Financial Market Update

Point of Interest:

  • Konsensus memperkirakan data PPI AS akan turun menjadi 2,3% (YoY) pada Juli 2024 dari 2,6% (YoY) di bulan Juni 2024, sementara data PPI inti AS diperkirakan turun menjadi 2,7% (YoY) pada Juli 2024 dari 3,0% (YoY) pada Juni 2024. Pelaku pasar berharap bahwa data PPI AS yang terkendali dapat menurunkan kekhawatiran terhadap potensi resesi  ekonomi AS.


  • Defisit anggaran AS semakin melebar ke USD244 miliar pada Juli 2024, dari USD220,7 miliar pada Juli 2023, namun di bawah ekspektasi konsensus yang memperkirakan defisit sebesar USD254,3 miliar. 


  • Tensi geopolitik di Timur Tengah meningkat setelah Hamas menyatakan ketidakpastian terkait partisipasinya dalam negosiasi gencatan senjata oleh Israel pada pertengahan pekan ini. Di sisi lain, AS memerintahkan pengerahan kelompok penyerang kapal induk ke dekat wilayah Israel.


  • Sektor perbankan domestik melaporkan bahwa pertumbuhan kredit sebesar 12,3% selama H1-2024, dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) di atas 25%. Hal ini mencerminkan ketahanan perbankan RI yang cukup baik dari resesi AS dan pelemahan ekonomi China.


  • Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, menyampaikan bahwa uncertainty masih ada walaupun ada rencana pemangkasan FFR yang lebih cepat oleh The Fed. Yield UST masih akan cenderung turun karena defisit AS yang besar akan mendorong lebih banyak issuance UST.

  • IHSG ditutup menguat 0,81% ke level 7.356,64. Saham PT Bank Mandiri menjadi penopang terbesar penguatan IHSG hari ini.

  • Rupiah ditutup melemah 0,77% ke level Rp Rp15.832/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp 15.955/USD.

Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP