Financial Market Update

IDR10 : 6,56% - 6,61% (cl: 6,59%)
IDR5 : 6,46% - 6,53% (cl: 6,51%)
UST10 : 4,38% - 4,41% (last: 4,40%)

IDR : 17.383 - 17.420 (cl: 17.412)
DXY : 97,85 - 98,15 (last: 97,94)
JCI : 6.846,63 - 7.001,68 (cl: 6.905,62)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : +4bps to 6,51%
FR0108 (10yr) : +1bps to 6,59%
FR0106 (15yr) : 0bps to 6,74%
FR0107 (20yr) : +1bps to 6,72%

Point of Interest:

Iran secara resmi menyampaikan tanggapannya terhadap proposal terbaru dari AS untuk mengakhiri perang melalui mediator Pakistan pada 10 Mei 2026. Proposal balasan Iran tersebut mencakup pencabutan blokade angkatan laut AS, pencabutan sanksi sepenuhnya, pencairan aset Iran, kendali Iran atas Selat Hormuz, dan gencatan senjata di Lebanon. Selain itu, Iran dilaporkan menawarkan pengurangan dan pemindahan sebagian stok uranium yang diperkaya tinggi kepada negara ketiga, namun dengan tegas menolak pembongkaran fasilitas nuklirnya serta meminta jaminan pengembalian uranium apabila negosiasi gagal/terdapat pihak yg melanggar kesepakatan damai.

Presiden AS Trump tolak proposal damai Iran. Perundingan damai AS–Iran kembali menemui jalan buntu setelah Presiden Trump menolak proposal terbaru Iran dan menyebutnya “totally unacceptable”, sementara Teheran juga menolak tuntutan AS yang dinilai menyerupai penyerahan diri. Lebih lanjut, Trump memperingatkan akan melanjutkan operasi militer selama dua pekan lagi. Sementara itu, PM Israel Netanyahu menyatakan perang belum berakhir dan mengklaim Trump mengatakan kepadanya bahwa AS bermaksud untuk memasuki Iran via jalur darat untuk menghancurkan uranium dan fasilitas nuklir.

Perkembangan situasi terakhir AS-Iran kembali meningkatkan ketegangan geopolitik dan memperbesar ketidakpastian terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Pasar merespons negatif perkembangan tersebut yg tercermin dari kenaikan harga minyak jenis Brent ke kisaran $103-$106/barel serta pelemahan sentimen risiko global.

Presiden AS-China akan bertemu pada 14-15 Mei 2026 di Beijing. Seorang pejabat senior AS menyatakan bahwa dukungan China untuk Iran akan menjadi topik diskusi utama dalam pertemuan tsb. Sikap China dalam menjamin kesepakatan nuklir Iran dapat mengubah lanskap diplomatik secara signifikan. Sementara itu, Presiden Trump kemungkinan akan menekan Presiden Xi Jinping terkait pembelian minyak Iran oleh China di tengah perang yang masih berlangsung.

Rilis data AS: Indeks sentimen konsumen oleh Universitas Michigan turun ke all-time-low sebesar 48,2 pada Mei 2026 (surv: 49,5; Apr: 49,8). Penurunan tsb disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran atas inflasi tinggi yang dapat memengaruhi kondisi keuangan secara personal dan daya beli yang lebih lemah.

Data ketenagakerjaan AS periode April menunjukkan pasar tenaga kerja masih solid, tercermin dari kenaikan NFP sebesar 115 ribu, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 67 ribu, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 4,3%. Namun, pertumbuhan upah tercatat lebih rendah dari perkiraan dengan kenaikan average hourly earnings sebesar 0,2% MoM. Kombinasi data tersebut dipersepsikan pasar masih sejalan dengan pendekatan wait-and-see The Fed, tanpa urgensi untuk segera memangkas ataupun menaikkan suku bunga acuan.

Survei Konsumen Bank Indonesia per Apr-2026 menunjukkan keyakinan konsumen tetap terjaga. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat naik terbatas menjadi 123,0 dari 122,9 pada bulan Mar-2026. Hal ini mencerminkan optimisme rumah tangga terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi ke depan.

Menteri ESDM resmi menunda kenaikan tarif royalti dan bea ekspor mineral strategis, termasuk nikel, emas, dan tembaga, pada 11 Mei 2026 menyusul protes dari para pelaku usaha. Penundaan ini bertujuan mengevaluasi ulang formulasi tarif demi mencapai titik tengah yang adil antara kepentingan negara dan keberlangsungan bisnis pengusaha.

Pemerintah memutuskan menunda pembentukan Bond Stabilization Fund (BSF) karena kondisi saat ini belum dianggap sebagai krisis. Menkeu Purbaya menyatakan bahwa aktivasi BSF hanya akan dilakukan ketika krisis, sehingga saat ini Pemerintah memilih untuk memanfaatkan instrumen dan pengelolaan kas yang tersedia untuk menjaga stabilitas pasar obligasi dan rupiah.

Menkeu Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan kembali membuka program tax amnesty karena dinilai dapat melemahkan kepastian penegakan perpajakan. Sebagai gantinya, pemerintah akan memperkuat kepatuhan melalui mekanisme perpajakan normal, dengan masa transisi hingga akhir 2026 bagi wajib pajak untuk merepatriasi dan melaporkan dana dari luar negeri sebelum pengawasan dan penindakan perpajakan yang diperketat.

Outstanding SRBI periode Apr-2026 meningkat Rp126,7 triliun menjadi Rp957,9 triliun, yg merupakan kenaikan bulanan terbesar sejak Juli 2024. Hal ini mencerminkan intensifikasi upaya BI menarik arus modal masuk guna menopang rupiah yang telah melemah lebih dari 4% sepanjang tahun ini akibat meningkatnya risiko geopolitik dan lonjakan harga minyak pasca perang Iran. BI menegaskan komitmen utk melanjutkan penerbitan SRBI dengan yield tinggi serta memperkuat intervensi valas di pasar onshore dan offshore.

Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark bergerak melemah dengan kisaran kenaikan yield sebesar 0-4bps. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 1 bps ke level 6,59% (ytd: +54bps). Volume transaksi outright mencapai Rp19,5 triliun, naik dari Rp14,6 triliun pada perdagangan hari Jumat lalu.

IHSG ditutup melemah 0,92% ke level 6.905,62 seiring meningkatnya ketidakpastian terkait pengakhiran perang AS-Iran setelah AS menolak proposal balasan dari Iran yang membuat harga minyak jenis Brent bertahan di atas level $100/barel. Sektor transportasi dan logistik mencatat penurunan sebesar 2,88%, diikuti oleh sektor energi yang turun 2,02%.

Rupiah ditutup melemah 0,22% ke level 17.412 dibandingkan penutupan sebelumnya 17.373.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP