Financial Market Update

Point of Interest:

· Pemerintah tengah mengkaji sejumlah langkah untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia, diantaranya strategi penghematan anggaran dan konsumsi energi melalui opsi penerapan Work From Home (WFH) dan pembatasan belanja kementerian, memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL), serta optimalisasi pajak dan PNBP dari sektor komoditas. Menkeu Purbaya menyampaikan potensi penghematan pengeluaran negara dari langkah efisiensi di berbagai kementerian dapat mencapai hingga Rp80 triliun. Selain itu, Badan Gizi Nasional mengusulkan pengurangan frekuensi distribusi makan harían yg berpotensi menghemat Rp40 triliun, meski masih menunggu keputusan final Presiden Prabowo.

· Menkeu Purbaya mengumumkan penambahan penempatan dana pemerintah sebesar Rp100 triliun ke dalam sistem perbankan untuk mendorong pembelian obligasi pemerintah. Purbaya menyampaikan bahwa meskipun jumlah tsb tidak besar, namun diharapkan dapat menahan kenaikan yield SBN agar tidak melonjak terlalu tinggi dan mencegah biaya bunga utang naik tajam. Kebijakan tsb dinilai lebih longgar dibandingkan penempatan dana serupa pada tahun 2025 dimana pemerintah secara eksplisit melarang penggunaannya untuk pembelian SBN.

· Bank of New York: Kebijakan penempatan dana oleh pemerintah kepada perbankan untuk membeli obligasi pemerintah diperkirakan hanya akan berdampak sementara. BNY menilai bahwa peningkatan harga komoditas terutama minyak berpotensi mendorong kenaikan inflasi global yang pada akhirnya akan meningkatkan yield obligasi global. Dampak makroekonomi tsb dinilai akan lebih mendominasi dibandingkan tekanan dari aktivitas spekulatif.

· Mandiri Sekuritas: Minat investor terhadap obligasi pemerintah belum akan pulih dalam waktu singkat. Hal ini dikarenakan masih tingginya ketidakpastian terkait durasi perang AS-Iran, kondisi defisit fiskal di Indonesia dan juga negara-negara utama, serta prospek suku bunga ke depan.

· Presiden Trump mensinyalkan perkembangan positif negosiasi dengan Iran, meskipun Pentagon tetap mengirimkan sekitar 2.000 personil angkatan darat ke kawasan. Presiden Trump mengindikasikan bahwa Iran telah menawarkan “hadiah” sebagai itikad baik guna mengakhiri konflik senjata. Trump tidak menjelaskan lebih detil namun mengonfirmasi bahwa hadiah tsb berkaitan dengan arus energi melalui Selat Hormuz. Di hari yg sama, kantor berita Iran Tasnim melaporkan bahwa sebuah kapal Thailand telah melintasi jalur strategis tsb pada Selasa pagi.

· The New York Times melaporkan AS telah mengirimkan proposal berisi 15 poin kepada Iran untuk menyelesaikan konflik, yang saat ini sedang dikaji oleh Iran. Sementara itu, media Israel menyebut AS tengah mengupayakan gencatan senjata selama satu bulan untuk memfasilitasi negosiasi yang direncanakan berlangsung secepatnya pada Kamis, 26 Maret 2026.

· Iran dilaporkan mulai mengenakan biaya transit sebesar $2 juta per perjalanan secara adhoc bagi kapal komersial yang ingin melewati Selat Hormuz. Langkah tsb mengindikasikan bahwa Iran semakin menegaskan upayanya untuk mengendalikan aktivitas di Selat Hormuz melalui penerapan biaya yang merupakan tarif tidak resmi di jalur perairan tsb.

· Jepang berencana melepas cadangan minyak sebesar 80 juta barel (setara ±45 hari kebutuhan domestik) pada akhir Maret 2026 untuk mengantisipasi gangguan pasokan minyak global akibat konflik Timur Tengah.

· Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark bergerak melemah, dengan kenaikan yield pada kisaran 4-10bps. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 4 bps ke level 6,91%. Volume transaksi outright SBN hari ini tercatat sebesar Rp18,0 triliun, naik dari Rp16,4 triliun pada sesi perdagangan terakhir sebelum Lebaran.

· IHSG ditutup menguat sebesar 2,75% ke level 7.302,12 pada hari pertama perdagangan bursa setelah libur panjang Lebaran. Hal ini sejalan dengan penguatan bursa saham regional Asia yang disebabkan oleh sentimen positif dari meredanya ketegangan di Timur Tengah. Adapun penguatan IHSG terutama dikontribusikan oleh kenaikan harga saham pada industri (+5,98%) dan energi (+5,15%).

· Rupiah ditutup menguat 0,44% ke level 16.910, dari penutupan sebelumnya 16.985.


Divisi Pengelolaan Investasi


DAPENBI IP