Financial Market Update

IDR10 : 6,57% - 6,57% (cl: 6,57%)
IDR5 : 6,28% - 6,29% (cl: 6,29%)
UST10 : 4,24% - 4,31% (last: 4,30%)

IDR : 17.128 - 17.144 (cl: 17.144)
DXY : 98,06 - 98,39 (last: 98,39)
JCI : 7.511,83 - 7.568,99 (cl: 7.559,38)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : 0bps to 6,29%
FR0108 (10yr) : 0bps to 6,57%
FR0106 (15yr) : -1bps to 6,68%
FR0107 (20yr) : -2bps to 6,62%

Point of Interest:

Presiden Trump mengindikasikan kecilnya kemungkinan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran yang akan berakhir 22 April 2026. Trump menyatakan kesiapan wakilnya JD Vance untuk kembali bernegosiasi di Pakistan, sambil mengancam akan melanjutkan operasi militer terhadap Iran jika tidak tidak segera menyepakati pengakhiran konflik. Di sisi lain, Iran belum mengonfirmasi partisipasinya dalam negosiasi lanjutan di Pakistan.

Tiga kapal dilaporkan melintasi Selat Hormuz di tengah masih berlakunya blokade oleh AS dan Iran. Namun demikian, lalu lintas di jalur strategis tsb masih nyaris terhenti setelah Iran pada akhir pekan kembali menutup Selat Hormuz yang sempat dibuka pada hari Jumat pekan lalu. Sebanyak 800 kapal dilaporkan masih tertahan di Teluk Persia yg mencerminkan disrupsi signifikan pada arus perdagangan dan energi global.

Duta Besar Iran untuk Pakistan, Reza Amiri Moghadam, menyampaikan bahwa negosiasi tidak dapat dilakukan di bawah ancaman atau paksaan. Ia menegaskan bahwa negara dengan peradaban besar tidak akan bernegosiasi dalam kondisi ditekan atau di bawah intimidasi. Iran sempat diberitakan berencana mengirim tim negosiasi ke Islamabad pada hari ini, namun belum terdapat konfirmasi resmi dari otoritas terkait di Iran.

Kandidat Fed Chairman Kevin Warsh dijadwalkan menghadiri sidang konfirmasi di hadapan Kongres AS hari ini. Warsh kemungkinan akan menghadapi berbagai pertanyaan terkait independensi The Fed, reputasinya sebagai inflation hawk, serta penyelidikan oleh Department of Justice terkait proyek renovasi gedung bank sentral yang menuai polemik.

MSCI kembali menahan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026, seraya menegaskan rencana untuk mengeluarkan saham Indonesia yang masuk dalam daftar saham High Shareholding Concentration (HSC). MSCI juga menyatakan masih mengkaji dampak reformasi pasar modal Indonesia terhadap aksesibilitas investasi, termasuk ruang lingkup, konsistensi, serta efektivitas data dan kebijakan baru yang diumumkan otoritas Indonesia. Proses ini menjadi bagian dari penilaian untuk laporan Market Accessibility Review MSCI pada Juni 2026.

Ekonom LPEM FEB UI: BI perlu menahan suku bunga di level 4,75% seiring dengan prioritas kebijakan saat ini adalah stabilitas nilai tukar dan ketahanan eksternal. BI dinilai perlu bersikap wait and see dan membuka opsi memperketat kebijakan jika tekanan inflasi terus meningkat. Eskalasi konflik AS–Iran menjadi faktor utama yang memicu volatilitas pasar keuangan dan meningkatkan risiko inflasi impor melalui kenaikan harga energi.

Bloomberg: BI diperkirakan akan menahan suku bunga acuan di level 4,75%, guna menopang rupiah dan meredam inflasi impor di tengah lonjakan harga energi global. Tekanan terhadap rupiah akibat oil shock, disertai kekhawatiran fiskal serta risiko penurunan peringkat oleh MSCI, Moody’s, dan Fitch Ratings, membuat ruang pelonggaran kebijakan semakin terbatas. Di sisi lain, peluang kenaikan suku bunga dalam jangka pendek juga relatif rendah, seiring kekhawatiran terhadap pelemahan pertumbuhan akibat penurunan daya beli dari kenaikan harga energi.

Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark bergerak sideways cenderung menguat dengan kisaran pergerakan yield sebesar 0-2bps. Yield SUN 10 tahun ditutup stabil pada level 6,57%. Volume transaksi outright hari ini mencapai sebesar Rp20,42 triliun, naik dari Rp11,5 triliun pada perdagangan hari sebelumnya.

IHSG ditutup melemah 0,46% ke level 7.559,38 dipicu oleh pengumuman MSCI yang kembali membekukan rebalancing indeks Indonesia untuk periode Mei 2026 sehingga mendorong pelemahan tajam pada saham konglomerasi (a.l. BREN dan DSSA). Berdasarkan sektor, pelemahan IHSG disebabkan oleh kinerja pada sektor energi (-1,02%) dan infrastruktur (-0,07%).

Rupiah ditutup menguat 0,15% ke level 17.144 dibandingkan penutupan sebelumnya 17.170.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP