Financial Market Update
IDR10 : 7,10% - 7,12% (cl: 7,11%) IDR5 : 6,90% - 6,94% (cl: 6,94%) UST10 : 4,72% - 4,74% (last: 4,74%)
IDR : 17.838 - 17.862 (cl: 17.857) DXY : 99,52 - 99,69 (last: 99,64) JCI : 6.448,26 - 6.490,65 (cl: 6.449,83)
Yield SUN FR0109 (5yr) : -5bps to 6,94% FR0108 (10yr) : 0bps to 7,11% FR0106 (15yr) : +2bps to 7,22% FR0107 (20yr) : +3bps to 7,22%
Point of Interest:
• Harga SBN seri benchmark bergerak bervariasi dengan kisaran pergerakan yield sebesar 0-5 bps. Yield SUN 10 tahun ditutup stabil di level 7,11% (ytd: +107 bps). Penguatan pada tenor pendek sejalan dengan ekspektasi bahwa BI akan mempertahankan suku bunga acuan pada RDG 19 Agustus 2026 dan berlanjutnya narasi positif “policy continuity” dari proses uji kelayakan calon tunggal Gubernur BI yang akan dimulai pekan depan. Pelaku pasar juga mencermati pidato Presiden Prabowo terkait anggaran yang untuk saat ini dipersepsikan positif oleh pelaku pasar (arah konsolidasi fiskal).
• Rupiah melemah 0,18% ke level 17.857 dari 17.825, dengan kisaran pergerakan yang relatif sempit mencerminkan sikap pelaku pasar yang cenderung berhati-hati menjelang keputusan BI-Rate pertama kali dalam kepemimpinan Plt. Gubernur BI Destry Damayanti. Hal ini juga terjadi di tengah sentimen global yang cenderung negatif dari meningkatnya ketidakpastian negosiasi AS-Iran seiring berakhirnya window time 60 hari negosiasi lanjutan pada 17 Agustus 2026 dan berdampak pada kenaikan harga minyak ke kisaran $90-$91/barel.
• IHSG menguat 0,75% ke level 6.449,83, yang merupakan level tertinggi sejak penutupan 18 Mei lalu dan secara teknikal telah memasuki area bull market dengan kenaikan sekitar 21% dari level terendah di bulan Juni. Tercatat 10 dari 11 sektor saham menguat yg dipimpin oleh sektor energi +2,24%, infrastruktur +1,65%, dan transportasi +1,42%. Pasar saham tampak merespons positif pidato Presiden Prabowo terkait RAPBN 2027 dengan ekspektasi stabilitas makroekonomi.
• Ketegangan AS–Iran kembali meningkat setelah MoU 60 hari berakhir pada 17 Agustus tanpa perpanjangan. Iran menegaskan Selat Hormuz tetap ditutup hingga komitmen AS dipenuhi, sementara insiden terhadap kapal yang melintasi kawasan kembali terjadi. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dan mendorong Brent naik ke $91,06/barel serta melonjaknya biaya pelayaran. Kenaikan harga minyak turut memperkuat kekhawatiran inflasi global dan memicu aksi jual obligasi pemerintah di negara-negara utama, dengan yield UST 10 tahun naik ke 4,74% dan UST 30 tahun naik ke sekitar 5,33% (level tertinggi sejak 2007). Kenaikan tsb turut memicu pergerakan bear steepening pada SBN tenor 15 tahun ke atas.
• Pidato anggaran 2027 Presiden Prabowo meredakan kekhawatiran investor, tetapi risiko fiskal belum sepenuhnya surut. Bloomberg menilai pidato kenegaraan dan penyampaian RAPBN 2027 oleh Presiden Prabowo diterima positif karena bernada pragmatis, konservatif, dan tidak memunculkan kejutan kebijakan. Target defisit 2027 sebesar 2,4% PDB (jauh di bawah threshold 3%), disertai asumsi penerimaan, belanja, inflasi, nilai tukar, dan biaya pendanaan yang dinilai lebih realistis, membantu memulihkan keyakinan terhadap kesinambungan fiskal. Namun demikian, risiko eksekusi fiskal dan ketidakpastian arah kebijakan belum sepenuhnya tereliminasi sehingga ruang penguatan aset domestik diperkirakan tetap terbatas.
• DPR dijadwalkan memulai uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur BI Destry Damayanti pekan depan, dengan agenda pemaparan visi strategis dan arah kebijakan Bank Indonesia. Kepastian jadwal tersebut membantu mengurangi salah satu sumber ketidakpastian terkait transisi kepemimpinan BI dan mendukung persepsi penurunan risiko tata kelola.
• Hasil lelang SUN hari ini menunjukkan minat investor tetap solid, dengan total penawaran masuk naik menjadi Rp84,76 triliun (2,65x dari target) dibandingkan Rp70,72 triliun pada lelang sebelumnya. Pemerintah memenangkan Rp34 triliun, atau 6,25% di atas target Rp32 triliun, yang mengindikasikan likuiditas dan minat investor terhadap SUN tetap solid. Penyerapan terutama terkonsentrasi pada tenor menengah, yaitu FR110 (Mei’2032) dan FR108 (Apr’2036), dengan penawaran masuk Rp37,65 triliun dan Rp16,19 triliun serta bid-to-cover 2,94xdan 1,57x. Kedua seri tersebut dimenangkan masing-masing sebesar Rp12,8 triliun dan Rp10,3 triliun, atau secara kumulatif mencapai 67,9% dari total hasil lelang.
• Bank Indonesia meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Ritel pada 17 Agustus sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembayaran domestik. Inisiatif ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada jaringan internasional seperti Visa dan Mastercard, menekan biaya transaksi, serta memperkuat kedaulatan infrastruktur sistem pembayaran nasional.
• Bank of New York Mellon (BNY) menilai stabilisasi data makro dapat menopang SBN dalam jangka pendek. Optimisme terutama didukung pertumbuhan penerimaan negara di atas 20% YoY pada Juni dan Juli, termasuk kenaikan 21,3% YoY hingga Juli, yang berpotensi menurunkan premi risiko Indonesia dalam jangka pendek.
• Goldman Sachs menilai peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September kini sangat rendah, seiring melemahnya penjualan ritel, data ketenagakerjaan yang mengecewakan, dan moderasi inflasi. Dalam skenario baseline-nya, Goldman tidak lagi memperkirakan adanya kenaikan suku bunga The Fed sepanjang 2026. Sementara Deutsche Bank menilai penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed cenderung berlebihan, mengingat sinyal dari data ekonomi AS masih beragam. Pasar saat ini masih memperhitungkan peluang sedikit di bawah satu kali kenaikan suku bunga hingga Desember. Perdebatan tsb mengindikasikan tingginya ketidakpastian arah kebijakan The Fed menjelang publikasi risalah FOMC pada 19 Agustus.
Divisi Pengelolaan Investasi DAPENBI IP