Financial Market Update
Point of Interest:
• Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, menyatakan bahwa progres inflasi
dan pelemahan pasar tenaga kerja di AS telah terjadi jauh lebih cepat dari
ekspektasi. Bostic
memperkirakan normalisasi kebijakan moneter terjadi lebih cepat, kecuali data
ekonomi AS berubah secara material.
•
PMI Komposit AS versi Global S&P turun tipis ke 54,4 (September)
dari 54,6 (Agustus), namun di atas perkiraan konsensus pada level 54,3. Data tersebut
menunjukkan aktivitas bisnis dan ekspansi ekonomi AS yang berkelanjutan pada
3Q24.
• China mengumumkan beberapa langkah stimulus untuk mendukung perekonomian
yang lemah, a.l.:
(i) pemangkasan RRR 50bps dan 7 days reserve repo rate 20bps ke 1,5% dalam
waktu dekat dengan MLF akan mengikuti turun sekitar 30bps serta LPR dan deposit
rate akan turun sekitar 20-25bps; (ii) Penurunan existing mortgage rates
sebesar 50bps; (iv) Menurunkan minimum DP untuk pembelian rumah kedua menjadi
15% dari 25%; (v) relending loan facility menjadi 100% dari CNY300 miliar
(prior: 60%); (vi) pendanaan untuk pembelian saham.
• Kementerian Keuangan melaporkan realisasi anggaran IKN per Agustus 2024
sebesar Rp18,9 triliun atau setara 43,1% dari pagu anggaran Rp44 triliun. Anggaran membengkak 68,7% karena pemerintah
kebut Pembangunan infrastruktur menjelang HUT Kemerdekaan RI lalu.
•
Kementerian Keuangan juga melaporkan realisasi belanja subsidi, bantuan
sosial, dan belanja lain yang manfaatnya diterima masyarakat per Agustus 2024
mencapai Rp1.030 triliun. Angka ini tercatat melonjak Rp157,8 triliun atau 18% dibanding
realisasi bulan sebelumnya.
•
Berdasarkan data bursa per tanggal 19 September 2024, investor asing membukukan nilai belanja
bersih di SBN senilai USD629,8 juta (Rp9,56 triliun), merupakan nilai belanja
asing dalam sehari terbesar sejak 5 Juli 2019.
•
IHSG ditutup cenderung stabil pada level 7.778,49.
•
Rupiah ditutup menguat 0,16% ke level Rp Rp15.185/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di
level Rp 15.210/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP