Financial Market Update

IDR10 : 7,02% - 7,06% (cl: 7,03%)
IDR5 : 6,86% - 6,91% (cl: 6,86%)
UST10 : 4,64% - 4,68% (last: 4,68%)

IDR : 17.726 - 17.779 (cl: 17.726)
DXY : 99,07 - 99,26 (last: 99,16)
JCI : 6.376,65 - 6.521,75 (cl: 6.521,75)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : 0bps to 6,86%
FR0108 (10yr) : +1bps to 7,03%
FR0106 (15yr) : +1bps to 7,08%
FR0107 (20yr) : +1bps to 7,11%

Point of Interest:

• Harga SBN seri benchmark bergerak melemah sideways cenderung melemah dengan kisaran kenaikan yield sebesar 0-1 bps. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 1 bps ke level 7,03% (ytd: +98 bps), dipengaruhi tekanan global setelah rilis data PCE AS yang lebih tinggi dan positioning investor menjelang pidato Fed Chairman di Jackson Hole yang diperkirakan bernuansa hawkish, sehingga menjaga yield UST tetap tinggi. Kebijakan pengetatan dari sejumlah bank sentral regional turut menambah tekanan, sementara dari domestik pasar masih menunggu kepastian final atas hasil uji kelayakan Destry Damayanti oleh Parlemen (yang kemudian dikonfirmasi menjelang/setelah penutupan pasar domestik).

• Rupiah ditutup melemah tipis sebesar 0,08% di level 17.726, sejalan dengan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang Simposium tahunan Jackson Hole dan jadwal pidato Fed Chairman Kevin Warsh pada Jumat yg diperkirakan cenderung hawkish, di tengah keputusan sejumlah bank sentral di kawasan Asia yang menaikkan suku bunga acuan (Bank of Korea/BoK, Bank sentral Filipina/BSP) serta sinyal dari Bank of Thailand/BoT yang membuka peluang dua arah.

• IHSG ditutup menguat 1,81% ke level 6.521,75, berbalik dari pelemahan kemarin, yang disebabkan oleh meredanya kekhawatiran terhadap demonstrasi sehingga memperbaiki sentimen pasar dan mendorong investor melakukan pembelian. Penguatan IHSG juga terjadi secara merata di seluruh sektor, terutama pada sektor industri yang mencatat kenaikan paling tinggi sebesar 3,95%.

• Komisi DPR menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI untuk masa jabatan penuh lima tahun dan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior, sehingga secara signifikan mengurangi ketidakpastian kepemimpinan BI sejak pengunduran diri Gubernur sebelumnya Perry Warjiyo. Persetujuan ini memperkuat persepsi kesinambungan kebijakan, independensi bank sentral, dan komitmen menjaga stabilitas Rupiah, sekaligus menjadi sentimen positif bagi pasar menjelang tahapan akhir pengesahan di sidang paripurna DPR.

• Aksi demonstrasi antikorupsi di kompleks DPR sempat meningkatkan premi risiko politik Indonesia, tercermin dari pelemahan Rupiah dan kenaikan yield SBN pada awal perdagangan. Namun, setelah situasi tetap terkendali dan DPR berkomitmen mengesahkan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026, tekanan pasar berangsur mereda dan IHSG berbalik menguat. Perkembangan ini menunjukkan bahwa risiko politik domestik masih perlu dicermati, terutama terkait isu tata kelola dan kepastian tindak lanjut reformasi antikorupsi.

• Survei Bloomberg menunjukkan ekspektasi kebijakan BI bergeser less hawkish, dengan konsensus kini memperkirakan BI-Rate bertahan di 5,75% hingga akhir 2027, berbalik dari proyeksi sebelumnya yang masih mengantisipasi kenaikan ke 6,00% pada Tw III-2026. Pergeseran ini didukung proyeksi inflasi yang lebih rendah dan pertumbuhan yang relatif stabil, yang diperkirakan mendukung penguatan SBN. Pasar semakin melihat ruang kebijakan BI yang lebih akomodatif ke depan sejalan dengan sinyal Destry terkait penurunan suku bunga SRBI dan pengurangan frekuensi lelang.

• Survei Bloomberg: Proyeksi pertumbuhan Indonesia naik tipis sementara inflasi turun. Proyeksi pertumbuhan PDB 2026 dinaikkan tipis menjadi 5,11% YoY dari sebelumnya 5,10%, sementara proyeksi pertumbuhan Tw IV-2026 dinaikkan menjadi 4,86% YoY dari 4,58%. Proyeksi CPI 2026 diturunkan menjadi 3,30% YoY dari 3,40%, sementara proyeksi CPI Tw III-2026 diturunkan menjadi 3,18% dari 3,35%.

• Produksi minyak Indonesia Januari–Juli 2026 tercatat 578 ribu barel per hari, di bawah target pemerintah 605 ribu barel per hari, terutama akibat gangguan operasional dan penurunan alami produksi lapangan yang tua dan belum diimbangi temuan lapangan minyak baru yang memadai. Kinerja ini diperkirakan menambah tekanan terhadap penerimaan migas dan posisi eksternal Indonesia di tengah defisit transaksi berjalan yang masih lebar, sekaligus menegaskan tantangan struktural sektor hulu migas nasional.

• Data ekonomi AS menunjukkan tekanan inflasi masih bertahan di tengah perlambatan pertumbuhan. Inflasi PCE Juli stabil di 3,7% YoY, sedikit di atas ekspektasi, sementara secara bulanan naik 0,2% setelah deflasi pada Juni sedangkan PCE inti tetap 3,3% YoY. Di sisi pertumbuhan, PDB AS melambat menjadi 1,5% YoY pada Tw II-2026 dari 2,1% pada Tw I-2026, meski konsumsi dan investasi tetap kuat yang terutama didukung permintaan terkait AI, sementara penurunan belanja pemerintah dan defisit perdagangan menahan pertumbuhan.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP