Financial Market Update

IDR10 : 6,57% - 6,60% (cl: 6,60%)
IDR5 : 6,29% - 6,34% (cl: 6,33%)
UST10 : 4,26% - 4,31% (last: 4,30%)

IDR : 17.150 - 17.182 (cl: 17.175)
DXY : 98,21 - 98,64 (last: 98,59)
JCI : 7.513,94 - 7.578,05 (cl: 7.541,61)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : +4bps to 6,33%
FR0108 (10yr) : +3bps to 6,60%
FR0106 (15yr) : +2bps to 6,70%
FR0107 (20yr) : +1bps to 6,63%

Point of Interest:

Presiden Trump mengumumkan bahwa AS akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran hingga para pemimpin dan perwakilan kedua pihak dapat mencapai kesepakatan proposal yang terkoordinasi. Keputusan ini diambil meskipun sebelumnya Trump menyatakan tidak akan memperpanjang tenggat waktu yang semula akan segera berakhir.

Rilis data ekonomi AS yang solid serta meningkatnya kembali kekhawatiran geopolitik terkait konflik AS-Iran menyebabkan sell-off pada pasar obligasi global kemarin malam. Data penjualan ritel AS Mar-2026 mencatat kenaikan 1,7% MoM (survey: 1,3%), sebagian didukung oleh kenaikan harga bensin yg memperkuat pandangan bahwa konsumsi AS tetap resilien meskipun dalam tekanan harga yg tinggi.

Harga minyak jenis Brent kembali menguat mendekati $100 per barel kemarin, sehingga menjaga ekspektasi tekanan inflasi tetap tinggi dan menambah tekanan kenaikan pada yield global.

Sidang konfirmasi calon Fed Chairman, Kevin Warsh, di Komite Perbankan Senat menegaskan nada kebijakan yang lebih hawkish, dengan penekanan pada pentingnya The Fed kembali memprioritaskan stabilitas inflasi serta menegaskan independensi kebijakan moneter dari tekanan politik. Sikap tersebut menjaga yield UST tetap tinggi dan mendukung penguatan USD, yang pada akhirnya membatasi potensi kenaikan aset berisiko di kawasan.

RDG Bank Indonesia tanggal 21–22 April 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75%. Keputusan tsb konsisten dgn upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah.

• Dalam keterangan pers penyampaian hasil RDG, BI menyatakan masih aktif melakukan pembelian SBN hingga April 2026 yg secara year-to-date telah mencapai 111,54 triliun. BI memproyeksikan inflasi akan tetap berada dalam kisaran target 2,5%±1% YoY untuk tahun 2026–2027 dan BI mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 4,9%–5,7% YoY untuk tahun 2026.

Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark bergerak melemah dengan kisaran pergerakan yield sebesar 1-4bps. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 3bps ke level 6,60%. Volume transaksi outright kemarin mencapai sebesar Rp15,8 triliun, turun dari Rp20,42 triliun pada perdagangan hari sebelumnya.

IHSG ditutup melemah 0,24% ke level 7.541,61 seiring sentimen risk-off yg meningkat menjelang tenggat gencatan senjata AS–Iran dan setelah Iran menyatakan tidak akan mengirim delegasi jika blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran masih tetap berlangsung. Berdasarkan sektor, pelemahan IHSG disebabkan oleh kinerja pada sektor barang baku (-0,68%), energi (-0,16%), dan property & real estate (-0,03%).

Rupiah ditutup melemah 0,18% ke level 17.175 dibandingkan penutupan sebelumnya 17.144.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP