Financial Market Update
Point of Interest:
Data inflasi headline PCE di AS tercatat sebesar 2,7%
YoY dan 0,3% MoM pada April 2024.
Sementara itu, inflasi PCE inti tercatat sebesar 2,8% YoY, merupakan level
terendahnya sejak Maret 2021 dan 0,2% MoM pada April 2024, lebih rendah dari
0,3% MoM pada Maret 2024.
Belanja pribadi di AS naik sebesar 0,2% MoM pada April
2024, level terendahnya sejak Januari 2024,
turun dari kenaikan sebesar 0,7% MoM pada Maret 2024 dan meleset dari estimasi
konsensus yaitu kenaikan sebesar 0,3% MoM. Kenaikan tersebut setara dengan
peningkatan belanja konsumen sebesar USD39,1 miliar.
Tingkat inflasi headline di Eropa naik untuk pertama
kalinya dalam lima bulan terakhir menjadi 2,6% YoY pada Mei 2024 dari 2,4% YoY pada dua bulan sebelumnya, dan berada
di atas perkiraan konsensus sebesar 2,5% di tengah kenaikan harga energi.
Sementara itu, laju inflasi inti tercatat sebesar 2,9% YoY, lebih tinggi
dibandingkan ekspektasi konsensus sebesar 2,8% YoY.
OPEC+ setuju untuk melanjutkan mayoritas pemangkasan
produksi minyaknya hingga tahun 2025
seiring para anggotanya berupaya menopang pasar minyak global di tengah
lemahnya pertumbuhan permintaan minyak global, suku bunga tinggi, dan
peningkatan produksi minyak AS. Anggota OPEC+ saat ini memangkas produksi
minyak sebanyak 5,86 juta barel per hari, atau sekitar 5,7% dari permintaan
minyak global.
Di AS, investor akan memantau dengan cermat data
lowongan kerja, PMI Manufaktur dan Sektor Jasa, pesanan pabrik, dan data perdagangan. Secara global, perhatian investor akan tertuju pada
keputusan suku bunga European Central Bank (ECB), Bank of Canada, dan Reserve
Bank of India. Tingkat inflasi untuk Mei 2024 akan dirilis Indonesia.
IHSG ditutup menguat 1,54% atau 107 poin pada level
7.077,84.
Rupiah ditutup menguat 0,12% atau Rp20 pada level
Rp16.230/USD, dibandingkan dengan
penutupan sebelumnya di level Rp16.250/USD.
Pasar Bonds hari ini bergerak menguat dimana dengan demand yang cukup banyak dari foreign
banks.
Total Kepemilikan asing naik IDR 807,39T (14,06% dari
total outstanding) per 30 Mei 24 dari
IDR 802,84T per 27 Mei 24. Total outstanding IDR 5.742,10T.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP