Financial Market Update
IDR10 : 6,58% - 6,71% (cl: 6,58%)
IDR5 : 6,47% - 6,69% (cl: 6,47%)
UST10 : 4,31% - 4,40% (last: 4,39%)
IDR : 17.319 - 17.375 (cl: 17.342)
DXY : 97,82 - 98,28 (last: 98,07)
JCI : 7.107,18 - 7.207,08 (cl: 7.174,32)
Yield SUN
FR0109 (5yr) : -22bps to 6,47%
FR0108 (10yr) : -13bps to 6,58%
FR0106 (15yr) : -11bps to 6,76%
FR0107 (20yr) : -4bps to 6,72%
Point of Interest:
• AS dan Iran semakin dekat pada kesepakatan sementara dalam bentuk memorandum untuk menstabilkan Selat Hormuz. Iran sedang meninjau proposal damai 14 poin dari AS yang mencakup mekanisme pelayaran baru di Selat Hormuz. Iran juga dikabarkan meminta klarifikasi mengenai mekanisme pencairan dana yang dibekukan sebelum menyetujui gencatan senjata permanen. Presiden Donald Trump menyatakan optimisme bahwa kesepakatan bisa segera tercapai, meskipun ia juga memberikan ancaman serangan intensitas tinggi jika Iran gagal menyetujui memorandum. Pasar global mulai merespons positif kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz.
• Meskipun pembicaraan damai berjalan, konflik di Selat Hormuz masih meningkat. Militer AS (CENTCOM) dilaporkan sempat melumpuhkan kemudi sebuah kapal tanker minyak Iran di Teluk Oman karena dianggap mencoba menembus blokade pelabuhan Iran. Media pemerintah Iran mengklaim bahwa rudal-rudal mereka mengenai kapal militer AS sebagai balasan atas serangan CENTCOM.
• Prancis dan Inggris secara resmi mengumumkan misi pengawalan di Selat Hormuz. Kapal induk Prancis Charles de Gaulle dilaporkan telah mulai melakukan patroli udara di pintu masuk Teluk Aden. Langkah ini secara efektif menciptakan "koridor aman" bayangan untuk kapal-kapal tanker Eropa, meskipun secara teknis blokade AS masih berlaku bagi Iran.
• Harga minyak jenis Brent bergerak di kisaran $96-$104/barel, seiring pelaku pasar yang masih berhati-hati dan memantau perkembangan negosiasi AS-Iran serta aktivitas militer di Selat Hormuz. Harga minyak sempat turun ke $96/barel seiring ekspektasi perdamaian, namun kembali naik ke $104/barel ketika kontak militer meningkat di Selat Hormuz dan adanya kekhawatiran keberadaan militer multinasional (Prancis-Inggris) justru bisa memicu salah paham militer yang berujung pada pertempuran baru.
• China menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz secara cepat dalam pertemuannya dengan menteri luar negeri Iran. Langkah ini menunjukkan urgensi Beijing dalam mengatasi krisis energi global, tepat beberapa hari menjelang rencana pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Donald Trump.
• Departemen Keuangan AS mengumumkan akan mempertahankan volume lelang UST tetap stabil, dengan nilai refunding pekan depan (11-15 Mei) sebesar $125 miliar. Pemerintah dijadwalkan akan melelang surat utang tenor 3 tahun senilai $58 miliar pada hari Senin, diikuti oleh lelang tenor 10 tahun senilai $42 miliar dan obligasi tenor 30 tahun senilai $25 miliar pada hari-hari berikutnya.
• Pemerintah telah melakukan finalisasi revisi aturan DHE SDA yang akan diberlakukan 1 Juni 2026. Aturan ini mengatur seluruh DHE SDA wajib ditempatkan di Himbara dengan minimal 12 bulan dan dapat dikonversikan ke Rupiah maksimal 50% dari total DHE. Sementara itu, pemerintah mengecualikan untuk penempatan DHE SDA sektor ekstraktif (migas) dengan durasi 3 bulan. Pemerintah juga akan menerbitkan SBN Valas sebagai opsi penempatan DHE dan upaya dalam pendalaman pasar.
• KSSK menyatakan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga dengan pertumbuhan ekonomi kuat sebesar 5,61% YoY pada Q1-2026, didukung tingkat permodalan perbankan yang solid. Menghadapi volatilitas global, pemerintah berencana mengaktifkan kembali Bond Stabilization Fund (BSF) untuk menstabilkan rupiah, seiring kembalinya aliran modal masuk di awal Q2-2026. Stabilitas sistem keuangan nasional tetap dalam kondisi normal dan terjaga, meskipun volatilitas pasar global meningkat akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
• Pemerintah bersiap menggelontorkan stimulus tambahan guna menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi pada Q2-2026. Langkah antisipatif ini diambil setelah ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,61% pada Q1-2026, meski kini dibayangi risiko ketidakpastian global dan fluktuasi harga energi dunia.
• Menteri PPN/Kepala Bappenas: Rancangan target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2027 berada dalam rentang 5,9% hingga 7,5%. Menurut Kepala Bappenas, Indonesia harus mendoron pertumbuhan ekonomi secara cepat agar dapat keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) seiring periode bonus demografi yang akan berakhir pada 2035.
• Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark bergerak menguat dengan kisaran penurunan yield sebesar 4-22bps. Yield SUN 10 tahun ditutup turun 13 bps ke level 6,58% (ytd: +54bps). Volume transaksi outright mencapai Rp30,1 triliun, naik dari Rp22,0 triliun pada perdagangan hari sebelumnya.
• IHSG ditutup menguat 1,15% ke level 7.174,32 sejalan dengan sentimen positif terkait AS-Iran yang memicu rally penguatan pada aset berisiko termasuk bursa saham di kawasan Asia, dimana indeks Nikkei ditutup pada all time high sebesar 62.833,84.
• Rupiah ditutup menguat 0,27% ke level 17.342 dibandingkan penutupan sebelumnya 17.389 sejalan dengan penguatan mata uang EM lainnya yang dipicu oleh ekspektasi akan segera tercapainya kesepakatan damai AS-Iran pasca AS mengirimkan draft MoU kepada Iran.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP