Financial Market Update

IDR10 : 6,65% - 6,69% (cl: 6,69%)
IDR5 : 6,63% - 6,68% (cl: 6,68%)
UST10 : 4,47% - 4,52% (last: 4,50%)

IDR : 17.745 - 17.795 (cl: 17.789)
DXY : 99,01 - 99,25 (last: 99,22)
JCI : 6.124,79 - 6.286,87 (cl: 6.130,19)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : +6bps to 6,68%
FR0108 (10yr) : +3bps to 6,69%
FR0106 (15yr) : +2bps to 6,84%
FR0107 (20yr) : +2bps to 6,84%

Point of Interest:

Militer AS meluncurkan serangan mendadak baru ke wilayah Iran selatan yang langsung direspons dengan pernyataan keras bernada ancaman oleh Pemimpin Tertinggi Iran. Hal ini terjadi di tengah berlanjutnya proses negosiasi kedua negara yang tengah mematangkan dokumen draf damai melalui negosiasi intensif di Qatar. Harga minyak naik sekitar 4% ke level $99,85 per barel merespon kondisi tersebut. Juru bicara militer AS, Kapten Tim Hawkins, menyatakan serangan dilakukan untuk melindungi pasukan dan armada laut AS dari ancaman militer Iran yang dinilai tetap agresif di tengah masa gencatan senjata yang rapuh.

Iran mengecam serangan AS sebagai pelanggaran gencatatan senjata dan tindakan “bad faith” di tengah proses negosiasi damai yang sedang berlangsung di Qatar. IRGC menegaskan hak untuk melakukan pembalasan dan mengklaim telah menembak jatuh drone AS di kawasan Teluk. Di saat bersamaan, Israel meningkatkan eskalasi regional melalui lebih dari 120 serangan udara ke Lebanon.

Hasil lelang SUN 26 Mei 2026 mengindikasikan permintaan terhadap SBN masih cukup baik pasca kenaikan BI Rate, namun cenderung selektif pada tenor menengah-panjang. Total incoming bids naik menjadi Rp57,30 triliun dgn total dimenangkan sebesar Rp36,85 triliun (bid-to-cover 1,56x). Tenor pendek-menengah FR0109 (2031) menyerap alokasi terbesar Rp14,45 triliun dari incoming bids Rp20,20 triliun dan WAY 6,67%. Minat thd tenor panjang cukup terjaga namun dgn yield lebih tinggi, tercermin dari FR102 (2054) dan FR0105 (2064) dengan yield tertinggi dimenangkan 6,99% (WAY 6,97%) dan 7% (WAY 6,98%).

Pemerintah tengah menyelidiki sejumlah produsen sawit besar, termasuk Wilmar International dan Musim Mas Group, terkait dugaan praktik under-invoicing dan transfer pricing pada ekspor produk sawit. Langkah ini mencerminkan meningkatnya fokus pemerintahan Presiden Prabowo untuk memperketat pengawasan sektor sumber daya alam dan menindak potensi kebocoran penerimaan negara, sejalan dengan kebijakan terbaru yang juga mencakup penertiban perkebunan dan tambang terkait pengelolaan lahan yang tidak sesuai ketentuan.

Parlemen Indonesia segera membahas revisi sejumlah undang-undang keuangan negara melalui omnibus Bill guna menyesuaikan dengan pembentukan sovereign wealth fund Danantara. Revisi akan difokuskan pada pengalihan kewenangan pengelolaan investasi negara dan dividen BUMN dari Menkeu kepada Danantara, sehingga dividen BUMN tidak lagi menjadi bagian dari penerimaan APBN. Pembahasan ini akan dilakukan setelah revisi undang-undang sistem keuangan selesai, yang juga diperkirakan memperluas mandat Bank Indonesia untuk lebih mendukung pertumbuhan ekonomi. Ketua komisi XI DPR RI menyatakan bahwa saat ini fokus revisi bukan tertuju pada perubahan ketentuan terkait fiskal (merujuk pada threshold defisit fiskal dan rasio utang publik).

Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark bergerak melemah dgn kisaran kenaikan yield sebesar 2-6bps. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 3bps ke level 6,69% (ytd: +64bps). Volume transaksi SBN outright mencapai Rp36,3 triliun, naik dari Rp16,7 triliun pada perdagangan hari sebelumnya.

IHSG ditutup melemah 1,23% ke level 6.130,19 seiring net jual asing dan aksi profit taking pasca penguatan terbatas kemarin akibat meningkatnya kekhawatiran geopolitik Timur Tengah dan masih berlanjutnya dampak rebalancing MSCI. Pelemahan IHSG terutama pada sektor perindustrian (-3,38%), barang konsumsi non-primer (-2,20%), dan properti (-2,14%).

Rupiah ditutup melemah 0,26% ke level 17.789 dibandingkan penutupan sebelumnya 17.743.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP