Financial Market Update

IDR10 : 6,96% - 7,05% (cl: 6,96%)
IDR5 : 6,80% - 6,86% (cl: 6,80%)
UST10 : 4,67% - 4,69% (last: 4,68%)

IDR : 17.684 - 17.744 (cl: 17.692)
DXY : 99,10 - 99,22 (last: 99,22)
JCI : 6.495,74 - 6.566,91 (cl: 6.518,12)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : -6bps to 6,80%
FR0108 (10yr) : -7bps to 6,96%
FR0106 (15yr) : -3bps to 7,05%
FR0107 (20yr) : -1bps to 7,10%

Point of Interest:

• Harga SBN seri benchmark bergerak menguat dengan kisaran penurunan yield sebesar 1-7 bps. Yield SUN 10 tahun ditutup turun 7 bps ke level 6,96% (ytd: +91 bps). Penguatan SBN terutama didorong meredanya kekhawatiran terhadap aksi unjuk rasa dan pengukuhan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI yang menurunkan premi risiko domestik serta memperkuat persepsi kesinambungan kebijakan. Penguatan juga ditopang permintaan yang solid pada lelang instrumen SRBI di tengah wait-and-see pelaku pasar menjelang pidato Fed Chairman Kevin Warsh di Jackson Hole.

• Rupiah ditutup menguat 0,19% ke level 17.692 dari sebelumnya 17.726, seiring meredanya kekhawatiran domestik disertai sentimen positif lanjutan dari pengukuhan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI. Penguatan turut didukung pergerakan USD yang relatif stabil selama sesi perdagangan Asia menjelang pidato Fed Chairman.

• IHSG ditutup melemah tipis 0,06% ke level 6.518,12, seiring pergerakan bursa saham Asia yang bervariasi sehingga membatasi sentimen penguatan bagi IHSG. Pelemahan terbatas IHSG juga terjadi di tengah penguatan Rupiah dan SBN yang mencerminkan bahwa pelaku pasar saham cenderung berhati-hati menjelang pidato Fed Chairman serta meredanya momentum yang sebelumnya dipicu outlook positif Nvidia.

• Danantara akan menyetorkan Rp120 triliun kepada pemerintah untuk mendukung APBN 2026, atau sekitar 0,5% PDB. Setoran tsb berpotensi dicatat sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sehingga tidak akan mengurangi angka defisit utama, namun tetap membantu menutup kebutuhan pembiayaan pemerintah dalam jangka pendek. Bagi pasar SBN, langkah ini positif karena dapat menekan kebutuhan penerbitan utang, namun tetap perlu dicermati dari sisi transparansi fiskal dan keberlanjutan penggunaan Danantara sebagai penyangga anggaran. Fitch sendiri sempat menyoroti pembiayaan kuasi-fiskal tsb sbg ketidakpastian paling jelas dan berpotensi meningkatkan risiko transparansi.

• Sentimen positif lanjutan dari persetujuan DPR terhadap Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia Persetujuan tsb diumumkan kemarin setelah pasar Jakarta ditutup, sehingga menjadi katalis domestik pertama yang direspons positif pasar pada pembukaan Jumat. Pengukuhan tersebut menghapus sisa ketidakpastian terkait transisi kepemimpinan BI dan memperkuat sinyal kesinambungan kebijakan sejak pencalonannya.

• Lelang SRBI mencatat permintaan yang solid. SRBI tenor 6 bulan membukukan rasio bid-to-cover (btc) 5,22x, tenor 9 bulan sebesar 4,73x. Sementara tenor 12 bulan, dimenangkan pada yield tepat 7,00% dengan btc 1,71x dari penawaran masuk Rp39,8 triliun. Yield lelang SRBI 12 bulan di level 7,00% (turun tajam 37 bps dibandingkan lelang sebelumnya) menjadi sinyal pasar penting karena mengonfirmasi tingkat keseimbangan instrumen BI bertenor satu tahun di 7,00%, sekaligus menjadi jangkar bagi kurva yield SUN secara umum.

• Artikel Bloomberg menyoroti bahwa aksi demonstrasi kemarin bukan sekadar peristiwa sesaat, tetapi mencerminkan risiko politik yang bersifat struktural selama tekanan biaya hidup, persepsi korupsi, dan peran militer dalam ranah sipil belum terselesaikan. Bagi investor, fokus berikutnya adalah apakah tenggat 15 Desember untuk pengesahan RUU Perampasan Aset yang dijanjikan DPR dapat dipenuhi.

• Sejumlah smelter nikel di Indonesia yang dikendalikan perusahaan China tengah mempertimbangkan pemangkasan produksi secara terkoordinasi untuk salah satu material utama baterai, seiring profitabilitas tertekan oleh rendahnya harga. Perkembangan ini memiliki implikasi langsung terhadap industri nikel Indonesia dan peta jalan pengembangan industri hilir baterai. Apabila direalisasikan, pemangkasan produksi secara terkoordinasi dapat mengurangi volume ekspor nikel Indonesia serta menekan penerimaan royalti dan pajak, sehingga berpotensi menjadi tekanan tambahan bagi posisi fiskal ketika pemerintah juga mengandalkan setoran Danantara untuk menutup kebutuhan anggaran.

• QatarEnergy memperpanjang force majeure atas pasokan LNG kepada pembeli Eropa dan Asia selama satu bulan, dengan pembatalan kargo diperkirakan berlanjut hingga Oktober. Kondisi tersebut menandakan berlanjutnya gangguan di Hormuz. Namun, pembeli Asia dilaporkan semakin nyaman dengan pasokan minyak mentah yang ditawarkan dari luar selat tersebut, seiring produsen Teluk yang menarik minat pembeli melalui penawaran minyak dari wilayah selatan Hormuz.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP