Financial Market Update
IDR10 : 7,08% - 7,09% (cl: 7,09%)
IDR5 : 6,90% - 6,94% (cl: 6,90%)
UST10 : 4,92% - 4,98% (last: 4,96%)
IDR : 17.864 - 17.895 (cl: 17.872)
DXY : 100,31 - 100,70 (last: 100,60)
JCI : 6.258,44 - 6.423,84 (cl: 6.277,04)
Yield SUN
FR0109 (5yr) : -1bps to 6,90%
FR0108 (10yr) : +1bps to 7,09%
FR0106 (15yr) : 0bps to 7,15%
FR0107 (20yr) : -1bps to 7,18%
Market Recap:
• Harga SBN seri benchmark bergerak sideways dengan pergerakan yield terbatas sebesar 0-1 bps. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 1 bps ke level 7,09% (ytd: +104 bps), terutama disebabkan oleh sikap wait-and-see pelaku pasar menjelang keputusan BI-Rate pada RDG BI pada 22-23 September dengan ekspektasi bahwa suku bunga acuan akan dipertahankan pada level 5,75%.
• Rupiah ditutup melemah 0,19% ke 17.872 dari sebelumnya 17.838, di tengah penguatan yang dialami mayoritas mata uang Asia lainnya terhadap dolar. Kinerja Rupiah cenderung underperform di kawasan seiring kehati-hatian investor menjelang keputusan suku bunga BI pada Rabu, 23 September 2026. Sebanyak 33 dari 36 ekonom dalam survei Bloomberg memperkirakan BI mempertahankan BI-Rate pada 5,75%. Pasar menilai sikap kebijakan tersebut kurang restriktif dibandingkan arah kebijakan The Fed yang turut berdampak terhadap pelemahan Rupiah.
• IHSG ditutup melemah 1,69% ke level 6.277,04, dipicu net jual asing yang mencapai Rp671,6 miliar terutama pada saham perbankan. Selain itu, terdapat juga pemberitaan terkait kemungkinan rebalancing dana asing ke Vietnam setelah berhasil masuk ke dalam indeks FTSE EM per 21 September, sehingga menekan sentimen lebih lanjut di pasar saham domestik.
Point of Interest:
• Berlanjutnya sinyal hawkish dari para pejabat The Fed setelah kenaikan suku bunga pekan lalu. Presiden Fed Boston Susan Collins secara eksplisit mendukung kenaikan FFR dan menyatakan bahwa suku bunga The Fed yang sedikit lebih restriktif akan membantu memastikan inflasi kembali ke sasaran target. Presiden Fed Chicago Goolsbee menilai masih ada potensi inflasi bergerak menuju target 2% The Fed, namun menegaskan bahwa pengetatan kebijakan tambahan tetap diperlukan apabila tren penurunan inflasi tidak berlanjut. Sementara itu, Presiden Fed Richmond Tom Barkin memperingatkan risiko persistensi tekanan inflasi dan membutuhkan waktu untuk mereda, meskipun tidak memberikan komitmen awal terhadap kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut.
• Bloomberg melaporkan interest-rate swap mencerminkan ekspektasi pasar terhadap tiga kali kenaikan FFR masing-masing 25 bps hingga pertengahan 2027. Hal ini memperkuat narasi suku bunga tinggi untuk periode yang lebih panjang dan membuat yield UST 10 tahun bertahan di kisaran mendekati 5,00%.
• Laporan Bloomberg menyoroti meningkatnya permintaan USD untuk pembayaran impor sebagai salah satu faktor yang menekan Rupiah. Kondisi ini merupakan faktor musiman yang rutin terjadi menjelang akhir bulan dan akhir kuartal di Indonesia, ketika kebutuhan USD korporasi untuk pembayaran impor komoditas dan energi cenderung meningkat.
• Hasil lelang sukuk/SBSN memperlihatkan permintaan yang cenderung stabil. Total penawaran masuk sedikit meningkat ke Rp26,9 triliun dari lelang sukuk sebelumnya Rp26,1 triliun, dengan total yang dimenangkan Pemerintah sebesar Rp11 triliun (di atas target penerbitan Rp10,0 triliun) atau bid-to-cover ratio/btc sebesar 2,44x. Seri yang paling diminati adalah jangka pendek SPNS07062027 dengan penawaran masuk Rp4,8 triliun (btc 2,42x; WAY 6,50%). Btc seri tenor panjang terpantau lebih rendah sebesar 1,62-1,96x dibandingkan tenor pendek sebesar 2,16-2,68x kali, yang konsisten dengan keengganan investor menambah durasi di tengah kenaikan yield global.
• Menkeu Suahasil mengumumkan bahwa pemerintah telah menyelesaikan kewajiban surat utang kepada BI sebesar Rp218,3 triliun. Pembayaran terakhir atas kewajiban surat utang terkait penanganan krisis 1997 – 1998 tsb sudah dilakukan pada 24 Agustus 2026. Menkeu menegaskan penyelesaian kewajiban pemerintah kepada BI tsb tidak menghapus hak tagih negara thd obligor dan debitur BLBI, yang masih akan dilanjutkan proses penagihan dan pemulihan asetnya melalui mekanisme pengurusan piutang negara dan penegakan hukum.
• Harga minyak Brent turun lebih dari 4% ke bawah $100/barel setelah Presiden AS Donald Trump mengindikasikan keterbukaannya terhadap jalur diplomasi dengan Iran. Trump dilaporkan menolak permintaan Arab Saudi untuk menyerang kelompok Houthi dan menyatakan kemungkinan untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam Sidang Umum PBB pekan ini di New York.
• People’s Bank of China (PBoC) mempertahankan Loan Prime Rate (LPR) tenor satu tahun dan lima tahun masing-masing di level 3,0% dan 3,5% selama 16 bulan berturut-turut. Keputusan tersebut diambil di tengah masih lemahnya konsumsi rumah tangga dan permintaan kredit korporasi, sementara harga perumahan terus mengalami penurunan pada Agustus 2026.
• Presiden China Xi Jinping akan bertemu Presiden AS Donald Trump pada 23–25 September 2026. Kedua pemimpin diperkirakan akan membahas berbagai isu global utama, termasuk hubungan perdagangan China-AS dan perdamaian global, serta potensi kesepakatan terkait pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP