Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*      Rilis data inflasi produsen tahunan di Jerman naik ke rekor tertinggi baru sebesar 37,2%yoy pada Juli 2022 dari 32,7%yoy pada Juni 2022. Harga energi masih menjadi kontributor kenaikan terbesar (105,0% YoY vs. 86,1% YoY pada Juni 2022), diantaranya harga gas (163,8% YoY) dan listrik (125,4% YoY).

*      Harga emas dunia melemah 0,55% ke level USD 1.738,20/troy ons dan menjadi yang terendah sejak 27 Juli. Dalam sepekan, harga emas melemah 2,3% secara point to point, sementara dalam sebulan, harga emas masih menguat 0,68% dan dalam setahun melemah 3,7%.

*      Yield obligasi di pasar surat utang domestik melanjutkan tren kenaikannya di awal pekan ini seiring peningkatan yield UST serta penguatan indeks USD ditengah kekhawatiran investor terhadap potensi langkah yang lebih agresif dari bank-bank sentral negara maju sebagai respon kebijakan suku bunga lanjutan oleh the Fed.

*      Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan, infeksi cacar monyet pertama telah terkonfirmasi di Indonesia. WHO telah menyatakan bahwa cacar monyet sebagai darurat kesehatan global, lebih dari 40.000 kasus termasuk beberapa kematian di lebih dari 80 negara.

*      IHSG ditutup melemah 0,90% atau 64,45 poin ke level 7.107,98 sedangkan Indeks LQ45 turun 0,92% ke level 1.013,592. Indeks sektoral mengalami pelemahan diantaranya, energi 2,17%, bahan baku 2,25%, non siklikal 0,07%, siklikal 0,39%, kesehatan 0,01%, keuangan 0,73%, teknologi 2,74%, industri 2,08%, properti 1,64%, infrastruktur 1,25%, transportasi 2,52%.

*      Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,34% ke level Rp 14.885/USD.  Pelemahan didorong oleh adanya isu kenaikan BBM Pertalite sebagaimana pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bahwasanya Presiden RI akan mengumumkan indikasi kenaikan harga BBM Pertalite karena tidak mungkin dipertahankan terus karena harga BBM domestik jauh lebih murah di kawasan Asia ini, dan hal tsb menjadi beban yang terlalu besar kepada APBN.


 

Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP