Financial Market Update

Point of Interest:

·       Indeks DXY turun ke sekitar level 97, mendekati level terendah sejak Februari 2022, didorong oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed. Ketua Fed, Powell, menyampaikan nada yang cenderung dovish, bahwa jika tekanan inflasi dari kebijakan tarif Trump relatif terbatas Fed akan melanjutkan siklus pemangkasan suku bunganya ke depan.

 

·       Inflasi PCE headline AS (Mei) naik menjadi 2,3% YoY dari 2,2% YoY (April) dan sejalan dengan perkiraan. Sementara itu, inflasi inti PCE AS (Mei) naik tipis menjadi 2,7% YoY dari 2,6% YoY (April) dan di atas ekspektasi sebesar 2,6% YoY

 

·       Menurut University of Michigan, ekspektasi inflasi untuk setahun ke depan di AS turun menjadi 5,0% YoY pada Juni 2025, jauh di bawah 6,6% pada Mei 2025. Sementara itu, ekspektasi inflasi untuk 5 tahun ke depan di AS turun menjadi 4,0% YoY pada Juni 2025, yang merupakan level terendahnya sejak Februari 2025.

 

·       Presiden Trump mempertimbangkan untuk menunjuk pengganti Powell lebih awal dan mengumumkannya paling lambat September atau Oktober 2025. Trump menyatakan bahwa dirinya memiliki daftar sebanyak 3 atau 4 orang yang dapat menggantikan Powell lebih cepat dari akhir masa jabatannya pada 2026, yang berpotensi mengarahkan kebijakan moneter Fed ke arah yang lebih dovish.

 

·       Indonesia melonggarkan aturan impor untuk 10 kelompok barang, termasuk produk kehutanan, mutiara, pupuk bersubsidi, beberapa bahan bakar dan bahan kimia, bahan baku plastik, nampan makanan, alas kaki, dan sepeda, dan lain-lain. Pelonggaran tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan membantu memajukan perundingan tarif AS serta perundingan perdagangan lainnya.

 

·       IHSG ditutup menguat 0,44% ke level 6.927,68.

 

·       Rupiah ditutup melemah 0,20% ke level Rp16.238, dari penutupan hari sebelumnya di level Rp16.205. Strategis Barclays memperkirakan Rupiah akan terkonsolidasi pada kisaran Rp16.400-16.700 per USD hingga 2Q-2026 karena BI akan fokus pada stabilitas mata uang yang memasuki periode musiman “sedikit negatif” pada paruh kedua 2025.

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP