Financial Market Update
POI - Point of Interest:
GDP AS kuartal 2 direvisi naik dari -0.9% QoQ menjadi -0.6%
QoQ, lebih tinggi dari ekspektasi -0.8% QoQ serta lebih baik dari prior data
-0.9% QoQ. Sementara Jobless claims untuk pekan kemarin dirilis turun menjadi
243 ribu claim, mengalahkan ekspektasi pasar 253 ribu claim.
UST yield tenor 10-tahun turun ke level 3,07%, melemah dari
level tertingginya di dua bulan terakhir sebesar 3,1% karena data ekonomi
baru-baru ini memberikan sedikit ruang bagi The Fed untuk mempertahankan sikap
hawkish yang lebih lama, karena ekonomi AS melemah 0,6% QoQ di 2Q22, ekonomi
secara teknis telah memasuki resesi, melanjutkan penurunan 1,6% QoQ di 1Q22.
Setelah kenaikan suku bunga 50 bp pada Juli 2022, ECB
menyatakan kenaikan suku bunga tambahan akan dilakukan berdasarkan pertemuan
per pertemuan dan akan bergantung pada data. Pejabat ECB menganggap bahwa
risiko inflasi telah meningkat dan penurunan aktivitas ekonomi kawasan eropa
dapat berlanjut hingga 2023.
Menurut BI, inflasi pangan mencapai 11,0% YoY pada Juli
2022 dan BI bersama pemerintah telah membentuk Gerakan Nasional Pengendalian
Inflasi Pangan (GNPIP) yang berupaya menurunkan inflasi pangan menjadi 6,0%
YoY. Menkeu juga menyatakan bahwa pemerintah daerah dapat menggunakan dana
darurat sebesar Rp14 triliun untuk pengeluaran tak terduga dalam Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 dalam upaya penanggulangan inflasi
pangan.
Menteri Keuangan mendukung kenaikan harga BBM bersubsidi,
dengan menyatakan bahwa pembatasan konsumsi BBM bersubsidi tidak cukup untuk
mencegah kenaikan anggaran subsidi energi lebih lanjut. Dalam skenario
terburuk, menurut Menkeu, anggaran subsidi energi akan mendekati Rp700 triliun,
meningkat 40% dari anggaran saat ini sebesar Rp500 triliun. Namun, pemerintah
belum menetapkan besaran kenaikan harga BBM bersubsidi.
IHSG ditutup melemah 0,54% atau 39bps ke level 7.135,25. IHSG
diperdagangkan dengan volatilitas tinggi hari ini mengikuti investor yang masih
dalam sikap waspada. Para investor menunggu komentar Powell tentang rencana
moneter untuk melawan inflasi malam ini, membawa IHSG ditutup melemah sementara
bursa regional menguat. Secara mingguan, IHSG melemah 0,52%. Saham
berkapitalisasi besar menekan pasar turun sementara saham energi menguat. MEDC
melonjak 7,7% hari ini setelah melaporkan hasil kinerja yang solid. Investor
juga memburu saham secara agresif seiring penguatan harga minyak. PGAS
memperpanjang tren kenaikan hari ini setelah menguat 6,3%. Investor memburu
saham ini secara agresif karena pemerintah menyatakan bahwa ada potensi
kenaikan harga gas industri. Saham berkapitalisasi besar turun hari ini
sehingga membebani pasar.
Rupiah ditutup menguat 5bps atau 0,03% ke level Rp14.818/USD, dibandingkan
dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.823/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP