Financial Market Update

IDR10 : 7,30% - 7,31% (cl: 7,31%)
IDR5 : 7,25% - 7,28% (cl: 7,27%)
UST10 : 4,67% - 4,70% (last: 4,68%)

IDR : 17.970 - 18.022 (cl: 17.990)
DXY : 99,42 - 100,02 (last: 99,90)
JCI : 6.212,55 - 6.273,33 (cl: 6.234,50)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : -1bps to 7,27%
FR0108 (10yr) : 0bps to 7,31%
FR0106 (15yr) : 0bps to 7,31%
FR0107 (20yr) : 0bps to 7,28%

Point of Interest:

Harga SBN seri benchmark bergerak sideways menguat dengan kisaran penurunan yield sebesar 0-1 bps. Yield SUN 10 tahun ditutup stabil di level 7,31% (ytd: +126bps). Sentimen di pasar SBN dipengaruhi oleh rilis data inflasi Juli yang melambat dan menimbulkan spekulasi terbatas bagi BI untuk mempertahankan atau bahkan menurunkan suku bunga acuan. Dari sisi global, penurunan terbatas pada yield SBN relatif sejalan dengan penurunan imbal hasil obligasi global seiring merosotnya harga minyak, serta pelemahan USD yang mengurangi tekanan jual investor asing di pasar obligasi domestik. Harga minyak sempat anjlok 7,3% intraday ke $81,55/barel dipicu pembatalan rencana serangan besar-besaran AS terhadap Iran setelah adanya upaya diplomatik dari sejumlah negara Teluk, termasuk Arab Saudi.

IHSG ditutup melemah tipis 0,03% ke level 6.234,50. Saham Barito Renewables Energy turun 4,2% dan menjadi kontributor terbesar pelemahan indeks saham sedangkan Transcoal Pacific mencatat penurunan terdalam sebesar 12,7%. Dari total 918 saham yang diperdagangkan, 347 saham melemah dan 293 saham menguat.

Rupiah menguat tipis 0,06% ke level 17.990 dibandingkan penutupan sebelumnya di 18.000. Penguatan Rupiah kembali ke bawah level psikologis 18.000 disebabkan oleh pelemahan USD yang dipicu oleh spekulasi akan adanya intervensi lanjutan dari otoritas untuk menopang JPY. Pada akhir pekan, Presiden Trump sempat menyampaikan kepada media bahwa Washington turun tangan mendukung JPY sebagai bentuk “pesan persahabatan” sekaligus komitmen menjaga stabilitas ekonomi global.

AS-Jepang merilis pernyataan resmi yang membenarkan adanya coordinated foreign exchange actions untuk memukul mundur para spekulan. Kedua belah pihak menegaskan bahwa mereka tidak akan ragu melakukan intervensi lanjutan jika pergerakan pasar kembali tidak teratur (disorderly).

Citigroup dan Barclays dalam riset terpisah menyatakan bahwa penguatan JPY diperkirakan akan turut mendorong penguatan mata uang Asia lainnya, khususnya KRW, SGD, dan THB, mengingat tingginya korelasi mata uang di kawasan. Sementara itu, IDR tidak termasuk dalam kelompok penerima manfaat utama, mencerminkan masih kuatnya tekanan struktural domestik yang membebani pergerakan Rupiah.

Inflasi Indonesia pada Juli 2026 melambat menjadi 2,88% YoY, jauh di bawah konsensus Bloomberg sebesar 3,20% (Juni: 3,34%). Secara bulanan, Indonesia mencatat deflasi 0,14% (survey: 0,09%), sementara inflasi inti 2,76% YoY (survey: 2,79%). Perlambatan inflasi terutama didorong oleh melandainya harga kelompok makanan, minuman, tembakau, dan perawatan pribadi. Capaian ini menempatkan inflasi kembali di bawah titik tengah target BI (3,0%) untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, sehingga membuka ruang bagi BI untuk mempertahankan bahkan mempertimbangkan penurunan BI-Rate, berbeda dengan ekspektasi pasar sebelumnya yang masih memperkirakan kenaikan suku bunga.

Defisit neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 menyempit menjadi $450,5 juta, lebih baik dari Mei: -$1,61 miliar vs konsensus: -$780 juta. Perbaikan didukung pertumbuhan ekspor 8,84% YoY vs ekspektasi -1,15%, terutama dari sektor pertambangan dan industri pengolahan. Impor masih melonjak 34,27% YoY, jauh di atas perkiraan pasar 23,3% sehingga neraca perdagangan kembali mencatat defisit untuk dua bulan berturut-turut. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun tekanan pada sektor eksternal mulai mereda, tingginya impor masih menjadi faktor yang perlu dicermati.

PMI manufaktur Indonesia kembali ekspansif, meningkat menjadi 50,2 pada Juli (Juni: 46,9), sekaligus menjadi level tertinggi sejak Februari 2026 dan menandai kembalinya aktivitas manufaktur ke zona ekspansi. Indeks output naik menjadi 50,4 dari 44,4, membalikkan tren kontraksi yang terjadi sebelumnya, sementara pesanan baru juga menunjukkan perbaikan.

Kemenkeu mendorong koordinasi lebih erat dengan Bank Indonesia. Pernyataan tsb disampaikan Menkeu Purbaya dalam konferensi pers triwulanan KSSK bahwa pemerintah menginginkan BI bekerja lebih erat dengan Kemenkeu. Menurut artikel Bloomberg, pernyataan tsb berpotensi memperkuat kekhawatiran investor mengenai independensi bank sentral yang sebelumnya telah disoroti oleh Fitch dan lembaga pemeringkat lainnya.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 tetap di kisaran 5,6%–6,0%. Lebih lanjut Menkeu juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi pada Q2-2026 diperkirakan di bawah 5,6%, meskipun tetap ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah yang resilien. OJK dan LPS melaporkan likuiditas perbankan serta permodalan industri keuangan tetap kuat dan berdaya tahan mengantisipasi volatilitas pasar keuangan global.

BEI akan menambahkan notasi khusus "P" bagi saham yang belum memenuhi ketentuan minimum free float sebagai bagian dari penguatan transparansi pasar menjelang evaluasi MSCI pada November. Kebijakan tsb mulai berlaku bertahap sejak 30 November 2026 untuk saham di Papan Akselerasi dan 30 April 2027 untuk saham di Papan Utama dan Papan Pengembangan. Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi price discovery dan kesadaran investor terhadap risiko konsentrasi kepemilikan, sekaligus melanjutkan upaya reformasi BEI.

Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP