Financial Market Update

IDR10 : 6,99% - 7,02% (cl: 7,02%)
IDR5 : 6,82% - 6,88% (cl: 6,86%)
UST10 : 4,61% - 4,66% (last: 4,66%)

IDR : 17.684 - 17.730 (cl: 17.712)
DXY : 98,90 - 99,14 (last: 99,12)
JCI : 6.405,69 - 6.532,17 (cl: 6.405,69)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : +3bps to 6,86%
FR0108 (10yr) : +4bps to 7,02%
FR0106 (15yr) : +1bps to 7,07%
FR0107 (20yr) : +1bps to 7,10%

Point of Interest:

• Harga SBN seri benchmark bergerak melemah terbatas dengan kisaran kenaikan yield sebesar 1-4 bps. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 4 bps ke level 7,02% (ytd: +97 bps), melanjutkan pola konsolidasi setelah reli yang kuat pada pekan sebelumnya, di tengah tekanan pasar obligasi global (Eropa dan Inggris) dipicu kekhawatiran inflasi akibat harga gas alam Eropa yang dilaporkan mendekati level tertingginya, serta antisipasi rilis data PCE AS.

• Rupiah ditutup stabil di level 17.712, setelah bergerak volatile pada kisaran 17.684–17.730. Penguatan sempat ditopang optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz dan penurunan harga minyak, namun tertahan oleh sikap wait-and-see mengantisipasi uji kelayakan Destry Damayanti di DPR, rilis data PCE AS, serta sentimen risk-off di pasar saham.

• IHSG melemah 1,48% ke level 6.405,69, yang disebabkan oleh aksi profit taking pelaku pasar pasca penguatan yang cukup tinggi dari level terendah 11 Agustus, di tengah antisipasi investor global atas rilis data PCE AS serta laporan keuangan Nvidia. Selain itu, pernyataan Destry Damayanti bahwa nilai tukar fundamental Rupiah lebih kuat dibandingkan level saat ini dibaca oleh sebagian pelaku pasar saham sebagai sinyal bahwa BI dapat memprioritaskan stabilitas mata uang dibandingkan dukungan pertumbuhan, sehingga menjadi sentimen negatif moderat bagi saham.

• Iran dan Oman merundingkan pembentukan jalur pelayaran aman melalui Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Oman dilaporkan mengindikasikan bahwa koridor sementara dapat segera diumumkan. Harga minyak melemah dengan Brent dilaporkan turun ke kisaran $85,41/barel selama sesi Asia. Hal ini turut memberikan sentimen positif bagi Indonesia sebagai negara pengimpor minyak yang menyebabkan Rupiah ditutup stabil pada hari ini.

• Saudi Aramco dan QatarEnergy mulai menawarkan pengapalan minyak dari lokasi di luar Selat Hormuz, menunjukkan upaya aktif produsen Teluk untuk mengurangi ketergantungan pada jalur tersebut. Seiring dengan berlanjutnya perundingan Iran–Oman, perkembangan ini membantu meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi jangka panjang dan memberikan sentimen positif moderat bagi prospek inflasi.

• Uji kelayakan dan kepatutan Destry Damayanti di parlemen memberikan sinyal kesinambungan kebijakan BI. Destry menekankan pada kebijakan BI yang tetap pre-emptive dan forward-looking, penguatan pengelolaan devisa, serta penurunan imbal hasil dan outstanding SRBI secara bertahap tanpa mengurangi independensi BI. Destry juga menilai fundamental Rupiah lebih kuat dari level saat ini, meski pergerakan jangka pendek masih sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal.

• Hasil lelang SBSN menunjukkan permintaan investor cenderung selektif dan terkonsentrasi pada tenor pendek hingga menengah. Total penawaran masuk turun menjadi Rp23,5 triliun dari Rp39,1 triliun pada lelang SBSN sebelumnya, dengan rasio bid-to-cover total turun ke 2,35x dari 3,26x. Minat investor terkonsentrasi pada tenor pendek (<5 tahun) dengan total permintaan terbesar pada seri PBS030 (Rp3,6 triliun) dengan rasio bid to cover 3,13x, sejalan dengan pola konsentrasi minat investor pada tenor pendek. Namun demikian, tenor ultra panjang PBS038 juga mencatatkan btc 2,13x mengindikasikan investor dengan durasi panjang masih cukup aktif menopang permintaan.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP