Financial Market Update

Poin of Interest:

  • CME FedWatch Tool mengatakan, melemahnya ekonomi AS meningkatkan probabilitas The Fed dalam memangkas suku bunga sebesar 25bp menjadi 78% dan 50bp menjadi 22%.

  • Pada bulan Juli, hiring di AS melambat secara signifikan, dengan jumlah Nonfarm Payrolls (NFP) yang hanya meningkat sebesar 114.000, jauh di bawah estimasi pelaku pasar (175.000). Jumlah ini merupakan level terendah semenjak 3-bulan terakhir, yang juga dibawah average monthly selama 12-bulan sebelumnya sebesar 215.000.

  • Melemahnya pasar tenaga kerja AS ditandai dengan tingkat pengangguran yang berada di 4,3% pada Juli, yang meningkat dari 4,1% di bulan Juni dan tertinggi dalam hampir 3 tahun serta di atas konsensus sebesar 4,1%.

  • Sektor jasa di China dinilai masih menunjukkan ketahanan yang kuat, dengan berekspansi dengan laju tercepat sejak bulan Mei 2024. hal ini ditunjukkan oleh rilis data the Caixin China services purchasing managers' index (PMI) yang naik menjadi 52,1 di bulan Juli 2024, dan melampaui perkiraan pelaku pasar dan level data sebelumnya.

  • Pekan ini diperkirakan hanya data PMI sektor jasa AS dan laporan neraca perdagangan AS yang akan rilis. Di China, data  PMI sektor jasa, neraca perdagangan, dan inflasi sedang dipantau dengan cermat oleh para investor. Sedangkan Eropa akan merilis data penjualan ritel dan data pertumbuhan.

  • Berdasarkan S&P Global, PMI manufaktur Indonesia pada Juli 2024 turun ke 49,3 dari 50,7 pada Juni 2024. Ini merupakan kontraksi pertama manufaktur sejak Agustus 2021, dengan penurunan produksi untuk pertama kalinya selama dua tahun terakhir.

  • Ekonomi Indonesia bertumbuh 5,05% YoY (prior: 5,11%, surv: 5,00%), dan 3,79% QoQ (prior: -0,83%, surv: 3,72%), dengan PDB Indonesia pada kuartal II-2024 sebesar Rp 5.536,5 triliun atas dasar harga berlaku.

  • IHSG ditutup melemah 3,40% ke level 7.059,65. Penurunan parah ini dikarenakan adanya “panic selling” setelah isu resesi AS menguat.

  • ?Rupiah ditutup menguat 0,09% ke level Rp 16.185/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp16.200/USD. 


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP