Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*     DXY melemah ke level sekitar 112, terdepresiasi secara signifikan terhadap pound Inggris setelah pemerintah Inggris memutar balik rencana fiskalnya. Seiring meningkatnya ekspektasi inflasi AS, Fed akan mempertahankan sikap hawkish yang akan mendorong kenaikan lebih lanjut pada greenback dalam jangka menengah.

*     BPS mencatat total ekspor batubara Indonesia sebesar USD4,2miliar pada Sept 2022. Ekspor batubara Indonesia ke negara-negara Uni Eropa mengalami peningkatan sepanjang September 2022. Peningkatan tertinggi untuk pengiriman ke Polandia, sekitar 95,5%yoy.

*     Pasca rilis data inflasi September yang lebih tinggi dari perkiraan, pelaku pasar global memperkirakan the Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 bp pada pertemuan bulan November. Yield US Treasury tenor 2 tahun dan 5 tahun masing-masing turun ke level 4,45% (-5 bp) dan 4,23% (-4 bp), sedangkan yield tenor 10 tahun dan 30 tahun masing – masing ditutup di level 4,02% (+0bp) dan 4,02% (+2 bp).

*     Investor masih memperhatikan gejolak ekonomi Inggris yang berdampak terhadap pasar obligasi global seiring pernyataan Menteri keuangan Inggris yang baru, Jeremy Hunt, menyatakan bahwa hampir semua pemotongan pajak yang direncanakan akan dibatalkan. Hunt membatalkan rencana untuk memotong tarif dasar pajak penghasilan dari 20% menjadi 19% mulai April tahun depan. Sebelumnya, Perdana Menteri Truss telah mengumumkan pembatalan pada pemangkasan pajak korporat senilai £18 miliar dan memecat Kwasi Kwarteng sebagai kanselir.

*     Harga minyak turun tipis di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi dan permintaan bahan bakar yang lebih rendah dari China karena tetap dengan kebijakan nol-Covid yang ketat. Harga minyak mentah Brent turun 41 sen atau 0,45% menjadi US$91,21/barel, sementara minyak mentah WTI AS turun 41 sen atau 0,48% menjadi US$85,05.

*     IHSG ditutup menguat tipis 0,05% atau 3,3 basis poin ke level 6.834.

*     Nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,16% pada level Rp 15.463/USD.

*     Hasil lelang Sukuk Negara hari ini lebih rendah dari target indikatifnya yang sebesar IDR 5 triliun. Total penawaran yang masuk sebesar IDR6,40 triliun, yang merupakan total bid terendah dalam lelang Sukuk sejak awal tahun ini. Rata - rata bid investor dalam 19 kali lelang Sukuk sebelumnya mencapai IDR20,83 triliun. Tingginya ketidakpastian dan volatilitas global mendorong investor tidak terlalu agresif dalam lelang kali ini.



Demikian disampaikan.



Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP