Financial Market Update
IDR10 : 7,09% - 7,12% (cl: 7,09%) IDR5 : 6,88% - 6,88% (cl: 6,88%) UST10 : 4,78% - 4,78% (last: 4,78%)
IDR : 17.638 - 17.664 (cl: 17.640) DXY : 98,83 - 99,21 (last: 98,89) JCI : 6.610,93 - 6.667,75 (cl: 6.619,67)
Yield SUN FR0109 (5yr) : -1bps to 6,88% FR0108 (10yr) : 0bps to 7,09% FR0106 (15yr) : -3bps to 7,14% FR0107 (20yr) : 0bps to 7,16%
Point of Interest:
• Harga SBN seri benchmark bergerak menguat terbatas dengan kisaran penurunan yield sebesar 0-3 bps. Yield SUN 10 tahun ditutup stabil di level 7,09% (ytd: +104 bps). Sentimen positif dari peningkatan eksposur sejumlah manajer investasi global ke obligasi sovereign EM mampu mengimbangi tekanan dari eskalasi konflik AS–Iran, kenaikan harga minyak, dan repricing ekspektasi suku bunga The Fed pasca data tenaga kerja AS yang lebih kuat. Pergerakan tetap sempit seiring volume perdagangan yang terbatas akibat libur pasar AS dan sikap wait-and-see menjelang rilis inflasi AS pekan ini.
• Rupiah ditutup melemah 0,02% ke 17.640 dari sebelumnya 17.637 seiring eskalasi konflik AS-Iran di Selat Hormuz selama akhir pekan yang mendorong harga minyak naik mendekati level $98/barel.
• IHSG ditutup melemah 0,25% ke level 6.619,67 akibat sentimen negatif global dari meningkatnya konflik AS-Iran dan faktor domestik akibat gangguan erupsi Gunung Anak Krakatau, meskipun bursa saham Asia cenderung menguat yang didorong oleh optimisme sektor AI dan teknologi pasca peluncuran model ChatGPT-6 Astra oleh OpenAI. Pelemahan IHSG terutama dikontribusikan oleh penurunan saham Sinar Mas Multiartha (-5,8%).
• Kapal tanker AS-Iran dilaporkan melancarkan aksi saling serang sepanjang akhir pekan, dengan eskalasi serangan dilaporkan sebagai salah satu yang terbesar sejauh ini. Strategis MUFG Bank memperingatkan bahwa rilis data inflasi AS pekan ini dapat menjadi risiko jangka pendek bagi Rupiah, terutama jika inflasi tsb diumumkan lebih kuat sehingga mendukung ekspektasi suku bunga AS tetap tinggi.
• Pasar memperhitungkan probabilitas sekitar 60% untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps menjadi 3,75%–4,00% pada FOMC meeting 15–16 September 2026, menyusul data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan. Sementara itu, pemerintahan Trump masih berlanjut menekan The Fed untuk tidak menaikkan suku bunga. Para pejabat The Fed masih khawatir terkait inflasi yang berada di atas target 2%, dengan Chairman Warsh mencatat bahwa 54% dari 199 komponen PCE naik lebih dari 3% YoY.
• Data Nonfarm Payrolls (NFP) AS naik sebesar 162 ribu pada Agustus 2026 vs ekspektasi konsensus sebesar 55 ribu, dan merupakan kenaikan terkuat dalam lima bulan terakhir. Tingkat pengangguran tercatat di angka 4,1%, sementara rata-rata upah per jam naik 0,3% MoM dan 3,1% YoY. Pertumbuhan lapangan kerja sangat kuat di bisnis restoran (+59 ribu pekerjaan) dan sektor pendidikan di pemerintah daerah (+42 ribu pekerjaan).
• Indeks Harga Pangan FAO naik 1,9% ke level 133,3 pada Agustus 2026, mencatatkan kenaikan selama dua bulan berturut-turut ke level tertinggi sejak November 2022. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan menyeluruh di semua kategori komoditas, dengan harga gula melonjak 11,9%, susu 2,3%, dan sereal 2,2%.
• Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan tujuh bandara Indonesia ditutup, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga Senin malam. Ribuan penumpang beralih ke moda transportasi darat seperti bus dan kereta api, yang memicu gangguan massal di berbagai pusat transportasi darat di Pulau Jawa. Peristiwa force majeure ini menimbulkan kerugian ekonomi jangka pendek akibat hilangnya pendapatan penerbangan, terhambatnya kargo udara, serta potensi pembatalan wisata. Dampak langsung ini paling dirasakan oleh maskapai besar seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan Lion Air. Selain itu, erupsi juga dilaporkan memperburuk krisis kebakaran hutan dan kabut asap di Indonesia.
• Data cadangan devisa Indonesia bulan Agustus naik menjadi $146,5 miliar (Juli: $145,34 miliar) atau tertinggi sejak Maret. Kenaikan ini didorong oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, meskipun sebagian tergerus untuk pembayaran utang luar negeri dan stabilisasi Rupiah oleh BI. Selain itu, terjadi perubahan struktural yang cukup signifikan pada komposisi cadangan devisa seiring melonjaknya kepemilikan emas sebesar 41% YoY.
• Pemerintah mempercepat agenda hilirisasi sekaligus melanjutkan konsolidasi BUMN. Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup dengan penghematan anggaran hingga Rp50 triliun, sementara sedikitnya 700 BUMN lainnya ditargetkan ditutup hingga akhir 2026. Restrukturisasi tersebut diproyeksikan menghasilkan efisiensi hingga Rp100 triliun dan diarahkan untuk membentuk struktur BUMN yang lebih efisien, sehat, dan profesional. Pada saat yang sama, pemerintah mendorong percepatan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam domestik dan investasi.
• Bloomberg mencatat sejumlah manajer investasi global mulai meningkatkan eksposur pada obligasi pemerintah EM. JPMorgan Asset Management dan BlackRock dilaporkan aktif menambah eksposur pada sovereign bond EM sebagai peluang relatif ketika obligasi negara maju tertekan oleh inflasi energi dan kekhawatiran fiskal. Pasar EM dinilai relatif resilien karena inflasi yang lebih terkendali dan kebijakan moneter yang sebelumnya telah berada pada level restriktif.
Divisi Pengelolaan Investasi DAPENBI IP