Financial Market Update

IDR10 : 6,77% - 6,79% (cl: 6,78%)
IDR5 : 6,57% - 6,61% (cl: 6,61%)
UST10 : 4,33% - 4,38% (last: 4,35%)

IDR : 17.215 - 17.249 (cl: 17.225)
DXY : 98,43 - 98,87 (last: 98,64)
JCI : 7.032,98 - 7.151,51 (cl: 7.072,39)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : +4bps to 6,61%
FR0108 (10yr) : +1bps to 6,78%
FR0106 (15yr) : +3bps to 6,79%
FR0107 (20yr) : +5bps to 6,72%

Point of Interest:

Menlu AS Marco Rubio menolak keras proposal Iran senada dengan pernyataan Presiden Trump bahwa tawaran Iran belum cukup baik, khususnya mengenai pengendalian Selat Hormuz dan komitmen tidak mengembangkan senjata nuklir. Iran diketahui menginginkan agar dapat mengendalikan Selat Hormuz dan menerapkan pungutan bagi kapal yang melalui jalur tsb dan menyatakan bahwa negosiasi terkait nuklir akan dilakukan menyusul setelah AS mengangkat blokadenya terhadap pelabuhan dan kapal Iran.

Uni Emirat Arab memutuskan untuk keluar dari OPEC mulai 1 Mei 2026, yg mencerminkan meningkatnya fragmentasi dalam koordinasi produsen minyak global di tengah disrupsi pasokan akibat konflik Iran. Meskipun dampak jangka pendek terhadap harga minyak dinilai terbatas karena kondisi pasar yang masih undersupplied, langkah ini berpotensi meningkatkan ketidakpastian terhadap efektivitas kebijakan produksi OPEC ke depan serta memperkuat volatilitas pasar energi dalam jangka menengah.

Komisi Keamanan Nasional Majlis Iran secara terbuka merinci rancangan undang-undang untuk mengenakan tarif dalam CNY bagi kapal tanker minyak dan kapal komersial yang melewati Selat Hormuz, melarang kapal yang terkait dengan Israel, dan menempatkan pasukan militer untuk bertanggung jawab atas penegakan hukum di Selat Hormuz. Jika RUU ini disahkan melalui pemungutan suara di parlemen, hal itu akan memperkuat posisi hukum Iran dan semakin mempersulit penyelesaian diplomasi antara AS dan Iran.

Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak mentah Brent untuk 4Q26 menjadi USD90/barel, naik dari USD80/barel sebelumnya, dengan memperhitungkan kendala pasokan minyak dari Timur Tengah. Goldman Sachs menyoroti penurunan persediaan minyak yang ekstrem dan potensi harga yang lebih tinggi seiring gangguan di Selat Hormuz, dengan skenario terburuk berpotensi mendorong harga minyak hingga di atas USD100-USD120/barel.

Bank of Japan (BoJ) mempertahankan suku bunganya di level 0,75% pada pertemuan 28 April 2026. Suku bunga acuan Jepang berada pada level tertingginya sejak September 1995 di tengah ketidakpastian atas konflik Timur Tengah dan melonjaknya harga energi. BoJ menaikkan prospek inflasi inti untuk full-year 2026 menjadi 2,8% YoY dari 1,9% YoY, sementara proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk full-year 2026 dipangkas menjadi 0,5% YoY dari 1,0% YoY.

Data Foreign Direct Investment (FDI) ke Indonesia, tidak termasuk sektor keuangan dan minyak dan gas, tumbuh sebesar 8,5% YoY menjadi Rp250,0 triliun pada Q1-2026, dibandingkan kenaikan 4,3% YoY pada Q4-2025 dan mencatatkan pertumbuhan selama dua kuartal berturut-turut. Dalam beberapa tahun terakhir, FDI menguat, khususnya di sektor pertambangan dan hilirisasi logam.

Pemerintah akan menyiapkan subsidi motor listrik sekitar Rp5 juta per unit guna meningkatkan adopsi kendaraan listrik dan memperkuat ketahanan energi nasional. Menperi Agus Gumiwang menyatakan bahwa kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian dan akan segera ditetapkan melalui peraturan resmi.

Pemerintah akan memberikan insentif bea masuk 0% selama enam bulan utk impor LPG dan bahan baku plastik guna meredam lonjakan harga di tengah tekanan geopolitik global. Menko Perekonomian Airlangga menyatakan bahwa kebijakan bertujuan menjaga pasokan industri petrokimia dan menekan biaya produksi di tengah tingginya ketergantungan impor.

Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark bergerak melemah dengan kisaran pergerakan yield sebesar 1-5bps. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 1 bps ke level 6,78%. Volume transaksi outright mencapai sebesar Rp41,3 triliun, naik dari Rp22,9 triliun pada perdagangan hari sebelumnya.

IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 disebabkan oleh sentimen negatif akibat deadlock perundingan damai AS-Iran. Berdasarkan sektor, pelemahan IHSG disebabkan oleh kinerja pada sektor infrastruktur (-1,09%), dan barang konsumsi primer (-0,75%).

Rupiah ditutup melemah 0,17% ke level 17.225 dibandingkan penutupan sebelumnya 17.195.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP