Financial Market Update
Point of Interest:
Fed Governor, Michelle Bowman, mengatakan masih melihat upside risk untuk inflasi dan berlanjutnya penguatan di labor market, sehingga Bowman mungkin tidak siap untuk mendukung penurunan FFR pada FOMC September mendatang.
Fokus pelaku pasar pekan ini akan tertuju pada rilis beberapa data ekonomi AS, termasuk data inflasi. CPI headline AS diproyeksikan akan melambat ke level 2,9% (YoY) dan CPI Core ke level 3,3% (YoY).
Berdasarkan data State Administration of Foreign Exchange (SAFE), direct investment liabilities China dalam neraca pembayarannya turun hampir sebesar USD15 miliar pada triwulan II-2024, merefleksikan besarnya pesimisme terhadap ekonomi Cina. Penurunan tersebut merupakan penurunan yang kedua dan jika penurunan tersebut berlanjut, maka akan menjadi first annual net outflow yang pertama sejak tahun 1990.
Penjualan motor di Indonesia meningkat signifikan sebesar 26%YoY ke 598,4 ribu unit pada Juli 2024, dari pertumbuhan 3,5%YoY pada Juni 2024. Selanjutnya, AISI memproyeksi penjualan motor secara domestik akan mencapai 6,2 - 6,5 juta unit pada tahun 2024.
Penurunan bunga SRBI mengurangi minat investor asing, terlihat dari penjualan bersih oleh asing sebesar Rp1,28 triliun pada pekan lalu, selama periode transaksi 5-8 Agustus. Sementara itu, arus masuk asing ke surat utang Indonesia juga masih relatif kecil, sekitar Rp2,24 triliun, dan di pasar saham sekitar Rp650 miliar.
IHSG ditutup menguat 0,56% ke level 7.297,63.
Rupiah ditutup melemah 0,19% ke level Rp 15.955/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp 15.925/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP