Financial Market Update
IDR10 : 6,96% - 6,98% (cl: 6,98%) IDR5 : 6,78% - 6,83% (cl: 6,83%) UST10 : 4,69% - 4,72% (last: 4,70%)
IDR : 17.686 - 17.718 (cl: 17.712) DXY : 98,76 - 99,06 (last: 98,99) JCI : 6.474,57 - 6.551,00 (cl: 6.501,67)
Yield SUN FR0109 (5yr) : +2bps to 6,83% FR0108 (10yr) : +5bps to 6,98% FR0106 (15yr) : 0bps to 7,06% FR0107 (20yr) : -2bps to 7,09%
Point of Interest:
• Harga SBN seri benchmark mayoritas bergerak mixed dengan kisaran pergerakan yield sebesar 0-5 bps. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 5 bps ke level 6,98% (ytd: +93 bps), yg disebabkan oleh aksi profit taking terbatas setelah penguatan beberapa waktu terakhir, di tengah sentimen risk off global menantikan pengumuman lanjutan kebijakan sanksi AS kepada Iran.
• Rupiah melemah terbatas 0,11% ke level 17.712 dari 17.693, terutama disebabkan aksi profit taking dan meningkatnya sentimen risk-off global. FX.co melaporkan USD/IDR bergerak naik seiring pelaku pasar melakukan positioning menjelang sejumlah sinyal kebijakan AS, termasuk paparan Menteri Keuangan AS Scott Bessent terkait detil rencana untuk semakin mengisolasi perekonomian Iran.
• IHSG melemah 0,37% ke level 6.501,67, sejalan dengan pelemahan bursa regional akibat sell off pada saham teknologi Asia (Samsung dan Alibaba) yang turut memberikan sentimen negatif pada IHSG. Jakarta Globe menyoroti rilis data defisit current account pada Jumat lalu sebagai salah satu faktor yang turut mempengaruhi pelemahan.
• Fitch menyoroti risiko kuasi-fiskal dalam APBN 2027 dalam publikasi laporan lanjutan dan menilai belanja off-budget Danantara sebagai ketidakpastian yang paling jelas (“clearest uncertainty”). Fitch secara khusus menilai belanja off-budget melalui entitas milik negara, termasuk Danantara, berpotensi mengurangi transparansi fiskal dan menambah kewajiban kontinjensi pemerintah yang tidak tercermin dalam angka defisit utama. Isu ini dinilai relevan bagi prospek sovereign rating Indonesia ke depan, terutama jika aktivitas kuasi-fiskal terus meningkat sehingga dapat mengaburkan posisi fiskal Indonesia yang sebenarnya.
• Bank Indonesia mengimbau perbankan untuk tidak memasarkan SRBI kepada nasabah ritel maupun korporasi/LKNB. BI menegaskan SRBI merupakan instrumen operasi moneter untuk mengelola likuiditas perbankan, memperdalam pasar uang, dan mendukung arus modal asing. Penyesuaian ini ditujukan agar SRBI lebih efektif menjalankan fungsi moneter, sementara kebutuhan investasi ritel dan nonbank diarahkan ke instrumen pasar keuangan lainnya.
• Data Kemenkeu menunjukkan arus masuk asing ke pasar obligasi Indonesia melonjak signifikan, dengan net buy mencapai $656,7 juta pada 20 Agustus, sehingga akumulasi net inflows Agustus mencapai sekitar $931,7 juta. Penguatan Rupiah, meredanya kekhawatiran fiskal, serta ekspektasi BI mempertahankan suku bunga dinilai menjadi faktor utama yang mendorong kembalinya minat investor global terhadap SBN setelah tekanan arus keluar pada Tw II-2026.
• BEI menghentikan sementara perdagangan saham perusahaan konstruksi BUMN PT Adhi Karya (ADHI) setelah gagal membayar kupon obligasi senilai Rp60,8 miliar ($3,4 juta). Suspensi berlaku sejak 24 Agustus 2026 hingga pemberitahuan selanjutnya, menegaskan adanya tekanan likuiditas berkepanjangan akibat keterlambatan pembayaran proyek pemerintah, kenaikan biaya input, serta tingginya biaya pendanaan setelah siklus kenaikan suku bunga BI sebesar 100 bps.
• Bloomberg menilai carry trade EM saat ini telah menjadi salah satu tema utama pasar global. Pandangan ini diperkuat PGIM, yang menyebut carry sebagai tema investasi dengan conviction tertinggi, seiring mata uang EM tetap kuat dan arus masuk ke ETF EM berlanjut. Kondisi tersebut menjadi katalis positif bagi Rupiah dan SBN karena menjaga daya tarik aset Indonesia dalam strategi pencarian imbal hasil.
• Jakarta Post mempublikasikan analisis bertajuk “US-China Trade War Gives Indonesia Shot at Boosting Investment”, yang menilai diversifikasi rantai pasok keluar dari China memberikan peluang struktural bagi Indonesia untuk menarik FDI manufaktur, terutama di sektor elektronik, tekstil, dan material baterai. Secara terpisah, laporan utama Caixin Global juga menyoroti Indonesia sebagai salah satu tujuan utama ekspansi operator pusat data asal China, dengan Batam dan Jakarta berkembang sebagai hub penting.
• Duta Besar Uni Eropa Denis Chaibi menilai ketidakpastian regulasi masih menjadi hambatan utama bagi masuknya investasi asing ke Indonesia. Pernyataan ini menambah perhatian terhadap risiko kebijakan domestik di tengah isu transparansi kuasi-fiskal, gagal bayar korporasi BUMN, dan defisit transaksi berjalan yang lebar, yang secara keseluruhan dapat memengaruhi persepsi investor terhadap iklim investasi Indonesia.
• Harga minyak Brent turun ke kisaran $93/barel selama sesi perdagangan Jakarta, mencatat penurunan harian pertama dalam enam sesi terakhir, seiring pelaku pasar menantikan konferensi pers Bessent dan melakukan aksi profit taking setelah harga minyak menguat sekitar 13% dalam dua pekan terakhir.
Divisi Pengelolaan Investasi DAPENBI IP