Financial Market Update
IDR10 : 7,06% - 7,10% (cl: 7,09%)
IDR5 : 6,85% - 6,90% (cl: 6,89%)
UST10 : 4,76% - 4,81% (last: 4,76%)
IDR : 17.605 - 17.654 (cl: 17.630)
DXY : 98,72 - 99,02 (last: 98,88)
JCI : 6.636,94 - 6.696,28 (cl: 6.686,44)
Yield SUN
FR0109 (5yr) : +1bps to 6,89%
FR0108 (10yr) : 0bps to 7,09%
FR0106 (15yr) : -2bps to 7,12%
FR0107 (20yr) : -2ps to 7,14%
Point of Interest:
• Harga SBN seri benchmark bergerak variatif dengan kisaran pergerakan yield cenderung sempit sebesar 0-2 bps. Yield SUN 10 tahun ditutup stabil di level 7,09% (ytd: +104 bps). Pergerakan SBN cenderung terbatas dan sebagian penguatan jangka panjang ditopang oleh hasil lelang sukuk negara hari ini yang cukup kuat, khususnya pada tenor menengah panjang (jatuh tempo 2033) dengan rasio bid-to-cover sebesar 5,87x.
• Rupiah ditutup menguat tipis 0,06% ke 17.630 dari sebelumnya 17.640, seiring DXY yang cenderung sideways di tengah sikap wait-and-see pelaku pasar menjelang rilis data inflasi AS. Penguatan Rupiah turut didukung apresiasi JPY akibat meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh BoJ, serta dampak penguatan harga tembaga terhadap terms of trade Indonesia dan meredakan kekhawatiran terhadap defisit transaksi berjalan.
• IHSG ditutup menguat 1,01% ke level 6.686,44 terutama disebabkan oleh penguatan pada sektor pertambangan seiring kenaikan harga komoditas tembaga. Perbaikan sentimen turut didukung oleh pembukaan kembali Bandara Soetta yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap dampak erupsi. Penguatan saham terbesar dikontribusikan oleh emiten Amman Mineral (+5,9%) dan Merdeka Copper Gold (+7,6%).
• Pasukan Houthi melancarkan serangkaian serangan terhadap fasilitas minyak Saudi Aramco yang memicu kebakaran pada tempat penyimpanan minyak dan infrastruktur kelistrikan. Arab Saudi mengonfirmasi bahwa operasi di sejumlah fasilitas energi telah dihentikan. Serangan memicu lonjakan harga minyak Brent ke level $99/barel, dengan Goldman Sachs kembali memperingatkan potensi kenaikan harga minyak hingga $120/barel apabila gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah semakin memburuk.
• JPY melanjutkan penguatan terhadap USD dan sempat menembus 152,89 per USD, yang merupakan level terkuatnya sejak Februari. Penguatan tersebut dipicu oleh stop-loss order di bawah level 155 yang memaksa dealer option untuk menjual USD. Menkeu Jepang Katayama kembali menegaskan bahwa otoritas akan menjaga pasar valas tetap teratur, yang mengindikasikan toleransi berlanjut terhadap penguatan JPY. Penguatan JPY tersebut memberikan sentimen positif bagi pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap USD.
• Analis Bloomberg Marcus Wong menilai bahwa kebijakan BI untuk mengurangi frekuensi lelang SRBI menjadi faktor yang mendorong pembelian obligasi domestik oleh investor asing. Laporan Bloomberg Inside Asia menyebutkan bahwa yield SBN cenderung resilience dan bergerak turun seiring masuknya pembelian asing setelah BI mengurangi frekuensi lelang SRBI.
• Pembukaan kembali sejumlah bandara utama di Indonesia pasca terdampak erupsi meredakan kekhawatiran pelaku pasar. Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara (Bandung) dilaporkan telah dibuka kembali pada dini hari tadi, menyusul abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mulai mereda. Pemulihan operasional yang cepat tersebut juga mencegah spekulasi bahwa erupsi dapat berkembang menjadi gangguan ekonomi yang berkepanjangan.
• Menkeu Purbaya menyatakan pemerintah menyiapkan opsi agar SMI dan/atau INA mengambil alih saham Danantara di proyek Whoosh, dengan target penyelesaian pada 15 September 2026. Langkah ini dinilai positif karena dapat memperjelas restrukturisasi aset BUMN, mengurangi eksposur kewajiban kontinjensi Danantara, dan membuka ruang modal untuk investasi baru. Namun, skema pembayaran utang Whoosh yang mencapai sekitar Rp1 triliun per tahun selama 80 tahun tetap menunjukkan besarnya beban jangka panjang dari proyek infrastruktur tersebut.
• Menkeu Purbaya memperkirakan bahwa bencana alam akan sedikit berdampak pada pertumbuhan ekonomi Semester II-2026. Lebih lanjut, Purbaya menyatakan bahwa Kemenkeu telah meninjau kembali proyeksi pertumbuhan semester II, namun belum menyampaikan revisi proyeksi PDB setahun penuh dan tetap menilai bahwa dampaknya relatif terbatas.
• Pemegang sukuk Pos Indonesia menolak usulan restrukturisasi dan relaksasi pemenuhan covenant keuangan. Hal ini menambah indikasi tekanan pada segmen kredit BUMN setelah kasus Adhi Karya dan restrukturisasi Waskita Karya. Perkembangan tersebut berpotensi meningkatkan kehati-hatian investor terhadap utang perusahaan terkait pemerintah dan menambah sorotan terhadap agenda restrukturisasi Danantara.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP