuk mengkoleksi
aset investasi yang lebih berisiko sehingga mengurangi daya tarik pada aset
safe haven. Baru-baru ini, data menunjukkan aktivitas bisnis swasta AS
mengalami kontraksi selama empat bulan berturut-turut, memberikan sinyal bahwa
kebijakan moneter yang ketat telah berdampak pada aktivitas ekonomi AS.
Dow
Jones, S&P 500, dan Nasdaq masing-masing naik 1,07%, 1,63%, dan 2,25%,
seiring penurunan yield US Treasury dan laporan pendapatan perusahaan AS yang
lebih baik dari perkiraan di 3Q22 serta menunjukkan prospek positif untuk sisa
tahun ini. Namun, investor juga menantikan data ekonomi yang dapat mendukung
kebijakan Fed untuk memperlambat laju kenaikan suku bunganya ke depan.
Saat
ini, harga minyak Brent masih terkonsolidasi di sekitar USD91-94/barel.
Larangan impor Uni Eropa terhadap minyak Rusia juga memperburuk kekhawatiran
tentang pasokan minyak global yang lebih ketat. Sementara itu, fundamental
pasar minyak global terus diliputi oleh kekhawatiran yang berkepanjangan
terkait resesi global yang akan mengakibatkan penurunan permintaan minyak
global ke depan.
Total
pertumbuhan kredit perbankan sebesar 10,8% YoY pada September 2022 sedikit
lebih tinggi dari 10,3% YoY pada Agustus 2022 dengan kontributor utama
pertumbuhan kredit pada September adalah: (1) Pertumbuhan kredit UMKM sebesar
17,2% YoY (vs. 16,8% YoY pada Agustus 2022); (2) Pertumbuhan kredit modal kerja
sebesar 12,2% YoY (vs. 11,9% YoY) terutama ditopang oleh sektor kelapa sawit
yang tumbuh sebesar 22,0% YoY (vs. 17,0% YoY pada Agustus 2022); (3)
Pertumbuhan kredit investasi sebesar 10,2% YoY (vs. 9,9% YoY pada Agustus 2022)
terutama didukung oleh sektor manufaktur yang tumbuh sebesar 20,0% YoY (vs.
19,0% YoY pada Agustus 2022). Sementara itu, Loan to Deposits Ratio (LDR)
tercatat sebesar 84,3% pada September 2022 seiring dengan total deposit yang
tumbuh sebesar 7,7% YoY (vs. 8,2% YoY).
IHSG
ditutup melemah terbatas 0,06% atau 4bps ke level 7.043,94.
Rupiah
ditutup menguat 0,34% atau 53 bps ke level Rp15.570/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.623/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP