Financial Market Update
IDR10 : 7,39% - 7,42% (cl: 7,39%) IDR5: 7,18% - 7,21% (cl: 7,19%) UST10: 5,11% - 5,13% (last: 5,13%)
IDR : 17.971 - 18.005 (cl: 18.005) DXY : 101,73 - 101,83 (last: 101,73) JCI : 5.185,36 - 5.328,36 (cl: 5.328,36)
Yield SUN FR0109 (5yr) : 0bps to 7,19% FR0108 (10yr) : -2bps to 7,39% FR0106 (15yr) : 0bps to 7,39% FR0107 (20yr) : -1bps to 7,40%
Market Recap:
• Harga SBN seri benchmark ditutup menguat terbatas, dengan penurunan yield sebesar 0–2 bps. Pergerakan terbatas ini terjadi setelah BI mempertahankan BI-Rate di 5,75% dan menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 5,00%, berbeda dari ekspektasi mayoritas ekonom yang memperkirakan kenaikan BI-Rate ke 6,00%. Yield UST 10 tahun yang bertahan tinggi di kisaran 5,11%–5,13% dan harga minyak dunia di kisaran $109–111 per barel masih membatasi penurunan yield SBN tenor panjang.
• Rupiah ditutup melemah 0,10% ke level 18.005 terhadap USD, dari sebelumnya 17.987, dan kembali ke atas level psikologis 18.000. Rupiah bergerak di kisaran 17.971–18.005 dan melemah setelah pengumuman hasil RDG BI, meskipun DXY turun ke 101,73. Untuk menjaga stabilitas Rupiah, BI memperkuat instrumen DNDF dan fasilitas lindung nilai guna menarik aliran modal asing. Namun, keputusan menahan BI-Rate dinilai belum cukup meredakan tekanan, mengingat persepsi risiko terhadap pasar keuangan Indonesia masih tinggi pasca proposal usulan reklasifikasi MSCI.
• IHSG ditutup menguat 0,94% ke level 5.328,36, melanjutkan penguatan hari sebelumnya. IHSG bergerak di kisaran 5.187,15–5.328,36 dan ditutup di level tertinggi hariannya setelah sempat terkoreksi pada sesi I. Sembilan sektor ditutup menguat, dipimpin sektor kesehatan (+3,35%), properti (+1,77%), dan infrastruktur (+1,47%), sementara sektor teknologi (-1,12%) dan perindustrian (-0,59%) melemah. Sebanyak 369 saham naik, 308 saham turun, dan 116 saham stagnan, dengan nilai transaksi Rp17,1 triliun, lebih rendah dari Rp26,4 triliun pada hari sebelumnya. Penguatan dipimpin AKRA (+7,02%), ICBP (+5,19%), dan BBTN (+4,44%) di indeks LQ45. Sentimen positif masih berasal dari rencana Danantara menambah kepemilikan pada saham BUMN, rencana buyback sejumlah emiten, serta kepastian bahwa pengeluaran saham HSC dari perhitungan IHSG akan efektif pada awal November. Dengan penguatan hari ini, pelemahan IHSG sejak awal tahun menyempit menjadi sekitar 39,3%.
Point of Interest:
• Mediasi AS–Iran belum menghasilkan terobosan, risiko eskalasi di Teluk meningkat. Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir bertemu Presiden Pezeshkian dan Ketua Parlemen Qalibaf di Teheran pada Selasa (20/10), tetapi Iran menegaskan tidak akan berunding sebelum tujuh syaratnya dipenuhi, antara lain pencabutan blokade pelabuhan dan sanksi ekspor minyak. Qatar menyatakan komunikasi melalui jalur mediasi masih berlanjut, sementara Menteri Pertahanan Iran menyatakan kesiapan menghadapi “perang keempat”. Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Hegseth melakukan kunjungan mendadak ke Israel, dan IRGC melaporkan sebuah kapal tanker raksasa meledak setelah terkena ranjau di selatan Selat Hormuz. Cadangan minyak strategis AS turun ke 282,7 juta barel, terendah dalam 44 tahun. Brent bergerak di kisaran $109–111 per barel.
• S&P Global memperingatkan risiko utang AI perusahaan teknologi besar. Lembaga pemeringkat tersebut menilai Amazon, Microsoft, Alphabet, Oracle, Meta, dan SpaceX berpotensi memiliki utang dan kewajiban kontinjensi terkait AI yang lebih besar daripada yang diungkapkan secara publik. S&P Global memperkirakan belanja keenam perusahaan untuk pusat data dan proyek AI melampaui $7 triliun pada 2025–2030, dengan arus kas bebas yang diperkirakan negatif setidaknya hingga tahun depan. Belum ada penurunan peringkat secara luas, tetapi risiko utamanya adalah imbal hasil investasi yang tidak sesuai harapan.
• Prancis memperluas jam malam dan mengerahkan tentara menjelang aksi lanjutan akhir pekan. Perdana Menteri Sébastien Lecornu menyatakan jam malam baru akan diberlakukan di wilayah yang membutuhkan, dan pengerahan aparat pada Sabtu mendatang akan dilakukan secara masif. Paris melarang aksi berkumpul di sejumlah kawasan utama, sedangkan Lille dan Marseille memberlakukan jam malam bagi anak di bawah umur. Lebih dari 2.500 orang ditangkap dalam kerusuhan akhir pekan lalu, dan parlemen membentuk komisi penyelidikan. Kerusuhan ini menambah premi risiko politik Prancis menjelang pemilu presiden April–Mei 2027, dengan Marine Le Pen memimpin survei.
• Diplomasi Ukraina berlanjut di tengah memburuknya hubungan Washington–Kyiv. Presiden Ukraina Zelensky bertemu utusan AS Steve Witkoff di Oslo untuk membahas kerangka perdamaian, di tengah meningkatnya ketegangan hubungan AS–Ukraina. Pada 21 Oktober, Witkoff melanjutkan diplomasi ke St. Petersburg dan bertemu Presiden Vladimir Putin guna membahas peluang gencatan senjata serta kelanjutan perundingan Rusia–AS–Ukraina.
• Rilis data perumahan AS menunjukkan pelemahan. Housing starts September tercatat sebesar 1,221 juta unit, di bawah ekspektasi 1,308 juta, dan pending home sales turun 7,3%. Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada FOMC 27–28 Oktober sebelum kembali menaikkannya pada Desember. Perhatian investor tertuju pada laporan kinerja Meta, Tesla, Lam Research, dan Texas Instruments pada Rabu waktu AS untuk menilai keberlanjutan investasi AI.
• BI mempertahankan BI-Rate di 5,75% sekaligus menurunkan GWM dan memperluas insentif lindung nilai. Selain menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 5,00%, BI menurunkan rasio Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah bank konvensional dari 9% menjadi 7% secara bertahap, yaitu 8% mulai 1 November dan 7% mulai 1 Desember 2026. GWM bank syariah turun dari 7,5% menjadi 5,5% dengan tahapan yang sama, dan sebagian GWM rupiah akan memperoleh remunerasi hingga 5% mulai 1 Desember. Kebijakan ini berpotensi menambah likuiditas perbankan. Untuk stabilitas Rupiah, BI menaikkan diskon premi lindung nilai DNDF tenor 6 bulan dari 25% menjadi 40% dan tenor 12 bulan dari 30% menjadi 45%. Insentif lindung nilai sejak Juni 2026 tercatat telah menarik aliran modal asing sebesar $9,9 miliar. BI juga memperpanjang ketentuan rasio LTV/FTV kredit properti 100% dan uang muka 0% kredit kendaraan baru hingga 31 Desember 2027, serta memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 4,9%–5,7%.
• Pengeluaran 80 saham HSC dari perhitungan IHSG dijadwalkan efektif awal November. BEI menyatakan kebijakan ini mengikuti jadwal index review. Ke-80 saham HSC tersebut berbobot sekitar 18% dari IHSG dan mencakup saham yang terafiliasi dengan sejumlah konglomerasi, termasuk lima saham berkapitalisasi di atas Rp200 triliun, yaitu DCII, BYAN, BREN, MORA, dan DSSA. Kebijakan ini bukan delisting, sehingga saham HSC tetap dapat diperdagangkan.
Divisi Pengelolaan Investasi DAPENBI IP