Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Tekanan di pasar global meningkat akhir minggu lalu seiring
sinyal hawkish dari Gubernur Bank
Sentral AS dalam pidatonya pada simposium ekonomi Jackson Hole.
Dari data ekonomi, angka inflasi yang menjadi perhatian the
Fed, inflasi PCE, tercatat sebesar 6,3% YoY di bulan Juli, lebih rendah dari
bulan sebelumnya yang sebesar 6,8% YoY. Sementara itu inflasi PCE inti tercatat
sebesar 4,6% YoY di bulan Juli, turun dibanding bulan sebelumnya sebesar 4,8%
YoY. Meskipun inflasi mulai menurun, namun Gubernur Fed, Jerome Powell, masih
memberikan sinyal kebijakan Bank Sentral yang hawkish, dan berjanji untuk terus memerangi inflasi, serta
memperingkatkan bahwa langkah mengatasi inflasi ini akan memberikan dampak
negatif bagi rumah tangga dan bisnis AS. Pidato Powell ini juga mendorong
investor untuk mempertimbangkan dampak dari tren kenaikan suku bunga AS yang
akan dipertahankan untuk waktu yang lebih panjang.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan FFR
sebesar 75 bp di bulan September saat ini tercatat mencapai 61%, dibandingkan
probabilitas pekan lalu yang hanya sebesar 47%. Adanya sinyal yang lebih
hawkish dari Bank Sentral AS ini juga memicu kenaikan yield US Treasury tenor 2
tahun, 5 tahun, dan 10 tahun.
Pada Jackson Hole kemarin, salah satu dewan gubernur ECB,
Martin Kazaks, juga menyampaikan bahwa ECB harus menaikkan suku bunga acuannya
bulan depan minimal sebesar 50 bps. Selain itu pejabat dari BIS, Agustin
Carsten, mengingatkan bahwa pemerintah dan bank sentral global harus mengatasi
permasalahan supply chain agar ekonomi tidak semakin memburuk.
Market masih memantau perkembangan rencana kenaikan BBM di
dalam negeri saat ini. Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, mengingatkan bahwa
subsidi energi sebesar IDR 502 T akan semakin menipis jelang bulan Oktober
mendatang. Sehingga kenaikan harga BBM harus segera dilakukan untuk
mengantisipasi hal tersebut.
DJPPR akan mengadakan lelang SUN besok dengan target
indikatif sebesar Rp19 triliun.
IHSG ditutup melemah terbatas 0,04% atau 3bps ke level 7.132,05.
IHSG memulai minggu ini dengan pelemahan setelah mengalami hari yang sangat
fluktuatif.
Rupiah ditutup melemah 79bps atau 0,53% ke level Rp14.897/USD, dibandingkan
dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.818/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP