Financial Market Update

IDR10 : 7,21% - 7,32% (cl: 7,32%)
IDR5: 7,03% - 7,26% (cl: 7,26%)
UST10: 5,06% - 5,11% (last: 5,11%)

IDR : 17,984 - 18.065 (cl: 18.012)
DXY : 101,58 - 102,08 (last: 101,68)
JCI : 5.185,10 - 5.404,51 (cl: 5.185,10)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : +23bps to 7,26%
FR0108 (10yr) : +10bps to 7,32%
FR0106 (15yr) : +19bps to 7,41%
FR0107 (20yr) : +2bps to 7,30%

Market Recap:

• Harga SBN seri benchmark ditutup melemah signifikan dengan kenaikan yield sebesar 2–25 bps di seluruh tenor. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 10 bps ke 7,32% dengan kenaikan terbesar terjadi pada tenor 5 tahun (+23 bps ke 7,26%). Pelemahan SBN terutama dipicu oleh pengumuman MSCI mengenai konsultasi penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, yang mendorong aksi jual pada aset domestik dan meningkatkan persepsi risiko terhadap Indonesia. Tekanan juga berasal dari rilis data inflasi produsen (PPI) AS September yang naik 6,3% YoY, jauh di atas perkiraan 5,3%, sehingga masih mendukung ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed. Yield UST 10 tahun yang bertahan tinggi di kisaran 5,11% serta pelemahan Rupiah turut memberikan sentimen negatif bagi SBN hingga penutupan.

• Rupiah ditutup melemah 0,41% ke level 18.012 terhadap USD, dari sebelumnya 17.938, dan kembali menembus level psikologis 18.000. Pelemahan terutama disebabkan oleh faktor idiosyncratic domestik setelah MSCI membuka konsultasi untuk kemungkinan menurunkan klasifikasi Indonesia menjadi Standalone Market, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap arus keluar investor asing. Pelemahan Rupiah terjadi meski mayoritas mata uang Asia menguat dan DXY turun ke sekitar 101,7, menegaskan faktor risiko domestik yang mendominasi pergerakan pasar pada Jumat. Harga Brent yang tetap tinggi di sekitar $105/barel menjadi tekanan tambahan terhadap outlook eksternal Indonesia.

• IHSG ditutup melemah tajam 11,57% ke level 5.185,10, penurunan harian terdalam sejak krisis moneter tahun 1998, setelah MSCI membuka konsultasi atas usulan reklasifikasi pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market. IHSG turun 8% sesaat setelah pembukaan sehingga BEI memberlakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt), dan tekanan jual berlanjut hingga penutupan. Seluruh indeks sektoral melemah, dipimpin sektor barang baku (-13,26%), dengan 775 saham turun dan nilai transaksi mencapai sekitar Rp32 triliun. Pelemahan IHSG terjadi di tengah mayoritas bursa saham Asia yang menguat setelah aksi jual saham teknologi dan AI mereda.

Point of Interest:

• MSCI membuka konsultasi atas usulan penurunan status pasar modal Indonesia. Indeks saham Indonesia diusulkan turun dari kelompok pasar berkembang (Emerging Market) menjadi pasar mandiri (Standalone Market). MSCI menilai aksesibilitas, likuiditas, dan tata kelola pasar saham Indonesia tidak lagi memenuhi kualifikasi kelas Emerging Market. Masa konsultasi berlangsung hingga 30 April 2027, dengan keputusan final paling lambat 30 Juni 2027. BEI dan OJK menyatakan akan memperkuat reformasi pasar modal yang saat ini tengah berjalan sekaligus akan meminta klarifikasi kepada MSCI mengenai dasar pertimbangan pengumuman tersebut.

• OJK menjatuhkan sanksi administratif dan denda senilai total Rp2,1 triliun kepada pihak-pihak terkait dengan pelanggaran pada saham DSSA, BREN, dan CUAN, yang mencakup kasus manipulasi perdagangan saham serta penjatahan IPO yang terkonsentrasi pada pihak terkait pengendali. Langkah OJK bekerjasama dengan Bareskrim Polri untuk mengusut pidana pasar modal ini merupakan respon atas kekhawatiran MSCI terkait isu transparansi kepemilikan dan integritas perdagangan di bursa domestik.

• Ekspektasi kenaikan suku bunga Fed dalam waktu dekat mereda, meski proyeksi masih menunjukkan kebijakan moneter akan tetap relatif ketat dalam beberapa tahun ke depan. Pasar memperkirakan peluang Fed menahan suku bunga pada Oktober meningkat, yang mendorong pelemahan USD sedangkan EUR dan JPY cenderung menguat. Namun demikian, kemungkinan kenaikan suku bunga oleh The Fed pada akhir tahun masih terbuka sejalan dengan pernyataan sejumlah pejabat.

• Aksi jual saham semikonduktor berlanjut akibat kekhawatiran terhadap tingginya pembiayaan utang dalam ekspansi AI. Tekanan pada CoreWeave dan perusahaan neocloud meluas ke pemasok chip, meski TSMC mencatat laba kuartal III naik 69% menjadi $23,6 miliar. Kondisi ini menunjukkan investor semakin mencermati keberlanjutan belanja AI di tengah biaya pendanaan yang tinggi.

• Risiko tekanan harga pangan Asia meningkat seiring menguatnya El Niño serta tingginya biaya energi dan pupuk. Di Indonesia, indeks ENSO mencapai +3,08 dan awal musim hujan diperkirakan mundur di sekitar 61% wilayah, sehingga berisiko mengganggu musim tanam berikutnya. Meski stok beras pemerintah masih tinggi, El Niño yang berkepanjangan tetap berpotensi menambah tekanan inflasi pangan pada 2027. PBB memperkirakan guncangan harga pangan dan energi dapat menambah 132 juta orang miskin di dunia, dengan sekitar 91 juta di antaranya di Asia.

• Pemerintah menegaskan percepatan reformasi tata kelola dan penegakan hukum pasar modal menyusul proposal konsultasi MSCI terkait status Indonesia. Menko Airlangga menyebut pengumuman tersebut datang lebih cepat dari perkiraan semula di bulan November dan perlu dijadikan momentum untuk mempercepat proses reformasi dan transparansi bursa. Pemerintah juga mengimbau pelaku pasar tetap tenang, dengan menilai fundamental ekonomi dan daya beli domestik masih relatif terjaga.

• Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak merencanakan pembatasan produksi bijih nikel. Pemerintah mengkaji pembatasan pembangunan smelter nikel baru untuk mengurangi kelebihan pasokan produk setengah jadi, khususnya di tengah kelebihan pasokan nikel global sebesar 2,5 juta ton. Kebijakan diarahkan untuk menjaga keseimbangan pasar sekaligus mendorong investasi ke produk hilir bernilai tambah lebih tinggi, sejalan dengan posisi Indonesia sebagai pemasok sekitar 60% nikel global.

Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP