Financial Market Update
IDR10 : 7,12% - 7,14% (cl: 7,13%)
IDR5 : 7,04% - 7,07% (cl: 7,05%)
UST10 : 4,36% - 4,47% (last: 4,47%)
IDR : 17.871 - 17.908 (cl: 17.882)
DXY : 101,05 - 101,43 (last: 101,19)
JCI : 5.638,57 - 5.811,67 (cl: 5.643,19)
Yield SUN
FR0109 (5yr) : 0bps to 7,05%
FR0108 (10yr) : +1bps to 7,13%
FR0106 (15yr) : -2bps to 7,21%
FR0107 (20yr) : -2bps to 7,18%
Point of Interest:
• Inventori minyak mentah AS dalam Strategic Petroleum Reserve (SPR) turun sebesar 5,5 juta barel menjadi 325,7 juta barel, yang merupakan level terendahnya sejak Mei 1983. Penurunan inventori tsb merupakan bagian dari kesepakatan AS untuk melepas 172 juta barel guna menutupi kekurangan pasokan minyak global menyusul dampak konflik terkait Iran serta upaya membantu menurunkan harga BBM.
• Israel memperingatkan bahwa operasi militer terhadap Iran dapat kembali dilakukan sewaktu-waktu dan militer Israel bersiap untuk melancarkan serangan secara independen, tanpa melibatkan AS. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menginstruksikan militer untuk mempersiapkan "Operation Blue and White", yang memicu kekhawatiran bahwa gencatan senjata saat ini dapat runtuh dalam waktu dekat.
• HSBC memperingatkan bahwa penguatan tajam USD menjadi salah satu risiko utama (biggest pain trades) pada semester II-2026 apabila The Fed kembali bersikap lebih hawkish dari ekspektasi pasar. Sejalan dengan itu, JPMorgan menilai yield UST 10 tahun saat ini masih sekitar 27bps di bawah nilai wajarnya, sehingga meningkatkan risiko repricing pada aset negara berkembang.
• Presdir BBCA: Arus keluar modal (capital flight) telah secara material menghambat ekspansi bisnis wealth management. Presdir BCA Hendra Lembong menyatakan bahwa bank mencatat peningkatan signifikan jumlah nasabah yang mentransfer dana ke luar negeri sepanjang tahun ini. Beberapa hari sebelumnya, Bloomberg sempat melaporkan bahwa tiga bank asing terbesar di Indonesia (Citigroup, Standard Chartered, dan HSBC) secara kolektif telah merepatriasi sekitar $640juta laba dari Indonesia sejak 2024 yang sedikit melebihi total laba gabungan yang diperoleh dalam periode 2024-2026.
• Fitch Ratings memperkirakan industri keuangan syariah Indonesia akan terus tumbuh pada semester II-2026 hingga 2027, didukung oleh kebijakan pemerintah dan prospek pasar yg tetap resilien. Menurut Fitch, Indonesia akan mempertahankan posisi sbg salah satu penerbit sukuk terbesar dunia, dgn pangsa sukuk meningkat menjadi 33% dari total penerbitan surat utang pd Januari–Mei 2026 (vs 26% pada periode yang sama tahun sebelumnya), sementara perbankan syariah masih memiliki ruang ekspansi besar didukung oleh tingginya populasi Muslim dan potensi pasar yg belum tergarap.
• Pemerintah menerbitkan Sukuk Negara sebesar Rp10,0 triliun sesuai target indikatif, meskipun partisipasi investor cenderung moderat. Total penawaran turun menjadi Rp15,9 triliun dari Rp19,1 triliun pada lelang sebelumnya dan berada di bawah rata-rata 11 lelang terakhir, mencerminkan sikap investor yang lebih selektif di tengah ketidakpastian global. Seri PBS030 mencatat minat tertinggi dari investor dengan total penawaran mencapai IDR4,4 triliun, mencerminkan preferensi investor terhadap instrumen tenor pendek. Total penerbitan SBN sejak awal tahun sudah mencapai IDR864,3 triliun.
• Perdebatan hangat para ekonom yang menyoroti struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia Q1-2026 sebesar 5,61% YoY yang dinilai "rapuh secara struktur". Ekonom INDEF Esther Sri Astuti menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih terlalu didominasi oleh konsumsi rumah tangga yang bersifat temporer. INDEF menilai bahwa diperlukan stabilitas nilai tukar dan harga untuk menguatkan fundamental ekonomi, yg antara lain dapat dicapai melalui independensi bank sentral dan disiplin fiskal sbg salah satu solusi bagi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan indikator makroekonomi lainnya.
• Menteri ESDM: Pemerintah memutuskan menurunkan harga LNG bagi industri menjadi $13 per MMBTU dari sebelumnya berada di atas $20 per MMBTU. Keputusan tsb diambil sbg tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo untuk menjaga industri dan lapangan pekerjaan. Dirut PGN menyatakan kesiapannya menjalankan kebijakan pemerintah yg menurunkan harga LNG industri tsb.
• Harga SBN seri benchmark bergerak mixed. Yield SBN tenor pendek relatif stabil sedangkan tenor panjang cenderung turun terbatas, dengan kisaran pergerakan yield sebesar 0-2 bps. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 1 bps ke level 7,13% (ytd: +108bps). Volume transaksi SBN outright mencapai Rp26,6 triliun, naik dibandingkan Rp18,3 triliun pada hari sebelumnya. Pasar SBN cenderung defensif yang kemungkinan ditopang oleh likuiditas perbankan pasca penempatan dana SAL pemerintah, di tengah tekanan terhadap Rupiah akibat berlanjutnya net sell asing di pasar saham.
• IHSG melemah 3,05% ke level 5.643,19 mencerminkan rendahnya tingkat kepercayaan terhadap pasar modal domestik saat ini. Penurunan tsb menjadikan kinerja saham Indonesia sebagai yang terburuk di dunia sepanjang 2026. Tekanan outflows berlanjut dengan investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp699,84 miliar pada perdagangan 30’Jun (YTD: Rp73,61 triliun). Seluruh indeks sektoral bergerak melemah yang dipimpin oleh sektor barang baku (-5,54%), energi (-3,51%), dan konsumen non-primer (-2,79%).
• Rupiah menguat 0,19% ke level 17.882 dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.848, sejalan dengan penguatan indeks USD secara global yang juga diperkuat oleh permintaan akhir bulan terhadap USD di tengah berlanjutnya repricing stance hawkish The Fed.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP