Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*     Tekanan di pasar global masih berlanjut ditengah meningkatnya ekspektasi terhadap langkah Bank Sentral AS yang akan tetap agresif dalam menaikkan suku bunga acuannya ke depan. Presiden Federal Reserve Bank of Philadelphia, Patrick Harker, menyatakan bahwa Bank Sentral AS mungkin akan menaikkan suku bunga acuannya jauh diatas 4% tahun ini dan mempertahankannya di level yang tinggi untuk melawan inflasi, dan tetap membuka peluang untuk tindakan yang lebih.

*     Kebijakan Minyak AS yg dilakukan oleh Joe Biden untuk meredam tingginya harga minyak menjelang pemilu 8 Nov 2022 adalah melalui rencana penjualan sisa cadangan minyak darurat AS sekitar 15juta/barel untuk menambah pasokan minyak global. Akan tetapi, kebijakan larangan impor Uni Eropa terhadap minyak Rusia dan keputusan OPEC+ untuk memangkas produksi minyak sebesar 2jt/barel mengancam akan menggagalkan upaya AS tsb.

*     Yuan ditutup pada level terlemah sejak krisis keuangan global 2008 karena dolar AS yang melonjak di tengah ekspektasi tinggi terhadap kenaikan suku bunga the Fed. Yuan ditutup pada 7.2494/USD, merupakan terlemah sejak 14 Januari 2008.

*     Pasar obligasi domestik melanjutkan tren kenaikan yield pada perdagangan akhir pekan ini, ditengah meningkatnya tekanan nilai tukar Rupiah serta kenaikan yield UST seiring meningkatnya ekspektasi investor terhadap langkah the Fed yang lebih agresif dalam menaikan suku bunga acuannya ke depan.

*     Kebijakan BI melalui hasil RDG Bank Indonesia 20 Oktober 2022 adalah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 50bp ke level 4,75%, suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing ke level 4,00% dan 5,50%. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah untuk menahan kenaikan inflasi dan memperlambat outflow investor yang membebani Rupiah.

*     Pabrik tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional terkena efek domino pelemahan daya beli di pasar tujuan ekspor. Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Jemmy Kartiwa menyatakan bahwa efek domino dari perlambatan ekonomi global, terutama di pasar tujuan utama TPT Indonesia memicu penundaan pengiriman barang yang berimbas kepada 45 ribu orang buruh industri TPT menjadi dirumahkan hingga saat ini. Imbas tsb akibat Pabrik telah memangkas jam kerja menjadi hanya sekitar 30jam/minggu akibat pembelian ekspor TPT selama 2bulan terakhir menurun sekitar 30%.

*     IHSG ditutup naik 0,53 persen atau 37,12 poin menjadi 7.017,77.

*     Nilai tukar Rupiah ditutup melemah 0,39% atau 60poin ke Rp15.631.


Demikian disampaikan.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP