Financial Market Update
IDR10 : 7,25% - 7,28% (cl: 7,25%) IDR5 : 7,23% - 7,26% (cl: 7,23%) UST10 : 4,60% - 4,65% (last: 4,64%)
IDR : 17.900 - 17.933 (cl: 17.918) DXY : 99,64 - 99,81 (last: 99,77) JCI : 6.324,06 - 6.388,20 (cl: 6.343,71)
Yield SUN FR0109 (5yr) : -3bps to 7,23% FR0108 (10yr) : -2bps to 7,25% FR0106 (15yr) : -2bps to 7,29% FR0107 (20yr) : -2bps to 7,27%
Point of Interest:
• Harga SBN seri benchmark bergerak menguat dengan kisaran penurunan yield sebesar 2-3 bps. Yield SUN 10 tahun ditutup turun 2 bps ke level 7,25% (ytd: +120bps). Penguatan SBN dipengaruhi oleh sentimen positif global dari stabilisasi harga minyak dan domestik dari pemberitaan Reuters bahwa Plt. Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti merupakan kandidat terdepan Gubernur BI definitif.
• IHSG melemah 0,12% ke level 6.343,71, dipicu oleh sentimen risk-off global dari aksi jual saham teknologi di regional Asia yang mendorong meningkatnya aksi jual investor asing di pasar saham Indonesia. Saham Bank Central Asia (BBCA) menjadi kontributor terbesar pelemahan IHSG dengan penurunan sebesar 1,6%, mencerminkan rotasi investor dari saham-saham berkapitalisasi besar. Publikasi laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi AS yang mengecewakan pada malam sebelumnya, antara lain Sandisk Corp., Western Digital, dan AppLovin, memicu aksi jual saham teknologi secara global.
• Rupiah menguat tipis 0,07% ke level 17.918 dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.930. Kinerja Rupiah ditopang oleh membaiknya sentimen global akibat optimisme terkait rencana pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat, serta persepsi positif dari pencalonan Destry sebagai Gubernur BI definitif yang mensinyalkan policy continuity.
• Reuters: Plt. Gubernur BI Destry Damayanti sebagai kandidat terdepan untuk menjadi Gubernur BI definitif. Berita ini memberikan sinyal stabilisasi bagi pasar keuangan Indonesia dan membantu meredam sentimen negatif dari pasar global. Nama Destry disebut termasuk diantara beberapa nama yang akan diajukan Presiden Prabowo ke DPR minggu ini. Sementara itu, Deputi Gubernur BI Aida Budiman dilaporkan diusulkan untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Senior. DPR diperkirakan mulai melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap para kandidat setelah masa reses berakhir pada 14 Agustus.
• Pencalonan Destry sebagai Gubernur BI definitif dipandang sebagai skenario yang paling mencerminkan keberlanjutan kebijakan (policy continuity). Hal tsb mendorong sentimen positif pada pasar domestik Indonesia melalui penguatan Rupiah dan penurunan yield SBN, yang mencerminkan meredanya premi risiko terkait tata kelola.
• S&P Global Ratings menilai pemulihan prospek kredit Indonesia 1-2 tahun ke depan akan bergantung pada kemampuan pemerintah memulihkan kepercayaan investor dan mengimplementasikan kebijakan secara efektif. S&P mencatat menurunnya prediktabilitas kebijakan, khususnya di sektor sumber daya alam, serta meningkatnya tekanan eksternal pasca-pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia sebagai faktor yang membayangi prospek kredit. Meski demikian, S&P tidak mengubah peringkat maupun outlook Indonesia, karena masih meyakini perubahan kebijakan pemerintah berpotensi memberikan manfaat ekonomi dalam jangka menengah.
• Penegasan S&P mengenai meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan sebagai salah satu risiko terhadap kualitas kredit memperkuat pandangan bahwa premi risiko tata kelola Indonesia akan tetap tinggi hingga proses penunjukan Gubernur Bank Indonesia definitif selesai dan arah kebijakan menjadi lebih jelas.
• Bloomberg menyoroti minimnya kejelasan rencana pemerintah terkait kebijakan untuk memusatkan pengelolaan ekspor komoditas utama Indonesia. Lembaga yang ditunjuk dilaporkan masih menghadapi perbedaan pandangan mengenai peran Lembaga dalam sektor ekspor komoditas. Pihak-pihak terkait juga masih berupaya menerjemahkan konsep kebijakan ke dalam mekanisme operasional yang dapat diterapkan.
• The Jakarta Post menerbitkan analisis yang menyoroti kebijakan pengecualian Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang telah menciptakan rezim ekspor dua lapis (two-tier export regime), sehingga semakin menambah kompleksitas kebijakan ekspor Indonesia.
• Negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz menunjukkan kemajuan menuju kesepakatan prinsip, sehingga harga minyak Brent bertahan di kisaran $80/barel. Iran menyatakan hampir seluruh isu telah mencapai kesepahaman dengan Oman, termasuk rancangan jalur pelayaran baru yang telah dibagikan kepada AS dan negara-negara kawasan menuju pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, implementasi kesepakatan masih bergantung pada persetujuan seluruh pihak terkait dan penyelesaian perbedaan mengenai skema biaya transit.
• Presiden Fed San Francisco Mary Daly menyatakan inflasi AS yang masih tinggi berpotensi memerlukan respons kebijakan yang lebih agresif. Pernyataan tsb meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed, dimana pelaku pasar kini memperkirakan total kenaikan suku bunga sekitar 32 bps hingga akhir tahun, meningkat dari sekitar 25 bps pada sesi sebelumnya.
Divisi Pengelolaan Investasi DAPENBI IP