Financial Market Update
IDR10 : 7,31% - 7,32% (cl: 7,31%) IDR5 : 7,28% - 7,32% (cl: 7,28%) UST10 : 4,64% - 4,73% (last: 4,72%)
IDR : 18.000 - 18.076 (cl: 18.000) DXY : 99,91 - 100,46 (last: 100,41) JCI : 6.201,89 - 6.236,62 (cl: 6.236,13)
Yield SUN FR0109 (5yr) : -3bps to 7,28% FR0108 (10yr) : -1bps to 7,31% FR0106 (15yr) : -1bps to 7,31% FR0107 (20yr) : 0bps to 7,28%
Point of Interest:
• Harga SBN seri benchmark bergerak menguat. Yield SUN 10 tahun ditutup turun 1 bps ke level 7,31% (ytd: +126bps). Bloomberg menyoroti kembali masuknya arus dana asing ke pasar SBN, dengan net inflows sebesar $37,6 juta pada Selasa dan $31,5 juta pada Rabu, berbalik dari arus keluar pada Senin pasca pengunduran diri Perry Warjiyo. Sepanjang bulan Juli, akumulasi net inflows mencapai $352,1 juta dan berpotensi mencatat dua bulan berturut-turut arus masuk bersih.
• IHSG menguat 0,80% ke level 6.236,13, mencatat kenaikan harian selama dua hari berturut-turut, yang ditopang oleh sentimen risk-on global setelah publikasi data kinerja keuangan emiten teknologi besar seperti Amazon, SK Hynix dan Samsung Electronics yang melampaui ekspektasi pasar dan mendukung sentimen positif di kawasan.
• Rupiah menguat 0,47% ke level 18.000 dibandingkan penutupan sebelumnya di 18.085. Penguatan Rupiah sejalan dengan spillover intervensi valas oleh Jepang yang diperkirakan Bloomberg menjual USD sekitar JPY8,45 triliun ($53 miliar) dan merupakan jumlah intervensi terbesar dalam satu hari yang diduga dilakukan dengan koordinasi bersama AS. Langkah tsb menyebabkan penguatan tajam JPY dan memicu unwinding posisi carry trade sehingga mendorong aksi jual USD secara lebih luas di kawasan. Korea Selatan dan Taiwan dilaporkan juga melakukan intervensi valas yang menyebabkan gelombang pelemahan USD lebih lanjut di regional Asia dan turut menopang penguatan mata uang Asia, termasuk Rupiah.
• Pejabat Gubernur Sementara (PGS) BI tegaskan komitmen menjaga stabilitas Rupiah melalui intervensi dan pengendalian inflasi. Hal tsb disampaikan PGS Destry dalam media briefing pagi tadi dan menegaskan bahwa BI tetap aktif melakukan intervensi di pasar valas melalui pasar spot, NDF, dan DNDF. PGS Destry juga memastikan bahwa arah kebijakan moneter tidak berubah, dengan fokus utama pada upaya mendorong arus masuk modal serta menjaga inflasi tetap terkendali. Selain itu, Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo pada 5 Agustus.
• Analis HSBC Andre de Silva menilai bahwa penegasan BI tersebut belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran investor, karena persoalan utama yang dihadapi saat ini bukan terletak pada instrumen kebijakan yang dimiliki BI, melainkan pada aspek kredibilitas.
• Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia periode Juni turun menjadi 117,8 dari 120,9 pada Mei, sekaligus menjadi level terendah sejak September 2025 lalu. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini, yang turun menjadi 109,2 dari 112,2, seiring berkurangnya optimisme masyarakat terhadap kondisi pendapatan, ketersediaan lapangan kerja, dan rencana pembelian barang tahan lama. Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen juga turun menjadi 126,4 dari 129,7, mencerminkan melemahnya ekspektasi terhadap pendapatan, kesempatan kerja, dan aktivitas usaha dalam enam bulan ke depan.
• Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan telah memulihkan dana negara sebesar Rp311 miliar dari 414 rekening virtual Program Makan Bergizi Gratis yang terindikasi bermasalah, seperti memiliki rekening ganda, tidak beroperasi, atau belum aktif. BGN menyatakan temuan tersebut telah diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk penyelidikan lebih lanjut dan akan melanjutkan pemeriksaan terhadap seluruh 27.469 dapur dalam program tersebut.
• Permintaan investor pada lelang SRBI 31 Juli menguat di seluruh tenor, dengan rasio bid-to-cover (btc) meningkat dibandingkan lelang sebelumnya yang hanya mencapai 1,00x. BI menyerap Rp8,5 triliun pada SRBI 12 bulan (rata-rata yield 7,63828%; btc 1,96x), Rp350 miliar pada SRBI 6 bulan (7,20163%; btc 1,42x), dan Rp150 miliar pada tenor 9 bulan (7,42127%; btc 2,28x), yang mencatat permintaan tertinggi. Peningkatan btc di seluruh tenor mengindikasikan mulai pulihnya kepercayaan investor terhadap instrumen likuiditas rupiah BI di tengah transisi kepemimpinan di lembaga tsb.
• Bank of Japan (BoJ) mempertahankan suku bunga acuan di level 1,0% sejalan dengan ekspektasi konsensus. Dalam konferensi pers, Gubernur BoJ Kazuo Ueda menegaskan bahwa BoJ perlu lebih mewaspadai risiko kenaikan inflasi, yang dibaca pasar sebagai stance yang sedikit lebih hawkish dan menjaga peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September tetap terbuka.
• Harga minyak Brent sempat melemah ke kisaran $87/barel di zona perdagangan Asia akibat meredanya ketegangan AS-Iran. Namun kembali bergerak menguat ke kisaran $89/barel yang didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan yang masih tinggi, seiring terbatasnya aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz. Selain itu, terdapat pemberitaan terkait pengalihan rute kapal tanker Arab Saudi, sanksi baru AS terhadap perusahaan pelayaran yang mengangkut minyak Iran, serta potensi penghentian operasi Caspian Pipeline Consortium (CPC) yang merupakan jalur ekspor utama minyak Kazakhstan ke Eropa.
• Data ekonomi AS yang dirilis semalam menunjukkan kombinasi perlambatan pertumbuhan dan meredanya tekanan inflasi. Inflasi PCE (indikator inflasi pilihan The Fed) melambat menjadi 3,7% YoY pada Juni 2026 (Mei: 4,1%), sementara inflasi inti PCE turun tipis menjadi 3,3% YoY yang seluruhnya sesuai ekspektasi pasar. Di sisi lain, pertumbuhan PDB AS pada Q2-2026 melambat menjadi 1,5% YoY, di bawah ekspektasi konsensus 2,1%, terutama akibat penurunan belanja pemerintah dan pelemahan ekspor neto, meskipun konsumsi rumah tangga masih tetap resilien.
Divisi Pengelolaan Investasi DAPENBI IP