Financial Market Update
IDR10 : 6,75% - 6,77% (cl: 6,77%)
IDR5 : 6,55% - 6,59% (cl: 6,57%)
UST10 : 4,30% - 4,33% (last: 4,31%)
IDR : 17.195 - 17.234 (cl: 17.195)
DXY : 98,26 - 99,34 (last: 98,32)
JCI : 7.106,52 - 7.230,03 (cl: 7.106,52)
Yield SUN
FR0109 (5yr) : +1bps to 6,57%
FR0108 (10yr) : +1bps to 6,77%
FR0106 (15yr) : -1bps to 6,76%
FR0107 (20yr) : 0bps to 6,67%
Point of Interest:
• Iran diberitakan telah mengajukan proposal baru kepada AS melalui Pakistan untuk mengakhiri konflik. Menurut laporan media Axios, Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan perpanjangan gencatan senjata guna memberi ruang negosiasi menuju perdamaian permanen. Namun, Iran menegaskan baru bersedia membicarakan terkait isu nuklir jika AS mencabut blokade ekonomi dan maritim AS di Selat Hormuz dan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
• Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bertemu dengan Presiden Rusia hari ini di tengah kebuntuan negosiasi damai dengan AS. Araghchi menyatakan kunjungan ini bertujuan untuk melakukan "koordinasi yang diperlukan" dengan Moskow setelah kampanye militer AS-Israel mengganggu pertemuan bilateral sebelumnya. Iran berupaya memperkuat posisi politik serta memperoleh dukungan internasional dengan melakukan serangkaian kunjungan ke negara-negara kawasan di tengah kebuntuan negosiasi dengan AS.
• Gedung Putih bersikeras pada posisinya untuk dihubungi langsung oleh Iran jika menginginkan perdamaian. Hal ini sebagaimana pernyataan Trump melalui media Truth Social terkait pembatalan pengiriman utusannya ke Islamabad akhir pekan lalu, sekaligus pernyataan agar Iran menghubungi dirinya langsung jika sudah siap mencapai kesepakatan.
• Departemen Kehakiman AS menghentikan investigasi kriminal terhadap Fed Chairman Jerome Powell, yang membuka jalan bagi Senat untuk melanjutkan proses konfirmasi Kevin Warsh sebagai penggantinya. Komite Perbankan Senat menjadwalkan voting atas nominasi Warsh pada Rabu pekan ini, setelah Senator Thom Tillis menyatakan ia tidak lagi memblokir nominasi tersebut. Warsh dalam sidang konfirmasi sebelumnya menegaskan ia tidak akan menjadi “sock puppet” Trump dan berkomitmen menjaga independensi The Fed.
• Fokus pelaku pasar pekan ini: Pertemuan bank sentral utama, termasuk BoJ, The Fed, ECB, dan BoE. Meskipun suku bunga diperkirakan tetap ditahan, pelaku pasar mencermati arahan ke depan terkait bagaimana pejabat bank sentral menilai dampak konflik di Timur Tengah terhadap inflasi, pertumbuhan, dan arah kebijakan moneter. Selain itu, terdapat juga rilis data PCE dan GDP AS yang akan dinantikan pelaku pasar untuk mengukur dampak krisis energi terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan adalah 100% pada FOMC meeting pekan ini.
• BMI (Fitch Group) memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan sepanjang 2026, seiring tekanan persisten terhadap Rupiah dan berlanjutnya outflows akibat kekhawatiran kebijakan domestik serta konflik AS-Iran. BMI juga memundurkan potensi penurunan suku bunga acuan sebesar 50bps ke tahun 2027. Rupiah berpotensi melemah menuju 18.000 dengan asumsi rata-rata harga minyak tahun 2026 mencapai $110/barel, sehingga meningkatkan risiko kebijakan moneter yang lebih ketat di tengah terbatasnya ruang fiskal akibat konflik AS-Iran yang berkepanjangan.
• Menko Perekonomian Airlangga menilai risiko resesi Indonesia rendah di bawah 5%, dengan fundamental ekonomi yang masih solid, tercermin dari pertumbuhan yang stabil, inflasi yang terkendali, serta kepercayaan konsumen yang tetap tinggi. Airlangga menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,11% tahun lalu, dan pada 2026 ditargetkan mencapai 5,4%. Ia juga menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Q1-2026 diproyeksikan mencapai setidaknya 5,5%.
• Menkeu Purbaya memastikan pemerintah masih memiliki SAL sebesar Rp420 triliun sebagai bantalan terakhir untuk menjaga APBN jika diperlukan. Menurut Purbaya, dana tersebut tetap utuh meski sebagian ditempatkan di perbankan dan BI guna menjaga likuiditas. Skema penempatan dana pemerintah terakhir sebesar Rp100 triliun ke Bank Himbara menurutnya memiliki tenor yang sangat fleksibel dan dapati ditarik sewaktu-waktu.
• Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark bergerak sideways cenderung melemah dengan kisaran pergerakan yield sebesar 0-1bps. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 1 bps ke level 6,77%. Volume transaksi outright mencapai sebesar Rp22,9 triliun, naik dari Rp18,1 triliun pada perdagangan hari Jumat.
• IHSG ditutup melemah 0,32% ke level 7.106,52 disebabkan oleh penurunan pada saham-saham big caps antara lain DSSA, ASII, BMRI di tengah deadlock perundingan damai AS-Iran. Berdasarkan sektor, pelemahan IHSG disebabkan oleh kinerja pada sektor energi (-1,20%), dan perindustrian (-1,10%).
• Rupiah ditutup menguat tipis 0,06% ke level 17.195 dibandingkan penutupan sebelumnya 17.205.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP