Financial Market Update
Point of Interest:
·
Inflasi PCE AS Juli stabil di
angka 2,5%yoy (surv: 2,6%yoy). Inflasi PCE inti AS
Juli juga stabil sebesar 2,6%yoy (surv: 2,7%yoy). Sementara itu, berdasarkan
Univ. of Michigan, ekspektasi inflasi di AS setahun dan 5 tahun ke depan
masing-masing sebesar 2,8% dan 3,0% (Agustus).
• Inflasi
headline Eropa turun menjadi 2,2%yoy (Agustus) dari
2,6%yoy (Juli), sejalan dengan ekspektasi konsensus dan merupakan tingkat
inflasi terendah sejak Juli 2021 seiring penurunan yang signifikan pada harga
energi.
• Harga
minyak Brent cenderung melemah ke kisaran USD77/barel
seiring dengan rencana OPEC+ untuk menambah produksi sekitar 180.000 barel per
hari, secara bertahap memulihkan produksi yang telah terhenti sejak 2020.
• Inflasi
headline Indonesia sedikit melambat ke 2,12%yoy (Agustus)
dari 2,13%yoy (Juli), sejalan dengan ekspektasi konsensus. Inflasi inti
(Agustus) naik ke 2,02%yoy (prior: 1,95%; surv: 1,98%), sedangkan secara
bulanan pada Agustus terjadi deflasi sebesar 0,03%mom (prior: -0,18%; surv:
0,0%).
• Deflasi
Agustus menjadi deflasi beruntun dalam 4 bulan terakhir dan mendekati rekor
deflasi terpanjang sejak 1999, terutama didorong oleh
deflasi harga bergejolak sebesar 1,24%. Deflasi tersebut mendorong ekspektasi
penurunan BI Rate pada RDG bulan ini.
• S&P
Global mencatat PMI Manufaktur Indonesia pada Agustus sebesar 48,9, lebih
rendah dari Juli sebesar 49,3 dan terendah sejak Agustus
2021. Penyebab kontraksi adalah penurunan kinerja produksi dan pesanan baru.
• IHSG
ditutup menguat 0,31% ke level 7.694,53, level
all-time high, terutama didorong oleh penguatan saham PT Telkom Indonesia dan
Bank Mandiri.
• Rupiah
ditutup melemah 0,45% ke level Rp Rp15.525/USD,
dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp 15.455/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP