Financial Market Update
Point of Interest:
• PPI YoY AS turun menjadi 1,8% (September) dari 1,9% (revisi Agustus), namun lebih tinggi dari perkiraan konsensus sebesar 1,6%. Sementara itu, PPI Inti YoY naik menjadi 2,8% (September) dari 2,6% (revisi Agustus) dan di atas ekspektasi sebesar 2,6%.
• University of Michigan Sentiment (Oktober P) diumumkan sebesar 68,9, lebih rendah dari periode sebelumnya dan ekspektasi masing-masing sebesar 70,1 dan 71,0.
• Peringkat kredit Perancis diturunkan ke outlook negatif oleh Fitch, sehari setelah pemerintah mempresentasikan anggaran 2025. Fitch memperkirakan utang Perancis naik menuju 118,5% terhadap PDB pada 2028.
• CPI YoY China turun menjadi 0,4% (September) dari 0,6% (Agustus) dan di bawah perkiraan konsensus sebesar 0,6%. Sementara itu, kontraksi PPI YoY China semakin dalam ke -2,8% (September) dari -1,8% (Agustus) dan lebih dalam dari ekspektasi konsensus sebesar -2,6%.
• BI melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) sebesar $425,1 miliar per akhir Agustus (eq. Rp6.635,39 triliun), naik dibandingkan ULN Juli sebesar $414,3 miliar (eq. Rp6.359,5 triliun), dan merupakan ULN tertinggi sepanjang sejarah. Secara tahunan, ULN tumbuh 7,3% dan bersumber dari sektor publik dan swasta.
• Rupiah menguat seiring dengan pemberitaan positif bahwa Presiden terpilih, Prabowo Subianto, mempertimbangkan untuk menawarkan kursi cabinet kepada Menteri Keuangan saat ini, Sri Mulyani.
• IHSG ditutup menguat 0,52% ke level 7.559,65.
•
Rupiah ditutup sedikit menguat 0,13% ke level Rp Rp15.560/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di
level Rp 15.580/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP