Financial Market Update
IDR10 : 6,71% - 6,76% (cl: 6,72%)
IDR5 : 6,66% - 6,68% (cl: 6,67%)
UST10 : 4,52% - 4,58% (last: 4,56%)
IDR : 17.673 - 17.723 (cl: 17.709)
DXY : 99,17 - 99,41 (last: 99,24)
JCI : 5.966,86 - 6.171,97 (cl: 6.162,05)
Yield SUN
FR0109 (5yr) : +1bps to 6,67%
FR0108 (10yr) : -4bps to 6,72%
FR0106 (15yr) : -1bps to 6,84%
FR0107 (20yr) : -1bps to 6,84%
Point of Interest:
• Reuters melaporkan bahwa negosiasi antara AS dan Iran masih terhambat isu terkait stok uranium Iran dan kontrol atas Selat Hormuz. Pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa belum ada kesepakatan yang tercapai meski perbedaan antara AS dan Iran mulai berkurang, dengan isu uranium enrichment dan kontrol Iran atas Selat Hormuz masih menjadi hambatan utama dalam negosiasi. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan ada sejumlah sinyal positif dalam proses negosiasi.
• Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menolak untuk melepaskan uranium yang dimurnikan dan memerintahkan agar uranium yang memiliki grade mendekati senjata nuklir harus tetap berada di Iran, sementara Trump bersikeras untuk merebut Uranium tersebut. Sementara itu, Putin mengusulkan kepada Xi Jinping agar uranium Iran disimpan di Rusia sebagai alat kompromi.
• Inflasi inti Jepang (CPI ex-fresh food) tercatat 1,4% YoY pada Apr-26, melambat dari 1,8% YoY pada Mar-26 dan masih berada di bawah target Bank of Japan sebesar 2%. Perlambatan tersebut mencerminkan moderasi harga energi dan barang impor setelah penguatan Yen dalam beberapa pekan terakhir.
• Defisit neraca transaksi berjalan Indonesia periode Q1-26 melebar menjadi USD4,0 miliar atau 1,1% dari PDB (Q4-25: USD2,5 miliar atau 0,7% dari PDB), yang merupakan defisit paling signfikan sejak Q4-19. Pelebaran ini terutama dipengaruhi oleh menyempitnya surplus perdagangan, sementara defisit pendapatan primer juga sedikit melebar akibat meningkatnya pembayaran yield investasi portofolio.
• CIO Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa sentralisasi ekspor via PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan beroperasi secara penuh pada Januari 2027, sembari menambahkan bahwa Indonesia akan “mendengarkan pasar” terkait rencana ini.
• Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membantah kabar bahwa implementasi sentralisasi ekspor komoditas ditunda hingga awal 2027, sembari menyebut bahwa implementasinya “tetap dimulai 1 Juni 2026, secara bertahap.” Sebelumnya, terdapat laporan Sxcoal (firma data intelijen pasar batu bara global) bahwa implementasi penuh sentralisasi ekspor komoditas Indonesia akan diundur menjadi 1 Januari 2027.
• BI mencatat bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh +9,2% YoY menjadi Rp10.253,7 T pada Apr-26 (Mar-26: +9,7% YoY). Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar +13,6% YoY dan uang kuasi sebesar +4,7% YoY.
• Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark bergerak variatif dgn kisaran pergerakan yield sebesar 1-4bps. Yield SUN 10 tahun ditutup turun 4bps ke level 6,72% (ytd: +67bps). Volume transaksi SBN outright mencapai Rp14,4 triliun, turun dari Rp19,5 triliun pada perdagangan hari sebelumnya.
• IHSG ditutup menguat 1,10% ke level 6.162,05 seiring turnaround yg terjadi menjelang penutupan pasar didorong aksi rebound teknikal setelah koreksi tajam sepanjang pekan serta adanya sentimen positif terkait potensi penundaan implementasi kebijakan ekspor satu pintu. Penguatan terbesar IHSG dikontribusikan oleh sektor barang baku (+6,85%), energi (+4,83%), dan konsumen non-primer (+2,58%).
• Rupiah ditutup melemah 0,31% ke level 17.709 dibandingkan penutupan sebelumnya 17.654.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP