Financial Market Update

IDR10 : 7,13% - 7,19% (cl: 7,15%)
IDR5 : 7,17% - 7,22% (cl: 7,17%)
UST10 : 4,36% - 4,42% (last: 4,37%)

IDR : 17.925 - 17.970 (cl: 17.925)
DXY : 101,34 - 101,75 (last: 101,38)
JCI : 5.864,00 - 6.056,20 (cl: 5.999,04)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : -4bps to 7,17%
FR0108 (10yr) : -4bps to 7,15%
FR0106 (15yr) : -2bps to 7,25%
FR0107 (20yr) : -4bps to 7,22%

Point of Interest:

Harga minyak dunia jenis Brent turun ke level $72-$73/barel yang semakin mendekati level sebelum konflik AS-Iran. Penurunan tsb telah mencapai sekitar 30% lebih rendah dari peak level semasa perang yg didorong oleh mulai pulihnya arus pengiriman di Selat Hormuz seiring artikel Bloomberg melaporkan bahwa terdapat tiga supertanker yang melintasi selat tsb. Sejumlah negara di Timur Tengah juga dilaporkan telah kembali melanjutkan penjualan minyak mentah, antara lain Qatar yg menjual minyak mentah kepada Taiwan utk pengiriman Agustus-September, serta Arab Saudi yg diperkirakan kembali memulai pemuatan minyak di terminal ekspor Ras Tanura setelah dua kapal VLCC-nya terpantau bergerak menuju fasilitas terkait.

Volume pengiriman minyak melalui Selat Hormuz terpantau meningkat. Elara Capital Research melaporkan bahwa Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan terdapat 72 kapal tanker yang mengangkut sekitar 20 juta barel minyak mentah melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir.

Penurunan harga minyak global mendorong penyesuaian terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral global, seiring tekanan inflasi global yg berpotensi mereda setelah harga minyak melanjutkan penurunan ke level sebelum perang. Ekspektasi tsb terlihat dari penurunan yield UST, UK Gilts, dan Bunds Jerman yang turut menopang penurunan pada yield SBN meskipun relatif terbatas. DXY juga terpantau melemah seiring antisipasi pelaku pasar menjelang rilis data inflasi PCE AS.

Bloomberg MacroScope menilai pasar terlalu optimistis terhadap kemampuan Fed Chairman Kevin Warsh mengembalikan inflasi ke target 2%. Survei konsumen justru menunjukkan ekspektasi inflasi masih meningkat, sehingga kenaikan tajam real yield saat ini dinilai belum memiliki dasar yang kuat dan berpotensi sulit dipertahankan. Sementara itu, analisis Bloomberg lainnya menilai bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi faktor struktural yg mendukung penguatan USD melalui jalur investasi besar di sektor AI yg diperkirakan akan meningkatkan harga berbagai barang terkait sekaligus menarik arus modal ke AS. Hal ini mengindikasikan bahwa penguatan USD berpotensi lebih berkelanjutan dan tidak semata-mata didorong oleh ekspektasi suku bunga.

PBOC menaikkan suku bunga Medium-Term Lending Facility/MLF tenor 1 tahun menjadi minimal 1,50%, dibandingkan 1,45% pada lelang bulan sebelumnya. Kenaikan tsb mengindikasikan bahwa China sedang bergerak menjauh dari stance kebijakan moneter ultra-longgar yg berpotensi memperketat kondisi likuiditas regional dan berdampak pada arus modal antar negara ASEAN. Selain itu, PBOC mengumumkan akan melakukan operasi overnight reverse repo pada 29–30 Juni sebagai bagian dari upaya penyempurnaan kerangka operasional kebijakan moneter untuk mengarahkan suku bunga jangka pendek sekaligus memastikan ketersediaan likuiditas sesuai kebutuhan perbankan.

Seluruh bank besar AS dinyatakan lulus uji ketahanan (stress test) tahunan The Fed yang dirilis pada 25 Juni, dengan sejumlah bank segera mengumumkan kenaikan dividen dan program pembelian kembali saham. Hasil stress test tsb memperkuat sentimen risk-on global karena menunjukkan sistem perbankan AS memiliki ketahanan yang memadai untuk menghadapi potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan pengurangan anggaran program MBG setidaknya 15% dari alokasi Rp268 triliun. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional mengonfirmasi kepada Bloomberg bahwa besaran anggaran dan target penerima manfaat masih dalam tahap pembahasan bersama Kemenkeu. Langkah ini dipandang positif karena berpotensi mengurangi kebutuhan pembiayaan pemerintah, menekan premi risiko fiskal, dan mendukung penurunan yield SBN.

Presiden Prabowo melikuidasi sekitar 240 BUMN yang dinilai tidak lagi layak secara komersial sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola sektor publik yang lebih efisien. Langkah ini memperkuat narasi reformasi fiskal dan struktural pasca rencana pemangkasan anggaran program MBG, sehingga memberikan sentimen positif terbatas bagi pasar Indonesia.

Indonesia menandatangani kontrak impor minyak dari Rusia melalui Lemigas, lembaga yang baru memperoleh kewenangan untuk melakukan impor minyak guna mendukung ketahanan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan volume impor masih berpotensi ditingkatkan, menyusul laporan sebelumnya bahwa Indonesia telah memperoleh pasokan minyak 150 juta barel dari Rusia.

Pemerintah memberikan masa transisi selama tiga bulan bagi penyalur BBM untuk beralih dari campuran biodiesel B40 ke B50. Seluruh penyalur diwajibkan memasok B50 paling lambat 1 Oktober dengan mandatori B50 mulai berlaku pada 1 Juli. Pertamina diperkirakan dapat menghabiskan stok B40 dalam waktu dua bulan sesuai dengan periode transisi.

Harga SBN seri benchmark bergerak menguat dengan kisaran penurunan yield sebesar 2-4 bps. Yield SUN 10 tahun ditutup turun 4 bps ke level 7,15% (ytd: +110bps). Volume transaksi SBN outright mencapai Rp23,9 triliun, naik dibandingkan Rp16,3 triliun pada hari sebelumnya. Penurunan yield SBN sejalan dengan pergerakan UST overnight yg turun seiring harga minyak dunia yg bergerak melemah menuju level sebelum perang.

IHSG menguat 1,96% ke level 5.999,04 sejalan dengan sentimen positif penguatan bursa regional Asia setelah rilis data earnings kuartalan Micron Technology yg melampaui ekspektasi sehingga turut mendorong pemulihan IHSG hari ini. Seluruh indeks sektoral bergerak menguat yang dipimpin oleh sektor infrastruktur (+3,81%), kesehatan (+3,03%), dan barang konsumsi primer (+2,50%).

Rupiah menguat 0,10% ke level 17.925 dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.943, seiring dengan penurunan harga minyak dunia menuju level sebelum perang yang menopang risk appetite pelaku pasar.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP