Financial Market Update

IDR10 : 7,08% - 7,11% (cl: 7,09%)
IDR5 : 6,87% - 6,91% (cl: 6,89%)
UST10 : 4,75% - 4,78% (last: 4,76%)

IDR : 17.616 - 17.644 (cl: 17.637)
DXY : 98,92 - 99,13 (last: 99,07)
JCI : 6.633,92 - 6.704,13 (cl: 6.636,48)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : -6bps to 6,89%
FR0108 (10yr) : -2bps to 7,09%
FR0106 (15yr) : -2bps to 7,17%
FR0107 (20yr) : -1bps to 7,16%

Point of Interest:

Harga SBN seri benchmark bergerak menguat dengan kisaran penurunan yield sebesar 1-6 bps. Yield SUN 10 tahun ditutup turun 2 bps ke level 7,09% (ytd: +104 bps), terutama didukung oleh stabilisasi yield UST dan pelemahan USD (DXY) seiring menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed setelah pernyataan less hawkish dari Gubernur Fed Waller.

Rupiah ditutup menguat 0,13% ke level 17.637 dari sebelumnya 17.660, seiring pelemahan USD yang berlanjut akibat penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed yang juga didukung oleh sinyal positif dari kredibilitas BI di bawah kepemimpinan Gubernur baru.

IHSG ditutup melemah 0,47% ke level 6.636,48, terutama dikontribusikan oleh pelemahan saham BBCA (-1,1%) seiring aksi profit taking pelaku pasar setelah penguatan IHSG akhir-akhir ini dan sekaligus sebagai antisipasi menjelang rilis data tenaga kerja AS pada Jumat malam. Selain itu, pemberitaan terkait utang BUMN konstruksi turut memberikan sentimen negatif lanjutan dari domestik.

Pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller direspon pasar dengan menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga acuan pada FOMC September. Waller memberikan argumen yang membuka peluang untuk mempertahankan suku bunga acuan jika tren disinflasi berlanjut, sekaligus menyatakan bahwa keputusannya akan sangat dipengaruhi oleh rilis data CPI Agustus pada 11 September. Pelaku pasar merespon dengan pasar swap menunjukkan penurunan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada FOMC September menjadi sekitar 50% dari 70% di awal pekan, sehingga meredakan tekanan eksternal terhadap aset emerging market, termasuk Indonesia.

Sinyal hawkish BoJ dan aksi pelepasan carry trade Yen secara global memicu lonjakan permintaan JPY. Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, serta sejumlah pejabat bank sentral memberikan pernyataan hawkish bahwa mereka membuka peluang untuk mempercepat pembahasan kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter pertengahan September 2026.

Harga minyak melanjutkan stabilisasinya di level $95/barel meskipun sempat turun hingga ke bawah level tersebut. Pelaku pasar mencermati kelanjutan pernyataan Presiden Trump bahwa konflik dengan Iran hanya akan bersifat jangka pendek.

BI dan Kemenkeu telah menyusun jadwal terkoordinasi terkait arus dana pemerintah sebagai langkah struktural dalam pengelolaan likuiditas. Langkah ini mencerminkan penguatan koordinasi kebijakan di bawah Gubernur Destry Damayanti serta mengurangi ketidakpastian terkait dinamika permintaan dan pasokan valuta asing domestik.

Indonesia menawarkan 32 proyek investasi strategis kepada Jepang dengan total nilai $12,5 miliar, yang memberikan sinyal positif bagi prospek arus masuk FDI dan penerimaan valuta asing dalam jangka menengah.

JPMorgan menilai prospek fiskal jangka menengah masih menghadapi tantangan, meskipun target defisit fiskal 2027 sebesar 2,4% thd PDB mencerminkan sikap fiskal yang lebih prudent dan dapat membantu meredam volatilitas pasar. Tantangan utama berasal dari penurunan rasio penerimaan negara terhadap PDB dan meningkatnya beban bunga, sehingga keberlanjutan pertumbuhan akan semakin bergantung pada efektivitas belanja pemerintah serta peningkatan investasi swasta melalui FDI, deregulasi, dan pembiayaan non-APBN. Investasi BUMN dan Danantara dinilai dapat menjadi sumber pembiayaan pelengkap untuk mendukung pertumbuhan.

Artikel Bloomberg menyoroti tekanan keuangan pada perusahaan konstruksi BUMN yang berpotensi meningkatkan kebutuhan restrukturisasi melalui Danantara dan membatasi ruang Investasi baru. Baru-baru ini Adhi Karya gagal membayar bunga obligasi sekitar Rp60,8 miliar dan tengah menjalani restrukturisasi, menyusul permasalahan serupa pada Waskita Karya dan Wijaya Karya. Dengan total utang empat BUMN konstruksi besar mencapai sekitar Rp124 triliun, kebutuhan penyehatan sektor ini berisiko menyerap lebih banyak modal Danantara dan meningkatkan kebutuhan pendanaan di tengah biaya pinjaman yang masih tinggi.

Waskita Karya memperoleh persetujuan restrukturisasi obligasi dengan perpanjangan jatuh tempo hingga akhir 2034, disertai penyesuaian kupon menjadi 5% per tahun dan penghapusan denda gagal bayar serta keterlambatan pembayaran. Perseroan menilai kesepakatan tersebut memperkuat proses restrukturisasi keuangan sekaligus meningkatkan peluang pencabutan suspensi perdagangan saham Waskita.

Norges Bank Investment Management mengusulkan pengurangan kepemilikan UST sekitar $80 miliar, setara dengan penurunan bobot menjadi 50% dari sebelumnya 70% dalam indeks benchmark yang menjadi acuannya. Perubahan struktural tersebut berpotensi mengalihkan sebagian permintaan ke alternatif emerging market dengan yield lebih tinggi, termasuk SBN Indonesia.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP