Financial Market Update
•
Non-Farm Payrolls AS (Okt) naik 12 ribu, jauh di bawah periode September dan ekspektasi masing-masing 223 ribu dan
113 ribu, serta merupakan pertumbuhan terendah sejak Des’20. Kemungkinan besar
lapangan kerja di beberapa industri terkena dampak badai di AS.
• ISM Manufacturing PMI AS turun ke 46,5 (Okt) dari 47,2 (Sep), di bawah ekspektasi sebesar 47,6. Namun,
kenaikan komponen harga ISM menunjukkan masih adanya kekhawatiran inflasi
sehinga mendorong ekspektasi Fed mungkin akan mempertahankan kebijakan
restriktif lebih lama untuk mencapai target.
• Pemilu AS besok akan menjadi salah satu fokus pelaku pasar pekan ini. Hasil
polling Des Moines Register menunjukkan Kamala Harris unggul 47%-44% di Iowa,
negara bagian yang dimenangkan Trump dalam setiap pemilu sebelumnya. Sementara
polling NBC News menunjukkan race deadlocked.
• PMI Manufaktur China versi Caixin naik ke level 50,3 (Okt) dari level
49,3 (Sep), di atas
perkiraan konsensus pada level 49,7. Aktivitas pabrik mengalami ekspansi
setelah serangkaian langkah stimulus dikeluarkan oleh pemerintah China pada
akhir September 2024.
• Pemerintah Indonesia resmi memperpanjang insentif tax holiday untuk
industri pionir hingga 31 Desember 2025. Insentif tersebut sebelumnya juga telah
diberikan dan masa berlakunya habis pada 9 Oktober 2024.
• Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pemerintah akan
merevisi aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) dimana para eksportir harus memarkirkan
devisa ekspor mineral lebih lama dari tiga bulan.
•
IHSG ditutup melemah 0,34% ke level 7.479,50.
•
Rupiah ditutup melemah 0,21% ke level Rp15.753/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya
pada level Rp15.720/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP