Financial Market Update

IDR10 : 7,20% - 7,23% (cl: 7,21%)
IDR5 : 7,16% - 7,20% (cl: 7,17%)
UST10 : 4,55% - 4,61% (last: 4,56%)

IDR : 18.045 - 18.072 (cl: 18.067)
DXY : 100,76 - 101,02 (last: 100,83)
JCI : 6.009,08 - 6.076,78 (cl: 6.041,97)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : -3bps to 7,17%
FR0108 (10yr) : -1bps to 7,21%
FR0106 (15yr) : -3bps to 7,23%
FR0107 (20yr) : -2bps to 7,23%

Point of Interest:

- Inflasi indeks harga konsumen (CPI) periode Juni 2026 turun ke 3,5%YoY (Mei 2026: inflasi 4,2% vs. ekspektasi: inflasi 3,8%), secara bulanan CPI mengalami deflasi 0,4% (Mei 2026: inflasi 0,5% vs. ekspektasi: deflasi 0,1%). Selain itu, Core CPI YoY turun ke 2,6% (Mei 2026: inflasi 2,9% vs. ekspektasi: inflasi 2,8%), secara MoM Core CPI melandai ke 0% (Mei 2026: inflasi 0,2% vs. ekspektasi: inflasi 0,2%).

- Berdasarkan CME FedWatch Tool, kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September 2026 diperkirakan turun dari 75% menjadi 61%, seiring rilisnya data inflasi AS yang melandai.

- PDB China Q2-2026 tumbuh 4,3%YoY, menyentuh level terlemahnya dalam lebih dari tiga tahun terakhir dan di bawah batas bawah target resmi pemerintah tahun ini yang dipatok di kisaran 4,5% hingga 5%. Perlambatan pertumbuhan ekonomi China diperkirakan menjadi agenda utama dalam pertemuan Politbiro Partai Komunis China pada akhir bulan Juli, dengan pembahasan para pejabat yang diperkirakan mempertimbangkan percepatan belanja pemerintah dan peningkatan investasi proyek infrastruktur setelah pemangkasan pengeluaran dalam beberapa bulan terakhir menahan laju pertumbuhan ekonomi yang sempat menguat di awal tahun.

- Presiden AS Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan mengancam akan memperluas serangan militer apabila Teheran tidak kembali ke meja perundingan, diperkuat dengan pernyataan Trump yang akan menargetkan pembangkit listrik hingga jembatan di Iran mulai pekan depan jika negosiasi tidak segera dilanjutkan. Pemerintahan Trump menegaskan proses negosiasi tidak dapat dilanjutkan selama Iran masih membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

- RUU sanksi baru Rusia yang dipelopori oleh almarhum Senator Lindsey Graham dan didukung oleh Presiden Donald Trump akan menargetkan lima pembeli utama minyak mentah dan gas alam Rusia, termasuk China dan India. RUU tersebut akan memberikan wewenang Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif hingga 100% ke China dan India. Ketentuan lain dalam UU tersebut menargetkan apa yang disebut armada bayangan Rusia dan dukungan China terhadap basis industri pertahanan Kremlin.

- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan kebijakan mengenai pembayaran manfaat pensiun sebagai tindak lanjut atas Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 139/PUU-XXIII/2025 dan Nomor 164/PUU-XXIII/2025. MK telah mengabulkan permohonan uji materi terhadap ketentuan pembayaran manfaat dana pensiun dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Putusan tersebut memberikan kesempatan bagi peserta dana pensiun sukarela melalui Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) untuk memilih pembayaran manfaat pensiun secara sekaligus maupun berkala. Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK Agus Firmansyah menyampaikan OJK menetapkan Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-54/D.05/2026 tentang Pemberian Persetujuan atau Kebijakan Berbeda dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang Mengatur Penyelenggaraan Usaha Dana Pensiun terkait Pembayaran Manfaat Pensiun bagi Peserta, Janda/Duda, atau Anak. OJK menetapkan beberapa ketentuan mengenai pembayaran manfaat pensiun, yakni pembayaran manfaat pensiun yang berasal dari uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan/atau uang penggantian hak bagi peserta, janda/duda, atau anak dapat dilakukan secara sekaligus atau berkala sesuai dengan pilihan peserta, janda/duda, atau anak. Selain itu, dana pensiun dapat membayarkan manfaat pensiun tersebut secara sekaligus tanpa memperhatikan batasan nilai pembayaran manfaat pensiun secara sekaligus maupun kondisi tertentu, sebagaimana diatur dalam ketentuan OJK sebelumnya.

- Posisi Utang Luar Negeri (ULN) pada Mei 2026 mencapai US$444,4 miliar, meningkat 2,1% dari posisi periode sama tahun lalu di US$435,33 miliar. Kontributor kenaikan ULN yang berasal dari pemerintah mencatatkan pertumbuhan 3,7% menjadi US$217,3 miliar dan posisi ULN Bank Indonesia juga naik menjadi US$31,14 miliar, sementara itu ULN swasta masih mengalami kontraksi 0,1% menjadi US$195,9 miliar. Struktur ULN Indonesia masih dikategorikan cukup sehat, sekitar 84,3% setara dengan US$372,81 miliar merupakan utang berdurasi jangka panjang, sehingga risiko pembiayaan ulang lebih rendah dan memiliki ruang lebih longgar untuk mengelola arus kas pembayaran pokok utang.

- IHSG menguat tipis 0,04% ke level 6.041,97, sejalan dengan penguatan Rupiah yang turut menopang pergerakan bursa saham hari ini, dengan volume perdagangan mencapai 28,69 miliar atau senilai Rp11,69 triliun. Penguatan kinerja saham utama didorong saham barang baku +0,76%, properti +0,57%, konsumen non-primer +0,48%.

- Rupiah menguat 0,14% ke level 18.067, dibandingkan penutupan sebelumnya di 18.092. Penguatan rupiah didorong meredanya sentimen eksternal dengan terpangkasnya ekspektasi pelaku pasar terhadap langkah hawkish bank sentral AS dengan data inflasi AS yang melandai.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP