Financial Market Update

IDR10 : 7,11% - 7,18% (cl: 7,18%)
IDR5 : 7,00% - 7,09% (cl: 7,07%)
UST10 : 5,20% - 5,27% (last: 5,26%)

IDR : 17.974 - 18.006 (cl: 17.975)
DXY : 101,18 - 101,49 (last: 101,39)
JCI : 6.013,08 - 6.150,55 (cl: 6.121,70)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : +7bps to 7,07%
FR0108 (10yr) : +7bps to 7,18%
FR0106 (15yr) : +8bps to 7,23%
FR0107 (20yr) : +4bps to 7,23%

Market Recap:

• Harga SBN seri benchmark bergerak melemah dengan kisaran kenaikan yield sebesar 4-8 bps. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 7 bps ke level 7,18% (ytd: +113 bps). Pelemahan dipicu oleh sentimen negatif dari aksi jual obligasi global setelah yield UST 10 tahun pada perdagangan overnight kembali melonjak menyentuh 5,27%, yang merupakan level tertinggi sekitar 19 tahun terakhir, diikuti kenaikan yield UST 30 tahun hingga mencapai 5,55% (tertinggi dalam 24 tahun). Lonjakan tersebut terutama disebabkan oleh berlanjutnya ekspektasi kenaikan suku bunga global seiring risiko peningkatan inflasi ke depan akibat kenaikan harga energi.

• Rupiah ditutup stabil di level 17.975 setelah sempat bergerak melemah ke level 18.006 (melampaui level psikologis 18.000). Tekanan terutama berasal dari penguatan DXY (indeks Dollar) yang juga menekan mata uang EM lainnya, peningkatan harga minyak yang memicu ekspektasi kenaikan suku bunga global, serta kenaikan yield UST yang mengurangi daya tarik carry aset Indonesia. Dari domestik, tekanan juga diperkuat kebutuhan valas importir menjelang akhir triwulan III.

• IHSG ditutup melemah 0,43% ke level 6.121,70, terutama akibat berlanjutnya risk-off global yang memicu outflow secara luas pada pasar saham EM. Pelemahan IHSG terutama disebabkan oleh sektor teknologi, transportasi, energi dan big caps seperti GOTO, AMMN, BBCA, TLKM.

Point of Interest:

• RUU APBN 2027 resmi disahkan menjadi Undang-Undang, dengan pemerintah mempertahankan stance fiskal ekspansif namun tetap menargetkan defisit sebesar 2,4% PDB. Pendapatan negara ditetapkan sebesar Rp3.435,1 triliun, belanja Rp4.106,3 triliun, dan pembiayaan Rp671,2 triliun, dengan fokus belanja pada pangan, energi, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, infrastruktur, dan perlindungan sosial. Bagi pasar, pengesahan APBN memberikan kepastian atas arah kebijakan fiskal 2027 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah menjaga kredibilitas dan keberlanjutan fiskal di tengah agenda belanja yang tetap ekspansif.

• Hasil lelang SUN 29 September: Pemerintah menyerap Rp30 triliun sesuai target indikatif, di tengah permintaan yang relatif melemah akibat tekanan yield global. Permintaan terlemah tercatat pada SPN tenor satu tahun dengan bid-to-cover (btc) sekitar 1,18x. Adapun seri baru FR0112 tenor 2042 memperoleh demand relatif tinggi dengan btc 2,47x dan rata-rata tertimbang yield 7,26%, menunjukkan kesediaan investor menyerap supply pada level yield yang lebih menarik. Hasil lelang berlangsung di tengah kenaikan UST 10 tahun ke sekitar 5,27% dan pelemahan Rupiah.

• BEI menetapkan saham ASII, BBCA, BRPT, BUMI, dan INDF dapat ditransaksikan secara short selling mulai 1 Oktober 2026. Implementasi dilakukan secara bertahap melalui dua Anggota Bursa, sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur dan pendalaman pasar modal. Kebijakan tersebut memperluas alternatif strategi investasi dan hedging serta diharapkan mendukung likuiditas dan price discovery. Namun, BEI menekankan mekanisme short selling memiliki risiko lebih tinggi dan ditujukan terutama bagi investor berpengalaman.

• Pejabat Iran dilaporkan pesimistis mengenai kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat (sebelum penyelenggaraan midterm election di AS di bulan November). Di sisi pasokan, terdapat berita terkait pemulihan sekitar separuh kapasitas East-West Pipeline Saudi serta ekspor minyak Timur Tengah yang telah pulih menjadi sekitar 80% dari level sebelum perang seiring berkurangnya kemampuan Iran menghambat arus minyak melalui Hormuz. Namun, melemahnya daya tawar Iran justru dinilai dapat meningkatkan risiko eskalasi militer, sehingga premi risiko geopolitik tetap tinggi dan harga minyak masih bertahan di level tinggi.

• Gubernur The Fed Lisa Cook menyatakan bahwa investasi AI saat ini turut menambah tekanan inflasi di AS. Ia juga memperingatkan bahwa peningkatan produktivitas yang diharapkan dari AI kemungkinan datang terlalu lambat untuk mengimbangi tekanan harga yang lebih luas sepanjang tahun ini.

• RBA menaikkan cash rate 25 bps untuk keempat kalinya tahun ini seiring tingkat inflasi inti sebesar 3,6% yang masih berada di atas target bank sentral. Langkah tersebut memperkuat narasi bahwa shock energi membuat bank sentral global kembali menghadapi tekanan hawkish (higher-for-longer global rates).

• China mensinyalkan akan mempercepat stimulus tambahan untuk menahan perlambatan ekonomi dan menstabilkan sektor properti, setelah State Council menjanjikan paket kebijakan baru yang lebih praktis dan efektif. Sinyal tersebut membantu menopang sentimen pasar di kawasan di tengah tekanan risk-off global, meski bursa Asia secara umum masih melemah.

Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP