Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*    Hawkish stance Federal Reserve jelang speech Jerome Powell pada Jackson Hole Symposium jumat ini membuat investor melepas aset berisiko sehingga membebani bursa saham Amerika dengan penurunan terburuk sejak 2 bulan terakhir.

*    Indeks dolar menembus ke atas level 109, level tertingginya sejak September 2002 sementara UST yield tenor 10-tahun naik ke level 3,0%, level tertingginya selama sebulan terakhir karena investor meningkatkan ekspektasinya bahwa The Fed akan melanjutkan rencana pengetatan agresifnya untuk menjinakkan inflasi yang sangat tinggi.

*    Menurut proyeksi Citi Research, lonjakan harga gas global mendorong inflasi Inggris ke level 18,6% YoY pada tahun 2023. Sementara itu, Bank of England memperkirakan bahwa harga gas yang lebih tinggi akan mendorong inflasi Inggris di atas 13% YoY pada akhir tahun ini. Lebih lanjut, Bank of America memperkirakan inflasi Inggris akan mencapai puncaknya pada 14% YoY pada Januari 2023, sementara Goldman Sachs dan EY memproyeksikan inflasi Inggris akan mencapai 15% YoY sebagai level puncaknya.

*    Bundesbank Jerman telah merilis laporan bulanannya, yang mencatatkan bahwa semakin tinggi peluang resesi di Jerman dengan angka inflasi diperkirakan akan terus meningkat lebih dari 10%. Joachim Nagel, Presiden Bundesbank mengatakan bahwa ECB harus tetap menaikkan suku bunganya demi melawan inflasi meskipun ada kekhawatiran resesi.

*    Harga gas global mencapai USD9,80/mmbtu untuk pertama kalinya sejak Juli 2008, didorong oleh prospek peningkatan permintaan ekspor gas AS di tengah krisis energi yang semakin parah di Eropa. Gazprom Rusia mengatakan akan menghentikan pasokan gas melalui pipa Nord Stream 1 ke Eropa selama tiga hari pemeliharaan pada akhir Agustus 2022. Melonjaknya harga gas meningkatkan risiko resesi Eropa.

*    People's Bank of China (PBOC) memangkas suku bunga kredit acuan dan menurunkan referensi KPR karena Cina meningkatkan upaya untuk menghidupkan kembali ekonomi yang tertatih-tatih oleh krisis properti dan kebangkitan kasus Covid-19. Loan Prime Rate (LPR) tenor satu-tahun diturunkan sebesar 5 bps menjadi 3,65%, sedangkan LPR 5-tahun diturunkan sebesar 15 bps menjadi 4,30%.

*    Bank Indonesia, diluar perkiraan, menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 bp ke level 3,75% dalam RDG hari ini. Sebelumnya, konsensus Bloomberg memperkirakan bahwa Bank Indonesia masih akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,50%. Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga deposit facility dan lending facility masing – masing ke level 3,00% dan 4,50%.

*    DJPPR mengadakan lelang SBSN hari ini dengan target Rp9 triliun, incoming bid yang masuk sebesar Rp28,54 triliun dan yang dimenangkan sebesar Rp 12,10 triliun.

*  IHSG ditutup menguat 0,78% atau 55bps ke level 7.163,27. IHSG dibuka di zona hijau untuk melanjutkan kenaikan hingga akhir hari setelah Bank Indonesia mengumumkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25bps menjadi 3,75%. Transaksi pasar moderat dengan saham komoditas menguat untuk memimpin rebound hari ini. MEDC melonjak 19,5%, ADRO melonjak 6,4%, PTBA melonjak 3,7%, HRUM menguat 5,4%, ITMG naik 3,5%, INCO naik 0,8% sementara ANTM dan TINS membukukan keuntungan yang sama sekitar 2%.

*    Rupiah ditutup menguat 50bps atau 0,34% ke level Rp14.838/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.888/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP