Financial Market Update

IDR10 : 7,38% - 7,41% (cl: 7,41%)
IDR5: 7,18% - 7,20% (cl: 7,19%)
UST10: 5,11% - 5,14% (last: 5,13%)

IDR : 17.985 - 18.043 (cl: 17.987)
DXY : 101,74 - 101,98 (last: 101,83)
JCI : 4.980,16 - 5.278,89 (cl: 5.278,89)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : 0bps to 7,19%
FR0108 (10yr) : +2bps to 7,41%
FR0106 (15yr) : 0bps to 7,39%
FR0107 (20yr) : -2bps to 7,41%

Market Recap:

• Harga SBN seri benchmark ditutup bervariasi, dengan kisaran pergerakan yield sebesar 0-2 bps. Penguatan Rupiah ke bawah level 18.000 dan pemulihan IHSG belum diikuti penurunan yield secara merata, dengan yield FR0108 (10 tahun) masih naik 2 bps ke 7,41%. Yield UST 10 tahun yang bertahan tinggi di kisaran 5,11%–5,14% dan harga minyak dunia di sekitar $109 per barel masih membatasi minat terhadap SBN tenor panjang. Pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Rabu (21/10/2026), dengan sejumlah ekonom menilai kenaikan BI-Rate sebesar 25 bps ke 6,00% sebagai skenario utama setelah Rupiah sempat menembus 18.000 dan yield SBN meningkat pasca pengumuman MSCI.

• Rupiah ditutup menguat 0,31% ke level 17.987 terhadap USD, dari sebelumnya 18.043, dan kembali ke bawah level psikologis 18.000. Penguatan ini mengakhiri pelemahan empat hari berturut-turut dan sejalan dengan DXY yang sempat melemah ke kisaran 101,74 sebelum kembali ke 101,98. Rebound IHSG dan langkah stabilisasi otoritas turut menopang sentimen terhadap aset domestik menjelang keputusan RDG BI. Analis menilai kenaikan suku bunga saja belum tentu cukup memulihkan Rupiah karena tekanan juga bersumber dari meningkatnya persepsi risiko pasar keuangan Indonesia, sehingga perlu disertai intervensi valas, pengelolaan likuiditas, serta koordinasi dengan pemerintah dan regulator.

• IHSG ditutup menguat 5,65% ke level 5.278,89, berbalik dari pelemahan tajam dua hari sebelumnya dan kembali ke atas level psikologis 5.000. IHSG bergerak di kisaran 4.982,19–5.278,88 dan ditutup di level tertinggi hariannya, di tengah pelemahan bursa Asia. Seluruh sektor ditutup menguat, dipimpin sektor transportasi (+8,55%) dan barang baku (+6,62%), dengan 694 saham naik, 111 saham turun, dan 158 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp26,4 triliun. Penguatan ditopang saham berkapitalisasi besar, antara lain BRPT (+20,08%), TLKM (+16,38%), BBRI (+9,84%), dan BBCA (+7,88%). Sentimen positif berasal dari rencana BEI memperluas keterbukaan afiliasi pemegang saham di atas 1% dan mengecualikan saham HSC dari perhitungan IHSG, rencana buyback sejumlah emiten (BRPT, BREN, CUAN, DSSA, dan TPIA) hingga sekitar Rp4,5 triliun, serta rencana Danantara menambah kepemilikan pada saham BUMN. Dengan penguatan hari ini, pelemahan IHSG sejak awal tahun sedikit menyempit menjadi sekitar 39,9%.

Point of Interest:

• Upaya de-eskalasi AS–Iran mulai terlihat, tetapi risiko di Teluk masih tinggi. Media regional melaporkan terobosan untuk menghentikan eskalasi Washington–Teheran diharapkan terjadi pekan ini, dengan kedua pihak didorong memberikan konsesi, sementara Panglima Angkatan Darat Pakistan dijadwalkan berkunjung ke Teheran pada Selasa (20/10). Namun, Iran mengklaim AS menyerang pangkalan angkatan laut Konarak, yang dibantah pejabat AS, dan kelompok Houthi mengklaim enam serangan ke Arab Saudi dalam 48 jam, termasuk ke fasilitas Aramco di Yanbu. Brent bergerak di kisaran $109–110 per barel.

• Prancis memberlakukan jam malam di sejumlah kota setelah kerusuhan akhir pekan. Jam malam diterapkan di sebagian wilayah Paris, Lille, dan Nice, sementara Marseille melarang aksi berkumpul. Kementerian Dalam Negeri mencatat sekitar 2.400 penangkapan dan hampir 1.000 aparat terluka, dengan sekitar 3.000 toko terdampak. Perdana Menteri Sébastien Lecornu menolak jam malam menyeluruh di Paris, sementara serikat pekerja menyerukan mogok dan aksi baru pada 5 November. Kerusuhan ini mendorong permintaan aset aman seperti USD dan menambah premi risiko politik Prancis menjelang pemilu presiden enam bulan lagi.

• AS melonggarkan sanksi energi Rusia di tengah perundingan damai Ukraina. Pemerintahan Trump melonggarkan sanksi energi Rusia, dengan pasokan diesel Rusia awal lebih dari 300 ribu ton, meskipun Trump kemudian menyatakan belum mengambil keputusan final. Utusan AS Kushner dan Witkoff dijadwalkan ke Norwegia untuk perundingan Ukraina yang juga akan dihadiri Zelensky. WSJ melaporkan Putin mengusulkan pertemuan dengan Trump dan Xi, tetapi Kremlin menyatakan belum ada usulan substantif.

• Yield UST 10 tahun naik sekitar 4-5 bps ke 5,14% seiring meredanya tekanan pada saham AI. S&P 500 menguat 0,41% dan Nasdaq Composite naik 1,11%, didukung pemulihan saham teknologi dan kenaikan Amazon sekitar 5%, meski data perumahan AS menunjukkan indeks NAHB turun ke 29 (terendah sejak Juni 2012) atau di bawah ekspektasi 31. Pasar masih memperkirakan The Fed menahan suku bunga pada FOMC 27–28 Oktober sebelum kembali menaikkannya pada Desember, sementara perhatian investor beralih ke laporan kinerja Meta, Tesla, Lam Research, dan Texas Instruments pada Rabu untuk menilai keberlanjutan investasi dan profitabilitas AI.

• PBOC mempertahankan LPR untuk bulan ke-17 berturut-turut. LPR 1 tahun tetap 3,00% dan LPR 5 tahun 3,50%, sesuai ekspektasi seluruh 22 analis yang disurvei Reuters, seiring pertumbuhan ekonomi China yang lebih kuat dari perkiraan mengurangi urgensi stimulus moneter tambahan. Di sisi lain, Gubernur PBOC Pan Gongsheng mengindikasikan bank sentral tengah mengkaji peralihan tenor utama operasi pasar terbuka dari 7 hari menjadi overnight, yang nantinya dapat menjadikan overnight repo rate sebagai suku bunga kebijakan utama. PBOC menyatakan akan segera merilis panduan reformasi acuan suku bunga dimaksud.

• Rencana Danantara dan aksi buyback emiten menopang sentimen pasar saham. Danantara menyatakan akan menambah kepemilikan pada saham BUMN dengan fundamental kuat, melengkapi komitmen investasi $5 miliar pada perusahaan domestik dalam 6–9 bulan ke depan yang diumumkan sebelumnya. Di sisi lain, BRPT, BREN, CUAN, DSSA, dan TPIA mengumumkan rencana buyback dengan total hingga sekitar Rp4,5 triliun.

• BEI menyiapkan pengeluaran 80 saham HSC dari perhitungan IHSG setelah bertemu MSCI. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengumumkan langkah tsb pada Senin malam, dengan menyatakan bahwa saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC), yaitu saham yang sebagian besar dimiliki oleh segelintir pemegang saham atau kelompok terafiliasi, tidak akan lagi diperhitungkan dalam IHSG. Terdapat 80 saham dalam daftar HSC yang memiliki bobot sekitar 18% dari IHSG, termasuk lima saham berkapitalisasi di atas Rp200 triliun pada akhir Q3-2026, yaitu DCII, BYAN, BREN, MORA, dan DSSA. Kebijakan ini bukan delisting, sehingga saham HSC tetap dapat diperdagangkan, tetapi pergerakan harganya tidak lagi memengaruhi IHSG. BEI juga akan memperkuat transparansi dengan menambahkan informasi afiliasi pemegang saham dengan kepemilikan minimal 1%. Tanggal efektif kedua kebijakan belum ditetapkan.

Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP