Financial Market Update
Point of Interest:
• PDB YoY AS tumbuh sebesar 2,8% pada 3Q24, lebih rendah dari 2Q24 dan perkiraan
konsensus sebesar 3,0%, ditopang oleh kenaikan konsumsi barang dan belanja
pemerintah.
• ADP Employment Change AS (Oktober) diumumkan sebesar 233.000, naik dari revisi periode sebelumnya sebesar
159.000 dan di atas perkiraan konsensus sebesar 111.000. Kenaikan tersebut
merupakan yang terbesar sejak Juli 2023 dan ditopang oleh sektor kesehatan dan
transportasi.
• PDB YoY Eropa tumbuh sebesar 0,9% pada 3Q24, lebih tinggi dari 2Q24 dan perkiraan
konsensus masing-masing sebesar 0,6% dan 0,8% dan merupakan pertumbuhan terbaik
sejak 1Q23. ECB memperkirakan PDB di Eropa akan tumbuh sebesar 0,8% YoY tahun
ini.
• PMI Manufaktur China (Oktober) kembali ke level ekspansi di 50.1, setelah terkontraksi selama 5 bulan
berturut-turut. Hal ini mensinyalkan stabilisasi di perekonomian China paska
peluncuran stimulus besar oleh Pemerintah China pada akhir September, meskipun pemulihan
ini berpotensi tertahan jika hasil Pemilu AS berdampak negatif terhadap
perekonomian China.
• Data Kementerian Keuangan dikompilasi oleh Bloomberg menunjukkan,
setelah membukukan net sell pada April senilai Rp17,29 T, investor asing mencatat net buy di
SBN berturut-turut hingga Oktober ini. Meskipun turun dari September (Rp20,36
T), hingga 25 Oktober, investor asing masih mencatat net buy di SBN sebesar
Rp17,51 T.
•
IHSG ditutup sedikit menguat 0,06% ke level 7.574,02, terutama dipicu oleh penguatan saham-saham
energi.
•
Rupiah ditutup cenderung stabil pada level Rp Rp15.697/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP