Financial Market Update

Poin of Interest:

  • Tingkat pinjaman Consumer Credit AS (Juni) dirilis sebesar USD8,9 miliar, menurun dari revisi periode sebelumnya sebesar USD13,9 miliar dan lebih rendah dari konsensus pasar sebesar USD10 miliar dimana hal tersebut mencerminkan tingkat saldo kartu kredit yang lebih rendah. 


  • Deputi Gubernur BoJ, Shinichi Uchida, menyatakan bahwa BoJ tidak akan hike rate jika kondisi pasar keuangan tidak stabil. Meskipun demikian, konsensus mengekspektasikan BoJ akan menaikkan suku bunganya seiring kenaikan upah domestik yang mendorong inflasi Jepang lebih tinggi.


  • Surplus perdagangan China meningkat menjadi USD84,65 miliar pada Juli 2024 dari USD80,22 miliar pada Juli 2023, tetapi di bawah ekspektasi konsensus sebesar USD99 miliar.


  • Harga minyak bergerak menguat sejalan dengan tensi geopolitik yang masih tinggi, dengan adanya kemungkinan serangan balasan oleh Iran terhadap Israel, dan penurunan persediaan minyak AS. EIA melaporkan terdapat penurunan persediaan minyak mentah AS sebesar 3,7 juta barel, lebih besar dari perkiraan konsensus sebesar 0,4 juta barel.


  • Consumer Confidence Index Indonesia periode Juli sedikit meningkat ke level 123,4 dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 123,3. Indeks untuk kondisi ekonomi naik ke 113,5, sedangkan consumer expectation index turun ke 133,3.

  • IHSG ditutup melemah 0,24% ke level 7.195,12. 

  • Rupiah ditutup menguat 0,89% ke level Rp 15.894/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp 16.035/USD. Menurut Direktur Eksekutif Pengelolaan Moneter BI, Edi Susianto, penguatan Rupiah didorong oleh membaiknya sentimen global dan kondisi domestik, termasuk masih kuatnya pertumbuhan ekonomi dan cadangan devisa yang sehat. 

Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP