Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Sebagian besar ekonom AS memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga acuannya di atas 4% tahun ini dan mempertahankannya hingga tahun 2023 untuk menurunkan inflasi yang tinggi. Dari 44 ekonom AS yang disurvei oleh Financial Times, 14% memprediksi Fed rate akan mencapai puncaknya di level 4%, 66% memprediksi 4%-5%, 18% memprediksi 5%-6%, dan 2% memprediksi 6%-7%.

*   Sentimen konsumen Universitas Michigan untuk AS meningkat ke level tertinggi selama 5-bulan terakhir di level 59,5 pada September 2022 dari level 58,2 pada Agustus 2022, dibandingkan dengan perkiraan konsensus di level 60,0. Namun, tidak jelas apakah peningkatan pada sentimen konsumen ini akan berlanjut ke depan karena konsumen menghadapi ketidakpastian terkait arah kenaikan inflasi ke depan.

*   Indeks dolar menguat mendekati level tertinggi 20-tahun di level 109,6 karena sikap Fed tetap hawkish untuk waktu yang lebih lama. Indeks dolar juga ditopang oleh investor inflow ke aset safe-haven karena ekonomi AS yang tetap tangguh di tengah potensi resesi global.

*   Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 akan mencapai 1,09% MoM. Prediksi tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga yang dilakukan pada pekan ke-3 September 2022. Penyumbang utama inflasi hingga pekan ke-3 September 2022 adalah harga BBM sebesar 0,91% MoM, transportasi dalam kota sebesar 0,04% MoM, transportasi antar kota, telur ayam pedaging, dan beras dengan masing-masing 0,02% MoM. Sementara itu, rokok kretek dan gas masing-masing menyumbang 0,01% MoM.

*   Minggu ini akan didominasi oleh keputusan suku bunga oleh bank sentral utama termasuk Federal Reserve, Bank of England, Bank of Japan dan Bank Indonesia. Selain itu, fokus investor adalah pada tingkat inflasi untuk Jepang dan Kanada, dan data perumahan AS. Terakhir, investor akan menunggu angka PMI manufaktur untuk AS, Inggris, kawasan Eropa, Prancis, Jerman, Australia, dan Jepang.

*   IHSG ditutup menguat 0,37% atau 27bps ke level 7.195,49. IHSG diperdagangkan fluktuatif hari ini sebelum menutup hari lebih tinggi didukung oleh saham-saham kapitalisasi besar sementara semua saham lainnya sebagian besar jatuh, terutama saham komoditas. BBCA melonjak 2,4% menjadi penyumbang poin indeks terbanyak, TLKM naik 2%, ASII melesat 3,3%, BBRI naik 1,6%, BMRI melonjak 1,4% dan ARTO mencatatkan kenaikan solid 3,1%.

*   Rupiah ditutup melemah 0,17% atau 25 bps ke level Rp14.978/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.953/USD.   

 


Demikian disampaikan, terima kasih.



Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP