Financial Market Update

Point of Interest:

        Data inflasi PCE (YoY) AS turun menjadi 2,1% (September) dari 2,3% (Agustus) dan merupakan level terendah sejak Februari 2021. Sementara itu, inflasi PCE inti YoY AS stabil sebesar 2,7% (September), sedikit di atas perkiraan konsensus sebesar 2,6%.

 

        Klaim pengangguran di AS periode 26 Oktober turun sebanyak 12.000 dari pekan sebelumnya menjadi 216.000, dan jauh di bawah ekspektasi konsensus sebanyak 230.000. Data tersebut menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih kuat.

 

        Belanja konsumen (MoM) AS naik sebesar 0,5% menjadi USD20,02 triliun (September), lebih tinggi dari kenaikan sebesar 0,3% pada Agustus, dan sedikit di atas ekspektasi konsensus sebesar 0,4%.

 

        Inflasi headline (YoY) Eropa naik menjadi 2,0% (Oktober) dari 1,7% (September), dan sedikit di atas perkiraan konsensus sebesar 1,9%. Kenaikan inflasi terutama didorong kenaikan harga pangan dan energi.

 

        Inflasi headline (YoY) Indonesia turun menjadi 1,71% (Oktober) dari 1,84% (September), namun di atas ekspektasi konsensus sebesar 1,65%. Secara MoM, terjadi inflasi sebesar 0,08% pada Oktober setelah 5 bulan sebelumnya terjadi deflasi.

 

        S&P Global Manufacturing PMI Indonesia (Oktober) diumumkan kembali mengalami kontraksi sebesar 49,2, sama dengan level September dan merupakan kontraksi selama 4 bulan berturut-turut.

 

        IHSG ditutup melemah 0,91% ke level 7.505,26.

 

        Rupiah ditutup sedikit melemah 0,15% ke level Rp15.720/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya pada level Rp15.697/USD.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP